Berondong Nakalku

Berondong Nakalku
Mengikuti Melani


__ADS_3

Erian mengikuti Melani yang sedang menaiki taksi, ia sangat penasaran kemana lagi tujuan Melani. Beberapa selang waktu berlalu, taksi berhenti di anak cabang perusahaan Damrah Groub. Melani dengan pakaian seragam foodtaste serta topi dan masker masuk ke dalam gedung itu.


'Apa lagi yang mau dia lakukan?'


Erian tentu saja tak bisa masuk ke gedung itu, jika tidak memiliki janji terlebih dahulu, namun ia curiga dengan tingkah laku Melani. Bagaimana tidak, beberapa hari yang lalu ia melihat Melani di klub malam.


Saat itu ia baru saja mentalaq istrinya, wanita yang ia nikahi adalah wanita liar yang tak bisa dinasehati, suka dugem dan menghamburkan uang, anak yang dia kandung dengan santainya wanita itu berkata telah gugur. Wanita itu tidak mempertahankan janinnya dengan baik. Rasa kecewa yang timbul membuatnya emosi, apalagi saat istrinya itu membangkang, membuncah lah amarahnya.


Setelah mengucapkan cerai, ia pergi minum ke sebuah klub malam yang terkenal di kota ini. Saat ia minum, ia melihat Melani, gadis yang selama ini ia cari, gadis yang masih ia sukai, gadis yang dengan kejam dan tega mencampakkannya begitu saja.


'Melani?' gumamnya.


Ia berjalan mengikuti Melani, gadis itu terlihat sangat berbeda, pakaiannya sangat sexsy dan menggoda.


'Apa yang kau lakukan, Melani? Jika kau butuh uang, kau bisa memintanya padaku? Tanpa perlu melakukan tindakan seperti ini!' Erian mengepalkan tangannya membentuk tinju, ia terus mengikuti Melani dan beberapa perempuan lainnya secara diam-diam.


Namun, usahanya tidak berhasil. Melani dan wanita lainnya masuk keruangan VVIP, sehingga ia hanya bisa berdiri dari luar. Apalagi beberapa penjaga berpakaian seragam begitu banyak di luar menjaga. Ia tak mungkin membuat keributan, belum tentu Melani akan membelanya juga jika ia membuat keributan, begitu pikir Erian.


Ia bersandar di dinding. Mengingat beberapa kejadian waktu lalu, saat Melani dengan kejam memutuskan hubungan mereka.


Selesai mereka bercinta kala itu, Melani langsung membersihkan diri ke kamar mandi, setelah memakai bajunya, tak ada ciuman hangat dari Melani, namun ucapan yang membuat Erian terkesiap mendengarnya.


“Aku rasa, perjalanan kita sudah cukup sampai di sini. Aku tak ingin melanjutkannya lagi.”


“Apa maksudmu, Melani?”


“Kita putus!”


“Hei, putus? Apa kau bercanda?”


“Aku tak bercanda. Aku serius. Kita akhiri semua petualangan kita ini.”

__ADS_1


Erian langsung bangun dari tidurannya yang bermalas-malasan tadi, langsung menyentuh bahu Melani. Menggoyangnya. “Apa kau tidak puas bercinta denganku? Baiklah, aku akan membuatmu lebih puas lagi!”


“Kalau perlu, aku akan meminum obat kuat, biar kau puas!” sambungnya lagi.


“Aku sudah bosan!”


“Bosan? Alasan macam apa itu!”


“Aku bosan bercinta dengan manusia pengkhianat, tukang selingkuh seperti mu!”


Erian tercengang, lalu terkekeh masam. “Kau bilang bosan pada manusia pengkhianat dan tukang selingkuh? Kau sadar tidak! Kau juga! Kau mengkhianati Nurbaya sahabatmu sendiri, kau merayuku, kita berdua sama-sama bersalah di sini, kenapa kau menjadi sok suci begitu!”


“Sok suci? Aku tak pernah merasa berkhianat, aku melindunginya dari laki-laki sampah sepertimu, yang memandang wanita hanya dengan nafsu!”


“Kita putus, jangan pernah hubungi aku!” Melani keluar dan membanting pintu dengan kuat.


Erian mengusap wajahnya kasar, kala mengingat kejadian itu. Melani benar-benar menghilang tanpa kabar setelah itu, bahkan ia telah mencari kemana-mana. Melani bahkan pindah dari kontrakan lamanya.


Karena frustasi, ia pergi ke klub, di sanalah ia terjerat dengan istrinya, lalu harus menikahi gadis itu untuk menutupi kehamilan diluar nikah.


Ia menatap pemuda itu yang berjalan sombong melewatinya yang diikuti beberapa pria berjas. Ia masih menatap ke pintu itu. Tak ada bayangan Melani hendak keluar.


'Apa yang sebenarnya ingin kau lakukan, Melani?'


Erian masih setia menunggu, hingga Melani keluar bersama beberapa wanita lainnya, serta seorang pria paruh baya yang sudah babak belur di gopoh ramai-ramai oleh beberapa gadis itu. Kemudian keluar dua manusia bertubuh macho seperti tentara dengan pakaian kaos hitam, celana cargo.


Erian ingat jelas dengan wajah dua pria itu. Mereka adalah pengawal pribadi Satria. Namun pemuda itu sudah berjalan terlebih dahulu dengan beberapa berpakaian jas tadi. Erian menggelengkan kepalanya.


'Berapa orang pengawal bocah itu?' pikirnya.


“Melani, tunggu!” panggilnya. Ia menggenggam tangan Melani yang berjalan santai tanpa membantu pria paruh baya itu.

__ADS_1


Melani mengernyit. “Melani, kenapa kau ada di sini? Apa kau butuh uang? Ikutlah denganku.” ucap Erian lembut.


Melani menepis tangan Erian, “Siapa yang butuh uangmu? Berikan saja semua uang pada istrimu.” Ia mendorong tubuh Erian kuat, lalu pergi.


“Melani, tunggu.” Ia mengejar Melani.


Melani berlari, masuk ke dalam kerumunan banyak orang yang sedang bergoyang, diam-diam keluar perlahan tanpa di ketahui Erian. Sedangkan pemuda itu masih berputar mencari-cari Melani.


Kini, Erian melihat Melani memasuki gedung yang menjulang tinggi itu, anak cabang perusahaan Damrah Groub. Ia masih menunggu di luar.


'Melani, apalagi niatmu? Kenapa kau datang ke sini? Apa kau punya hubungan dengan anak laki-laki yang baru saja besar itu, apa kau benar-benar ingin menghancurkan semua laki-laki yang dekat dengan Nurbaya, kenapa kau begitu? Atau kau punya dendam pada Nurbaya?'


Tak lama,


Melani keluar di tarik oleh satpam dengan paksa. Gadis itu tampak bersungut-sungut dan menggerutu. Erian melihat kejadian itu, lalu mendekati Melani secara perlahan yang berjalan menjauh sendirian.


Erian memeluk Melani dari belakang dengan erat. “Melani aku sangat merindukanmu.” bisiknya, Ia meletakkan keningnya di bahu Melani.


“Apa yang kau lakukan, lepaskan!” Melani memberontak.


“Aku tak akan melepaskanmu, aku masih mencintaimu.”


“Dasar laki-laki sampah! Tak punya malu, sudah beristri mengumbar cinta pada wanita lain. Lepaskan aku!”


“Aku sudah menceraikannya, ia menipuku, waktu itu aku mabuk, ia tidak merawat janinnya dengan baik sehingga keguguran, setelah itu kami bertengkar, dia mengatakan kalau itu bukan anakku.” lirih Erian di bahu Melani berkata dengan pilu.


“Ahahahaha. Bodoh! Begitu saja tertipu, dimana-mana lelaki dengan keadaan mabuk berat batang dzak*r nya tidak bisa berdiri sempurna, karena otot-otot di tubuhnya melemah, jika pun berdiri, biasanya tidak dalam keadaan mabuk berat, kecuali minuman itu dicampur dengan obat perangsang.” ejek Melani.


Erian terdiam mendengar itu.


“Meminum alkohol, semangat dan hasrat dapat cepat naik, tapi Mr.P hanya naik sementara saja, er*ksinya pun hanya setengah keras. Dampak sebenarnya dari alkohol dalam segala bentuknya, wiski, anggur, dan bir, dapat menjadikan Mr.P lembek alias loyo. Semakin mabuk, semakin lembek.” Melani melepaskan paksa pelukan Erian yang tercengang.

__ADS_1


‘Jadi, aku benar-benar di jebak oleh wanita jahat itu? Aku benar-benar tidak sadar dengan semuanya, karena aku sudah mabuk berat, aku setengah sadar saat membuka pintu kamar hotel yang aku pesan, seorang wanita datang membantu membuka pintu, wanita yang terlihat olehku adalah Melani, aku langsung memeluk dan menciumnya, setelah itu aku masuk dan muntah. Aku tak ingat apa-apa lagi. Paginya, wanita itu berganti jadi mantan istriku, bukan Melani, ia keluar dari kamar mandi, mengaku kalau kami selesai bercinta semalaman, tak lama ia memintaku bertanggungjawab menikahinya, karena dia hamil.' Erian masih mematung memijat kepalanya. Sedangkan Melani telah menghilang pergi.


“Melani!” teriaknya saat ia tersadar dari lamunannya, gadis itu telah meninggalkannya sendirian.


__ADS_2