
Saat Satria sibuk menelfon Nurbaya, wanita itu juga sedang sibuk menelfonnya. Inilah takdir yang tak bisa diprediksi. Sama-sama bersatu hati, sehingga saling menelfon, namun karena sama-sama menelfon, jadi panggilan itu sama-sama sibuk.
Begitupula kali ini, Satria juga menelfon Sekretaris Dewa. Pemuda dewasa itu tak jua mengangkatnya.
Di Indonesia, Sekretaris Dewa usai menelfon Satria, Ia bergegas menelfon Baron dan Jaka. Setelahnya, Ia memberikan kabar itu pada Aira dan Arnel.
Arnel dan Aira sama-sama terkejut saat mendengar nama jalan yang di sebutkan Sekretaris Dewa.
Beberapa saat kemudian, Arnel mengirim alamat di email Satria. Entah siapa yang Kakek tua itu hubungi. Begitupula Aira, Ia langsung pergi sendirian ke rumah Yuhen* tanpa memberitahu pada Arnel.
“Tumben sekali kau main sendirian kemari Adikku? Apa si Posesif itu bertengkar denganmu? Dasar tak tau malu, sudah tua bangka juga, masih saja merajuk dan manja.” ucap Yuhen.
“Bukan begitu, Kak. Aku hendak minta tolong pada Kakak.” ucap Aira serius. Yuhen menatapnya.
“Ada apa?” Kakek tua itu memandang Aira dengan serius.
“Sepertinya cucu menantuku dalam bahaya. Dia berada di seputaran Zegallo Gig.” jelas Aira.
“Apa si Posesif mengaktifkan Kanai-kanai lagi?” tanya Yuhen. Aira menggeleng.
“Kau yakin?” tanyanya menatap Aira. “Aku menyelidiki tempat itu sudah aktiv 5 tahun yang lalu secara rahasia. Aku pun juga baru mengetahui satu tahun ini.” tutur Yuhen.
Aira tercengang.
“Aku sudah yakin, kau pasti tak mengetahuinya. Apa si Posesif itu membukanya diam-diam? Wah, sangat menarik.” Yuhen terkekeh kecil.
__ADS_1
“Hubungi dia. Aku akan bicara dengannya.” sambung Yuhen lagi.
Aira menelfon Arnel, lalu memberikan telepon itu pada Yuhen. Kedua Kakek itu mengobrol serius, entah apa saja yang mereka katakan. Namun segurat raut wajah Yuhen tampak serius dan menegang.
Yuhen menelfon bawahannya, mereka kemudian sibuk menekan laptop, lalu menghubungi seseorang di Inggris.
**
Satria terus menghubungi Sekretaris Dewa, hingga pemuda itu mengangkatnya.
“Kemana saja kau?!” Marah.
“Kamu dimana, Sat?” Arnel yang menyahuti di sebrang telepon.
“Aku ada di persimpangan jalan di daerah Zegallo Gig,” jawab Satria.
“Tunggu di sana. Akan ada beberapa orang yang mendatangi kalian.”
Arnel menjelaskan semuanya, tak lama setelah panggilan telepon berakhir, beberapa orang dengan pakaian dan senjata lengkap datang.
“Hello, my name is Ruth Jhon.” Mereka saling berjabat tangan dan berbincang. Kemudian, mereka menuju ke tempat yang sudah di beritahu oleh Arnel dan Yuhen.
Sesampai mereka di sana, Satria melihat Erian yang baru turun dari taxi di tepi jalan, kemudian pemuda itu perlahan masuk ke tempat yang akan mereka tuju.
“Wait!” Satria menaikan satu tangannya. Ia terus melihat arah Erian, barulah mereka semua sama-sama masuk. Mereka memilih keluar dan meninggalkan mobil. Lalu berpencar hati-hati, sembunyi-sembunyi.
__ADS_1
Satria berjalan mendekat ke arah Erian. Menatap pemuda itu tajam. “Huh! Menjijikkan!” ucapnya sinis.
“Anak-anak, menggelikan!” sahut Erian. Satria melotot, “Tak punya perasaan!” sambung Erian lagi.
“Apa maksudmu?!” Satria emosi. Dia hampir saja memberikan Erian bogem mentah, tetapi suara ledakan dari dalam membuat mereka saling pandang.
Ledakan lain pun menyusul, lalu suara tembakan. Sebuah suara pekikan terdengar jelas oleh Satria, suara yang sangat ia kenal. Ia langsung masuk ke dalam tanpa mendengar aba-aba apapun lagi. Ia menggila setelah mendengar suara itu.
Erian juga masuk ke dalam, semua pengawal Satria beserta orang-orang yang dibawa Ruth Jhon juga masuk ke dalam. Di dalam mereka di sambut dengan serbuan tembakan, terjadi perkelahian di sana. Saling tembak menembak, pukul memukul. Satria di lindung oleh Ruth.
Erian terus berjalan mengendap-endap, sekali-kali matanya terus menatap layar handphonenya, di dalam ada petunjuk dari chip yang ditempelkan Melani.
Satria terus melihat arah Erian, ia juga mengikuti pria itu, begitupula dengan Ruth juga melindungi Satria.
***
Yuhen* adalah Kakak laki-laki dari mantan Aira. Dia sangat tidak menyukai Arnel.
Cerita ini bisa di baca di novel pertama saya😍😚😎
***
Jika suka, jangan lupa dukung karya author ya😎 Dengan cara like setiap bab nya, favorit, vote dan lempar dengan hadiah, lalu tinggalkan komentar positif agar author semangat 45 buat tamatin ceritanya.😎😆🌹
Makasih dukungannya Satria Lovers😚😚😍💓🌹
__ADS_1