Berjuang Atau Menyerah

Berjuang Atau Menyerah
Episode 106


__ADS_3

Plak.


Belum sempat Melvino ingin melanjutkan pertanyaan nya. Terlebih dahulu diri nya ditampar oleh gadis yang sangat dia cintai dan sangat dia sayangi dari dahulu.


Lagi dan lagi tingkah laku nya Erlena terhadap Melvino membuat seisi kantin dibuat melongo atas keberanian yang dilakukan oleh Erlena terhadap Melvino yang di takuti oleh semua orang.


"Gue akan mengikuti apa yang engkau minta kepada ku waktu dahulu." Ucap Erlena di dalam hati sambil menatap tajam ke arah Melvino.


"Lo tuh apa - apa in sih? Meluk - meluk gue sembarangan hah!?" Teriak Erlena dengan wajah yang memerah karena sedang menahan emosi nya.


"Kenal saja tidak! Lu kok meluk - meluk gue segala! Kita itu tidak saling mengenal satu sama lain! Ngerti nggak!" Sambung Erlena sambil menunjuk kan diri nya dengan Melvino.


Melvino sangat terkejut atas perubahan yang ada di dalam diri nya Erlena. Dia mengelus - elus pipi nya yang terasa panas dan bergetar akibat tamparan yang diberikan oleh gadis nya.


Gadis nya? Ya, Erlena adalah gadis nya.


Biasa nya gadis nya itu selalu meminta memeluk diri nya dengan secara paksa dan dengan senang hati dia menerima nya sebelum ada kesalahan paham an. Sekarang jika dipeluk diri nya kini tidak merasa senang seperti dahulu.


Diri nya yang membuat gadis nya pergi atas permintaan bodoh nya, dan sekarang apa? Erlena mengabulkan permintaan nya agar tidak saling mengenal satu sama lain. Diri nya menyesali apa yang sudah dia lakukan di masa lalu.


"Sayang, masa kamu lupa sih sama aku? Aku ini cinta pertama mu sayang." Ucap Melvino dengan lembut sambil meredam kan emosi nya yang hendak keluar. Diri nya tidak ingin seperti dahulu, selalu menggunakan emosi yang membuat nya akan menyesali perbuatan nya.


"Tuh kan apa gue bilang! Pasti mereka mempunyai hubungan!"


"Ehh... mereka nggak punya hubungan ogeb!"


"Lah terus? Ape?

__ADS_1


"Kan sudah gue bilang dahulu Erlena sellau mengejar - ngejar cinta nya Melvino. Maka nya sekarang Melvino menyesal karena permintaan nya dan menyia - nyia kan Erlena."


"Ohh iya ya hahaha! Kapok rasain tuh karma!"


"Hahaha."


Bisik - bisik para penghuni kantin pun mulai terdengar sampai di telinga Erlena dan Melvino.


"Gue bukan cinta pertama lu! Gue nggak kenal sama sekali dengan lu!" Teriak Erlena tak terima jika Melvino adalah cinta pertama nya, walaupun Melvino cinta pertama nya tidak mungkin kan dia membenar kan ucapan Melvino. Erlena bakalan Malu dong.


"Lo jangan bertingkah seolah - olah kita pernah bertemu! Kita adalah orang yang tidak saling mengenal! Lo dan gue tidak mempunyai hubungan apapun! Jangan pernah dekatin gue lagi, karena gue nggak mau membuat hidup lu menjadi Sial !" Ucap Erlena panjang lebar sambil menekan kata Sial di ucapan nya.


Sebenar nya diri nya ingin sekali memukul wajah yang ingin dia hindari selama ini. Akan tetapi, Erlena tahu keadaan. Tidak mungkin dia memukul duluan sebelum dipukul.


"Kamu jangan ngomong gitu dong, kamu kok kayak gitu aku...." Belum sempat Melvino melanjut kan ucapan nya Erlena sudah pergi dari hadapan nya diikuti oleh ke tiga sahabat nya Erlena.


"Arrgghhhhh...... Anjing!" Umpat Melvino sambil mengacak - acak rambut nya sambil menendang seluruh kursi yang ada dikantin.


"Jangan sampai emosi lu membuat Erlena kecewa dan pergi lagi dari kehidupan lu!" Bentak Zaky.


Melvino yang mendengar bentakan dari Zaky jika Erlena 'pergi lagi dari kehidupan diri nya' langsung terpancing emosi.


"Awas kalau lu ngomong sekali lagi, jika Erlena akan pergi lagi dari kehidupan gue!" Bentak Melvino langsung pergi meninggal kan para sahabat nya.


Para penghuni kantin yang menonton acara secara gratis seperti drama tersebut. Mereka tidak ingin ikut campur dalam urusan mereka. Apalagi mereka belum memahami hubungan yang dimiliki dua insan tersebut.


SKIP.

__ADS_1


Erlena membasuh wajah nya di wastafel untuk meredakan emosi nya yang tadi hendak keluar cuman dia tahan.


"Len, lu nggak apa - apa kan?" Tanya Zanna dengan perasaan yang cemas.


"Santai saja, gue nggak apa - apa kok." Jawab Erlena dengan senyum manis nya.


"Hilih, kata nya nggak apa - apa. Tetapi, Lo saja tadi terpancing emosi pas bertemu dengan dia." Ucap Amanda sambil menggeleng - geleng kan kepala nya.


"Ya kan, gue juga nggak tahu man. Kalau dia ternyata sekolah dikampus ini dan gue juga nggak tahu kalau gue akan bertemu dengan dia dihari pertama gue ngampus hahaha." Ucap Erlena santai yang diakhiri dengan tawa nya.


"Ya sudah biarkan saja dia! Gue muak lihat wajah dia!" Seru Devina sambil menggeram kesal.


"Hm, ya sudah kalau lu ada masalah cerita saja sama kami. Kan kami sahabat lu juga." Ucap Zanna sambil merangkul pundak nya Erlena.


"Iya thanks!" Balas Erlena sambil tersenyum tipis.


"Sans saja kali, kayak sama siapa saja dah." Ucap Zanna sambil terkekeh.


"Sudah mau bel nih, masuk kelas yuk." Ajak Amanda.


"Oke lah, yuk." Balas Erlena, Zanna, dan Devina.


DISISI LAIN DI ROOFTOP....


Ada tiga laki - laki yang sedang menatap iba kearah sahabat nya yang satu ini. Sahabat nya satu ini terlihat sangat frustasi atas kejadian tadi dikantin.


"Mengapa hah?" Teriak Melvino.

__ADS_1


"Mengapa lu berubah. Gue emang salah waktu kejadian itu! Apa gue nggak bisa dimaafkan? Gue sebenarnya juga tidak ingin lu seperti ini! Gue nggak rela stupid!" Teriak Melvino sambil mengepal kan ke dua telapak tangan nya.


"Arrgghhhhh! Mengapa semua ini harus terjadi hah!" Ucap Melvino sambil menunduk kan wajah nya dan menatap ke arah lantai.


__ADS_2