Berjuang Atau Menyerah

Berjuang Atau Menyerah
Episode 48


__ADS_3

Setelah Erlena melihat pesan-Nya hanya di read oleh Melvino, hanya tersenyum miris. Langsung saja dia mengambil kotak hadiah jam tangan untuk Melvino dan melangkahkan kaki-Nya menuju ke arah kamar Melvino dengan cara mengendap-ngendap agar tidak ketahuan jika Erlena malam-malam keluar dari kamar-Nya.


Hanya beberapa orang saja yang keluar dari kamar masing-masing, mereka sibuk dengan pasangan-Nya dan ada juga yang membicarakan sesuatu dengan raut wajah yang serius. Merasa itu bukan urusan-Nya lanjut saja dia mengetuk pintu kamar-Nya Melvino.


Tok


Tok


Tok.


"Elvin, tolong bukain dong pintu-Nya, cepetan dong. Pegal nih kakiku Vin!" Seru Erlena dengan nada kecil agar tidak menggangu ketenangan orang di sana.


Tanpa menunggu lama Melvino pun membuka pintu-Nya, Erlena terpaku dengan kehadiran Melvino apalagi dengan pakaian piyama-Nya, padahal sudah malam hari, Melvino tetap saja terlihat tampan. Dengan rambut yang berantakan yang bikin membuat seseorang akan terpesona begitu pun dengan Erlena.


"Ngapain bengong sih? Mau gue tutup lagi nih pintu-Nya?" tanya Melvino dingin sambil menatap tajam ke arah Erlena.


"Ekh, jangan begitu dong. Jahat banget sih kamu tuh Vin," jawab Erlena gugup sambil masuk ke kamar Melvino tanpa menghiraukan Melvino dengan tatapan bingung.


"Aneh, masa cuma di tanya begitu saja sudah gugup. Memang dasar-Nya gadis bodoh dan orang yang paling aneh sedunia!" umpat Melvino sambil menutup pintu-Nya kembali.


Melvino pun mendekati Erlena yang berdiri di depan jendela. Melvino pun menyentuh bahu si Erlena secara tiba-tiba. Sontak saja perilaku Melvino yang membuat Erlena terkejut dari lamunan-Nya

__ADS_1


"Ada apa nih Vin?" tanya Erlena sambil tersenyum manis.


"Masih manis saja," gumam Melvino tanpa sadar sambil tersenyum tipis.


"Hah? Ada apa Vin? Nggak kedengaran, kamu lagi ngomong apaan sih?" tanya Erlena yang tidak mendengarkan gumaman si Melvino yang terlalu kecil.


"Hah? Apa? Tidak apa-apa kok, gue nggak ngomong apa-apa kok," jawab Melvino sambil menggeleng-gelengkan kepala-Nya.


"Ngapain lu datang ke sini?" tanya Melvino singkat sambil menaikkan sebelah alis-Nya.


"Ini kan hari ini ulang tahun kamu yang ke tujuh belas tahun," jawab Erlena tenang padahal hati-Nya sedang grogi untuk melanjutkan kata-kata-Nya.


Semoga kamu di berikan umur yang panjang, sehat selalu, makin tampan, dan makin cerdas,"


ucap Erlena sambil tersenyum lebar.


Melvino yang melihat senyuman lebar-Nya Erlena langsung membalas senyum tipis yang di miliki oleh-Nya.


"Kurang-kurangin sifat dingin dan singkat-Nya kalau ngomong sama aku, karena aku kadang-kadang gagal paham sama ucapanmu, aku terus terang loh ya he-he-he. Semoga apa yang kamu impikan segera tercapai Aamiin YRA," sambung Erlena sambil memanjatkan doa untuk Melvino.


Sedangkan Melvino tubuh-Nya menegang, padahal diri-Nya sendiri lupa dengan hari ulang tahun-Nya karena sibuk mengurus pekerjaan-Nya.

__ADS_1


Pekerjaan? Ya, Melvino baru saja membangun perusahaan-Nya tanpa sepengetahuan orang lain termasuk keluarga-Nya sendiri.


Malam ini hanya Erlena lah yang mengucapkan selamat ulang tahun dan doa yang di berikan oleh Erlena, hati Melvino tersentuh karena Erlena lah yang jadi orang pertama mengucapkan-nya san selalu Erlena yang mengucapkan yang paling pertama.


Melvino seketika hati-Nya sedikit sesak karena mengingat kelakuan-Nya yang buruk dan jahat mungkin saja menyakiti hati Erlena yang paling dalam. Melvino pun masih menatap kosong ke arah wajah Erlena yang polos itu.


Erlena pun yang dari tadi melihat Melvino menatap kosong kearah-Nya, hanya merasa bingung, sudah dua menit dia menunggu Melvino sadar dari lamunan-Nya. Langsung saja Erlena mengguncang tubuh-Nya Melvino.


"Hai, kok Elvin melamun sih, asa pikiran apa sih kamu tuh?" tanya Erlena sambil mengerucutkan bibir-Nya.


"Tidak apa-apa, thanks atas ucapan dan doa-Nya. Lu orang pertama yang ngucapin selamat ulang tahun ke gue. Dari dahulu lu nggak pernah lupa dengan ulang tahun gue," ucap Melvino terharu dengan ketulusan hati-Nya Erlena.


"Serius aku jadi orang yang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun untuk kamu?" tanya Erlena antusias dengan mata yang berbinar.


"Iya," jawab Melvino sambil tersenyum tipis.


"Berarti aku juga jadi orang yang pertama yang memberikan kamu kado dan doa ya?" tanya Erlena lagi antusias sambil tersenyum lebar.


"Iya. Lena," jawab Melvino sambil mengacak-acak rambut-Nya si Erlena.


"Lu selalu jadi orang yang pertama yang ngucapin, mengapa lu selama ini selalu baik sama gue? Padahal gue selalu nyakitin perasaan elu?" tanya Melvino lirih dengan mata yang berkaca-kaca.

__ADS_1


__ADS_2