
Siapa kah itu?
Ya, dia adalah Briyan Suryono.
"Hai, sayang!" panggil balik Erlena dengan senyuman manisnya.
Grep.
"Kakak, bliyan rindu sama kakak huhu," ucap briyan dengan omongan yang masih cadel belum bisa ngomong R.
"Kakak juga rindu sayang, maaf ya baru datang ke sini," ucap Erlena merasa bersalah dengan tubuh yang masih di peluk erat oleh Briyan.
Briyan yang masih enggan untuk menjawab ucapan Erlena, dia sangat rindu berat. Benar ya, kata Dilan rindu itu berat biar aku saja. Pelukan Briyan semakin erat dengan wajah yang mengendus-ngendus di leher Erlena.
Erlena yang merasa geli di lehernya karena napas briyan, dia langsung melepas an pelukannya.
"huh.... huh huh.... huh," terdengar hela napas Erlena karena merasa sesak di peluk oleh Briyan.
"Eh, kakak mengapa?" tanya briyan polos dan merasa bingung sambil memiringkan kepalanya.
"Nggak apa-apa sayang, kamu tadi cuman terlalu erat memeluk kakak," jawab Erlena sambil mengelus puncak kepala briyan.
"He-he-he maaf Kakak, habis bliyan sangat rindu sekali," ucap Briyan cengengesan.
"Ya sudah. Nggak apa-apa, yuk kita kumpul ke teman-teman Briyan," ajak Erlena sambil menggandeng tangannya briyan.
"Hayukk. Ibu, bliyan pergi dahulu ya sama kakak Ive," pamit Briyan sambil tersenyum lebar dan melambaikan tangan kanannya.
"Iya. Briyan," jawab ibu panti sambil tersenyum dan melambaikan tangannya juga.
SESAMPAI DI TAMAN BERMAIN PANTI ASUHAN...
"Hai. Adek-adekku sayang," sapa Erlena sambil menarik tangan Briyan untuk mengikuti ke arah taman bermain.
"Hai. Juga kak," sapa mereka serentak.
"Kevin, sudahkah kamu menaruh sembakonya di dalam dapur?" tanya Erlena dingin.
"Sudah. Len," jawab Kevin sambil menganggukan kepalanya.
"Adek-adek, rindu nggak sama kakak?" tanya Erlena dengan tatapan menggoda.
"Rindu dong, kak," ucap anak cewek yang bernama Lily.
"Rindu dong," ucap anak cowok yang bernama Alan.
__ADS_1
"Rindu sekali kakak," teriak semua anak kecil yang ada di taman bermain.
"Kalau kalian rindu bersama kakak. Mengapa kalian nggak meluk kakak?" tanya Erlena dengan membuat wajah sesedih mungkin.
Grep.
"Sayang. Kakak," ucap mereka semua sambil memeluk Erlena.
"Kakak juga sayang sama kalian," ucap Erlena sambil tersenyum tipis.
Ibu panti, Kevin, dan anggota geng Erlena yang melihat kejadian tersebut terharu dengan kelembutan hati Erlena. Walaupun sifatnya dingin kepada semua orang, tetapi dia akan hangat jika bersama anak kecil.
Mereka pun langsung melepaskan pelukannya.
"Ih, menyebalkan deh!" gertak Briyan dengan bibir yang mengerucut.
"Mengapa sayang?" tanya Erlena bingung.
"Ihhh tau ah!" jawab Briyan langsung pergi dari taman bermain dengan menghentakkan kedua kakinya.
Anak kecil di panti melihat kelakuan briyan merasa bingung, sangat aneh sekali biasanya Briyan akan selalu menunjukan wajah judesnya. Akan tetapi, apa yang mereka lihat, Briyan menunjukan wajah sebalnya yang mereka anggap sangat menggemaskan.
"Mengapa tuh?" tanya Erlena kepada orang yang ada di sekitarnya.
"Cemburu kali Len," celetuk Kevin.
......................
"Hai, Briyan kamu mengapa?" tanya Erlena lembut sambil mengelus pipi briyan.
"Nggak!" bentak briyan sambil memalingkan wajahnya.
"Loh? kakak tanya sekali lagi, kamu mengapa!?" tanya Erlena tegas.
"Bliyan nggak suka! Kalau kak Ive dekat sama yang lain," jawab Briyan menatap Erlena dengan tatapan teduh.
"Uhhh tayank cup-cup-cup, kak Ive hanya milik Briyan kok," ucap Erlena sambil tertawa kecil.
"Huh, au ah gelap!" ucap Briyan kesal karena di ejek.
"ha-ha-ha, kakak cuman bercanda kok," ucap Erlena tertawa terbahak-bahak dengan tangan yang menutup mulutnya.
"Hm," deham briyan dengan tatapan datar ke arah Erlena.
"Ya sudah sebagai gantinya, kakak belikan es krim mau?" tanya Erlena sambil membujuk Briyan.
__ADS_1
"Hah! Es krim? Mau!" seru Briyan.
"Oke, let's go!" ajak Erlena.
"Ibu. Aku izin ya, mau ajak Briyan beli es krim sebentar," izin Erlena.
"Oh iya, hati-hati Len. Di luar sangat ramai banyak kendaraan, karena tadi ada orang kecelakaan," peringat ibu panti tegas.
"Baik. Ibu," patuh Erlena.
"Yuk!" ajak Erlena langsung pergi bersama Briyan.
"Kamu mau pesan es krimnya, rasa apa sayang?" tanya Erlena sambil menundukkan kepalanya agar melihat wajah briyan.
"Eum," ucap briyan yang sedang mengetuk-ngetuk dagunya menggunakan jari telunjuknya.
"Hmm, jawab dong?" tanya Erlena dengan gemas.
"Rasa cokelat saja deh," jawab Briyan polos.
"Oke. Tunggu ya, jangan ke mana-ke mana!" peringat Erlena sambil mengusap rambut Briyan.
"Siap 86!" patuh Briyan dengan tangan hormat.
Setelah Erlena membeli es krim untuk Briyan, langsung menuju ke arah Briyan.
"Ini sayang," ucap Erlena sambil memberikan es krimnya.
"Makacihh, kak Ive yang cantik, ucap briyan.
"Sama-sama," jawab Erlena.
3 menit kemudian Erlena dan Briyan ingin pulang ke panti asuhan. Sebelum menuju ke arah panti asuhan.
"Tante!" teriak Erlena sambil menarik tangan ibu yang belum di ketahui namanya.
Bruk.
NAMA: BRIYAN SURYONO.
UMUR:2 TAHUN.
SIFAT:DINGIN, JUDES, MEMILIKI MATA ELANG, PENDIAM, SAYANG TERHADAP ERLENA.
__ADS_1
BRIYAN INI ORANGNYA SANGAT DINGIN TERHADAP ORANG LAIN DAN MEMILIKI WAJAH YANG JUDES JIKA BERTEMU ORANG PURA - PURA BAIK KEPADA NYA. TIDAK PERNAH CEREWET DIA SANGAT PENDIAM SANGAT MISTERIUS SIFAT NYA INI. DIA AKAN MANJA JIKA TERHADAP ERLENA, DIA SAYANG KEPADA ERLENA.BAHKAN DIA SUDAH MENGANGGAP ERLENA ADALAH IBU NYA, TETAPI UNTUK SEKARANG DIA MASIH MEMANGGIL KAKAK.AKAN ADA SAAT NYA DIA AKAN MENGATAKAN YANG SEBENAR NYA.