
Di sisi lain, Erlena yang dari pertama hingga selesai mendengar telepon dari Melvino dengan seseorang yang belum dia ketahui merasa penasaran dan sesak.
Penasaran karena dia seperti mengenal suara seseorang yang ada di telepon Melvino dan sesak karena tata bicara Melvino lembut dan tidak terlalu dingin.
Jika bersama Erlena pasti selalu dingin dan singkat kalau bicara.Tetapi akhir-akhir ini Erlena bingung dengan sifat Melvino yang sedikit lembut jika berbicara bersama diri-nya.
Erlena pun keluar dari persembunyiannya dan melangkah pergi dari tempat Melvino. Dia menaiki tangga untuk menuju kearah kamarnya.Erlena pun mengambil ponsel-nya untuk menelpon seseorang.
Erlena mencari nama seseorang untuk menelpon-nya, ketika bertemu yang ingin dia telepon langsung saja dia memencet tombol memanggil.
DI DALAM TELEPON ERLENA DENGAN KEVIN.
"Vin," panggil Erlena di dalam telepon.
"Ada apa Len?" tanya Kevin di seberang sana.
"Lu bisa bantuin gue nggak, untuk cari informasi seseorang," jawab Erlena sambil mengetuk-ngetuk pulpen-nya di dagu-nya.
"Pasti bisalah Len, siapa yang harus gue cari tahu informasi orang tersebut?" yanya Kevin penasaran, tidak biasa-nya Queen-nya itu berbicara 'minta tolong', selama ini Queen-nya tidak pernah meminta tolong. Akan tetapi langsung mengucapkan tanpa basa-basi.
"Eumm.... Gue kan di Bali nih!" ucap Erlena sengaja dia berhentikan ucapan-nya.
"Ya terus?" tanya Kevin malas.
"Lu cari informasi siapa yang di telepon oleh Melvino," jawab Erlena tegas.
"Hari apa? Kapan? Sekitar jam berapa?" tanya Kevin beruntun.
__ADS_1
"Hari ini, malam ini, eumm kalau nggak salah sekitar jam 8 malam lah," jawab Erlena detail.
"Owh oke, tunggu nanti gue telepon elu malam ini," ucap Kevin lembut.
"Oke deh. Terima kasih atas bantuan-nya ya Vin," ucap Erlena girang.
"Iya, apa sih yang nggak buat elu," Goda Kevin.
"Ha-ha-ha, bisa saja elu gembelin gue ha-ha-ha," ucap Erlena yang di akhir tawa-nya.
"Gombal Len, bukan gembel! Elu kali yang gembel," ralat Kevin.
"Ekh iya itu maksud gue gombal, ehh awas ya lu Vin jika gue sudah pulang gue hajar lu biar tahu rasa," pungkas Erlena sedikit marah.
"Ehh ampun mbak jago," ucap Kevin sambil bercanda.
"Haduhh.... Iya-iya sorry Len, gue cuman becanda doang," ucap Kevin ketakutan karena memancing emosi Queen-nya.
"Hm, ya sudah lu matiin dahulu telepon-nya! Gue mau istirahat," titah erlena dingin.
"Ehh iya, gue matiin dahulu ya telepon-nya assalamualaikum Len, jangan marah lagi, nanti cantik-nya hilang," pamit Kevin sebelum mematikan teleponnya dia sedikit menggoda Queen-nya itu.
Tut
Tut
Tut
__ADS_1
"Huft..." terdengar helaan napas panjang-nya Erlena.
"Kalau gue nggak di sini, sudah gue gampar mulut lu tuh Kevin! Dasar bodoh!" umpat Erlena sambil mengepalkan kedua tangan-nya.
Di sisi lain, di tempat markas 'Back white Tiger'. Terdapat seorang yang sedang duduk di kursi kebanggaan Erlena sedang memainkan ponsel-nya dan mendengarkan musik DJ, siapa kah orang tersebut? Ya, dia adalah Kevin.
"Hah! Gila nyari informasi maka di Bali lagi, daripada membuat gue letih! Mending gue suruh anak buah deh, nahkan otak cerdas gue keluar ha-ha-ha," ucap Kevin sambil tersenyum lebar dan menjentikkan jari-jari-nya.
"HACUHHHHH! HASHYIMMM! ASTAGFIRULLAH HACUHHHH SYIMMM!" terdengar suara bersin yaitu Kevin, sambil menggarukkan hidung-nya yang gatal hingga memerah.
"HACUHHH! HASYIMM!! AHH GILA, PASTI INI LENA YANG NGOMONG HASYIM!! CIH! GUE AKH! GATAL MAMAK!" Umpat Kevin.
Kevin pun menggarukkan hidung-nya yang gatal itu, hingga berdarah.
"****! ****! berdarah lagi hua! Wajah tampanku terluka hu-hu-hu," ucap Kevin sambil memonyongkan bibir-nya.
"Pakai apa ya? bentar deh gue telepon si Ucup," ucap Kevin sambil meraih ponsel-nya dan menelpon si Ucup.
"Halo cup?" panggil Kevin sambil minum air putih yang ada di depan-nya.
"Ada apa Vin? Tumben malam-malam begini telepon gue?" tanya Ucup heran.
"Lu datang kesini deh! Bantuin menyembuhkan luka gue," jawab Kevin yang masih menggarukkan hidung-nya yang gatal tanpa menghiraukan luka yang ada di hidung-nya.
"Masak nggak bisa obatin luka-nya sendiri? Lu kan sudah gede udah dewasa bro!" sindir Ucup.
"Bodolah! Buruan ah kesini nah!" rayu Kevin.
__ADS_1
"Oke! Sebentar!" ucap Ucup singkat.