Berjuang Atau Menyerah

Berjuang Atau Menyerah
Episode 55


__ADS_3

Erlena yang sudah merasa tidak tega melihat sosok yang dia cintai menangis dengan cepat Erlena mendekap tubuh Melvino sambil mengelus-elus punggung-Nya Melvino.


Teman-teman Melvino dan Erlena tidak menyangka bahwa seorang Melvino yang sangat cuek dengan keadaan sekitar-Nya bisa menangis? Dan yang lebih membuat mereka terkejut adalah saat Melvino membalas pelukan dari seorang Erlena. Sosok yang sangat di benci oleh Melvino! Sekarang apa? You Know lah! Tidak dapat di percaya namun, itulah kenyataan-Nya.


"Eh, Ja. Itu benaran dan serius kalau Melvin itu sahabat kita kan? Yang nggak pernah dekat sama cewek jadi kayak begini? Ini beneran nggak sih hah, kalau beneran gue nggak nyangka sumpah ya ampun?" tanya Zayn sambil melongo.


"Iya, bro itu beneran sahabat kita si Melvin. Gue juga nggak nyangka loh kalau ternyata dia bisa nangis juga dong apa lagi cuman di gituin doang," jawab Raja sambil mengedipkan kedua mata-Nya berulang kali.


"Kalian saja tidak menyangka sama sekali, apa lagi gue njir, cuy. Gue itu sampai-sampai bingung itu beneran Melvin atau arwah-Nya sih? Kayak-Nya Melvin itu sadar atau nggak sih?" tanya Zaky dengan tatapan lurus ke arah Melvino dan Erlena yang masih berpelukan.


"Kalau menurut gue itu ya, kayak-Nya sih yang di katakan sama lu tuh benar. Itu seperti-Nya arwah-Nya si Melvin deh. Karena nggak mungkin Melvin yang dingin dan cuek dengan sekitar-Nya bisa nangis karena hal ini bukan?" sahut Zayn sambil melirik ke arah Zaky.


Melvino membalas pelukan Erlena dengan erat dan menumpahkan semua tangisan yang dia pendam sedari tadi. Bahkan keluarga-Nya saja belum ada yang ngucapin sama sekali atau pun belum ada kasih kabar sama sekali, karena mereka sibuk dengan pekerjaan-Nya masing-masing. Tetapi Melvino mengerti akan hal itu.


ERLENA.


Erlena lah yang selama ini selalu mengingat dan mengucapkan selamat ulang tahun kepada diri-Nya. Erlena tidak pernah melupakan sedikit pun tentang diri-Nya. Walaupun diri-Nya selalu menyakiti hati-Nya Erlena akan tetapi dia selalu tegas dan tidak pernah menyerah untuk mendapatkan cinta-Nya.


Di dalam pelukan itu Melvino dan Erlena merasakan debaran jantung yang sangat cepat. Mereka menyadari akan hal itu. Melvino pun berhenti menangis dan menghapus sisa air mata di pipinya.


Tetapi Melvino masih tidak melepaskan pelukan dari Erlena karena merasa nyaman dan hatinya pun menghangat. Mereka berdua lupa dengan keberadaan teman-temannya karena masih tenggelam dengan pelukan yang hangat.


"Ekhm," terdengar suara dehaman teman-temannya Melvino dan Erlena.


Mereka masih asyik pelukan tanpa menghiraukan dehaman mereka.


"Ekhm, sudah weh pelukannya. Nanti saja di lanjutkan. Yang paling penting itu tiup dahulu lilinnya keburu mati!" Teriak Raja yang membuat Erlena dan Melvino tersadar.


Mereka pun melirik satu sama lain dengan tatapan yang malu, Erlena memalingkan wajahnya dan Melvino tersenyum tipis sambil mengontrol detak jantungnya agar normal kembali.

__ADS_1


ANGGAP LAH KUE ULANG TAHUN MELVINO SEPERTI INI YA!



"Tiup dahulu Vin, kuenya!" Titah Erlena lembut.


Melvino hanya menganggukkan kepalanya saja sambil tersenyum tipis. Ingat sangat tipis.


Saat Melvino hendak meniup lilinnya tetapi di tahan oleh Erlena.


"Jangan lupa berdoa dahulu, siapa tahu di kabulkan doamu oleh yang maha kuasa!" Peringat Erlena dingin.


Melvino merasa aneh karena Erlena tiba-tiba Erlena bersikap dingin kepadanya, dia tidak suka, dengan sikap yang dingin itu!


"Hm," deham Melvino.


Melvino pun mengangkat kedua tangannya dan berdoa di dalam hati, setelah itu menaruh kedua tangannya dan mengucapkan aamiin.


"Hore!" Sorak mereka semua.


"Sorry ya bro! Gue lupa ulang tahun lu!" Ucap Zayn sambil menepuk-nepuk pundaknya Melvino.


"Sans!" Sahut Melvino santai.


"Sebagai kado ulang tahun elu, elu traktir kami semua ye!" Seru Zaky sambil menaik turunkan kedua alisnya.


"Ck! Dasar! Ya, sudah!" Jawab Melvino tak urung menyetujui permintaan Zaky.


Mereka semua pun berbincang-bincang, lalu tiba-tiba terdengar suara ponsel seseorang yang belum di ketahui.

__ADS_1


"Siapa sih, yang telepon?" tanya raja bingung.


"Iya, ekh Len ponsel lu!" Ucap Devina sambil mencubit tangan kanannya Erlena.


"Auhh!" Ringis Erlena sambil mengusap-usap tangan kanan nya yang perih karena di cubit oleh Devina.


"Ck! siapa sih yang telepon?" gumam Erlena yang masih terdengar oleh mereka semua.


Melvino melihat tingkah laku Erlena yang lucu tersenyum geli, tidak ada yang melihat senyumannya karena yang boleh melihat senyumnya adalah Erlena dan keluarganya saja.


Erlena pun mengambil ponselnya di tas ranselnya lalu mengangkat teleponnya, tanpa melihat siapa nama yang menelpon nya sekarang.


"Halo! Ada apa sih lu tuh telepon gue! Gue nih lagi sibuk!" Sungut Erlena di dalam telepon.


"Oh, sibuk tohhh! Jadi nggak mau tahu nih informasi yang di telepon sama Melvino?" ucap Kevin menggoda.


"Hah!" Cengo Erlena lalu melihat nama yang tertera di ponselnya.


Erlena pun menepuk dahinya.


"Jadi lu sudah dapat? Jadi siapa?" tanya Erlena antusias.


"Lu mau ketahuan, kalau lu lagi nyari informasi tentang Melvino! Ada orang nggak di sekitar elu!" Peringat Kevin.


"Ohh astaga bentar!" Ucap Erlena sambil menekan kata astaga.


Erlena pun menjauh dari teman-temannya agar tidak ketahuan, mereka bingung dengan perubahan sikap Erlena yang tiba-tiba antusias.


"Jadi siapa?" tanya Erlena kembali penasaran.

__ADS_1


"Dia adalah Adelia, adiknya Melvino," jawab Kevin santai.


__ADS_2