Berjuang Atau Menyerah

Berjuang Atau Menyerah
Episode 91


__ADS_3

Selesai Erlena menelpon mami-Nya, Erlena pun mengambil foto berdua bersama seseorang yakni Melvino. Dia mengusap foto-Nya dengan pelan sambil tersenyum manis dan menatap sendu ke arah foto yang di hadapan-Nya.



"Aku rindu sama kamu Vin," gumam Erlena dengan tatap an sendu.


"Apa kabar kamu di sana? Apa kab kamu baik-baik saja? Sudah delapan bulan aku nggak pernah masuk ke kehidupan kamu dan nggak pernah mengubungi kamu lagi," ucap Erlena.


"Huft, sudah beberapa kali aku mencoba untuk melupakanmu. Tetapi dari seratus persen aku masih mengingatmu enam puluh lima persen. Sedikit lagi, yang penting aku sudah mencoba dan mau berusaha untuk melupakanmu dirimu," sambung Erlena.


"Astagfirullah, gue lupa. Kan tadi Zanna chat gue huh, kira-kira ada apa ya!" Gerutu Erlena sambil mengambil ponsel-Nya di atas nakas.


"Nah kan benar, ada Zanna. Mengapa gue bisa lupa dengan chatting-Nya Zanna huh," ucap Erlena sambil membuka pesan dari Zanna.


"Len, sudah gue kasih surat-Nya sama dia. Maaf baru kasih surat-Nya ke dia. Gue cuman malas waktu itu lihat wajah dia," ucap Zanna.


"Iya, nggak apa-apa kok santai saja," jawab Erlena.


"Ekh, tadi pas gue kasih surat-Nya ke dia. Saat gue bilang semoga saja Lena akan mendapatkan cowok yang lebih pantas dan pantas untuk di perjuangkan nggak kayak anjing yang nolak perasaan-Nya bidadari. Dia langsung bilang 'Gue nggak akan biarkan itu terjadi. Erlena hanya milik gue, milik gue.' Gitu deh kata-Nya," Ucap Zanna.


Erlena yang membaca pesan dari Zanna, di buat melongo. Masa Erlena sambil di cap sebagai milik Melvino? Akh, bodoh lah. Itu tidak mungkin Melvino mengatakan seperti itu apa lagi saat Melvino mengatakan bahwa perasaan-Nya Melvino terhadap diri-Nya sudah hilang. Nah sekarang yang harus dia laksanakan adalah membuang perasaan-Nya dari Melvino dan berhenti berharap dengan dia.


"Oh, gitu," jawab Erlena.


"Loh kok? Cuma oh doang sih, nggak ada yang lain gitu?" tanya Zanna bingung.


"Ya terus mau gimana lagi? Gue harus jingkrak-jingkrak gitu? Atau gue harus pergi ke kolam renang untuk menceburkan diri gue sendiri ke air gitu?" tanya Erlena.

__ADS_1


"Ya, nggak gitu juga sih. Sudah lah, gue cuman kasih tahu itu doang kalau gue sudah kasih surat-Nya. Sekarang nggak ada lagi," jawab Zanna malu.


"Hm," balas Erlena singkat.


"Oh ya, lu kapan balik ke sini? Gue rindu sama lu dan yang lain-Nya pun juga merasa rindu terhadap lu, Kapan woi?" tanya Zanna kepo.


"Nggak tahu juga gue, mungkin gue selamanya akan ada di sini," jawab Erlena.


"Loh kok selamanya sih! Emang kenapa hah sampai-sampai lu kepikiran seperti itu. Lu buat orang jantungan dan merasakan rindu yang terberat tahu nggak sih lu tuh hah?" gertak Zanna.


"Mungkin ogeb! Lu ngerti bahasa Indonesia nggak lu tuh hah!" Gerutu Erlena.


"Oh, sudah ya. Gue mau makan dahulu," pamit Zanna.


Erlena hanya membaca pesan terakhir dari Zanna.



"Tatapanmu sangat menusuk dan tajam ke dalam hatiku," ucap Erlena sambil tersenyum tipis.


"Hah, aku kelas dengan semua ini Elvin, cuma ini demi kebaikan diriku dan dirimu," ucap Erlena sambil menghela napas panjang-Nya.


"Maaf ya, Elvinku sayang. Aku akan buang semua foto-foto yang aku simpan selama ini. Supaya aku bisa melupakan kamu dan menghapus perasaan ini, agar aku juga bisa tenang," gumam Erlena sambil merobek-robek semua foto Melvino yang ada di dalam apartemen-Nya.


"Kalau gue bakar kan nggak mungkin. Sedangkan di luar sana masih banyak orang hm, jadi apa yang harus gue lakukan sekarang," ucap Erlena sambil mengetuk-ngetuk dagu-Nya.


"Gue masukkan ke plastik saja lah! Nggak ada yang berguna juga nih foto semua-Nya," ucap Erlena sambil mengendikkan bahu-Nya.

__ADS_1


"Kann ich den Müll hierher werfen?" tanya Erlena kepada seorang pembersih sampah.(Boleh kah saya membuang sampah di sini?)


"Oh kann vermissen, bitte," jawab pembersih sampah.(Ohh boleh nona,silakan.)


Erlena pun membuang sampah di tempat orang pembersih sampah lalu berkata.


"Danke," balas Erlena singkat.(Terima kasih.)


"Bitte," timpal pembersih sampah singkat.(Sama-sama.)


Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahu-Nya Erlena saat Erlena menatap sendu ke arah tempat sampah.


"Sapi dimakan anjing," latah Erlena terkejut.


Erlena langsung membalikkan tubuh-Nya agar bisa melihat siapa yang membuat diri-Nya terkejut.


"Warum hast du mich überrascht?" tanya Erlena sambil menatap tajam ke arah seseorang yang belum diketahui nama-Nya.(Mengapa kau mengejutkan aku?)


"Ich habe dich nicht überrascht," jawab seseorang yang belum diketahui nama-Nya.(Aku tidak mengejutkan mu.)


"Was ist falsch?" tanya Erlena singkat.(Ada apa?)


"Wollte dich nur kennenlernen, wie heißt du?" tanya seseorang penasaran.(Hanya ingin mengenalmu, siapa namamu?)


"Erlena," Jawab Erlena singkat.


..."*Terkadang, kamu harus melupakan apa yang kamu inginkan, hanya untuk bisa menemukan apa yang pantas kamu dapatkan." _ by Google. ...

__ADS_1


... "Banyak yang datang pun menghilang. Beberapa menjadi kenangan. Beberapa menjadi pelajaran. Namun, hanya satu akan menjadi akhir perjalanan."_by Google for Erlena Ive Sara*. ...


__ADS_2