
'Eh? Kenapa dia? Hm, apa aku tadi kasar sekali, ya? Tadi benar-benar ngilu dan perih, aku 'kan gak sengaja menjambak dan menendangnya. Ini kan pengalaman pertamaku.'
Satria memunggungi Nurbaya. Ia terus menggerutu dalam hati. Menyalahkan Sekretaris Dewa yang jomblo belum menikah itu, menyalahi tiga butir telur yang ia makan, menyalahkan semua teori yang ia pelajari tadi. Karena semua itu, kini, benda berharganya tak mau berdiri tegak, biasanya benda itu tiap sebentar berdiri tegak saat melihat Nurbaya.
Aaarrgghhh! Kesal bukan main.
Nurbaya menatap punggung itu dengan perasaan gundah gulana. 'Malam pertama yang gagal. Apa aku harus menggoda dan minta maaf padanya?'
“Sat.” Nurbaya memanggilnya lembut. Satria tak menjawab.
“Maaf, sungguh, aku tak sengaja tadi menendang dan menjambak rambutmu, sungguh. Tadi sedikit perih, jadi...” ucapan Nurbaya terpotong.
“Tak apa, tidurlah. Nanti pagi saja kita lakukan lagi.” ucap Satria masih memunggungi Nurbaya.
“Hm, kenapa? Apa kamu marah? Sungguh, aku tak sengaja melakukan itu.” Ia mendekat dan memeluk tubuh Satria dari belakang.
__ADS_1
“Maafkan aku,” katanya lagi sembari memeluk dengan erat.
'Ah, bukan karena aku marah, Sayang. Untuk apa juga aku marah karena hal itu. Bahkan jika seribu kali kau tendang dan jambak kuat rambutku sekuat mungkin, itu tak masalah. Aku akan punya banyak cara mengendalikan tendangan dan tangan nakalmu itu. Masalahnya sekarang, ini tak bisa bangun, tak mungkin aku mengatakannya padamu, bukan?' Satria menghela nafas kasar.
“Sat, maafkan aku.” Nurbaya mengelus-elus perut berotot Satria dari dalam selimut. Menggodanya.
“Apa cuma itu keahlianmu? Masa sekali di tendang langsung ngambekan sih?” Nurbaya menusuk perut Satria dengan telunjuknya, masih menggoda.
“Sayang, ayo, jangan ngambek lagi.” Nurbaya mencium telinga Satria, meniupnya. Entah datang darimana keberaniannya, padahal tadi ia gugup sampai menyelimuti tubuhnya dengan selimut.
'Aaaaaaah! Aku harus bagaimana ini, ayo bangun, sial*n!!!' Ia menggerutu kesal. ‘Aku bahkan sudah tergoda saat Istriku tercinta ini memeluk dan menggodaku. Aaarrgghhh!'
Tiba-tiba, pemuda itu membalikan badannya, menindihnya.
“Kau yakin menginginkannya?” tanyanya dengan senyuman bahagia. Ya, benda berharganya bisa terbangun kembali atas bantuan Nurbaya. Ia pun terkesiap sekaligus bahagia luar biasa saat merasakan benda berharga itu berdiri menantang.
__ADS_1
Ia mulai menghujani wajah dan bibir Nurbaya dengan ciuman rakusnya, tak ada lagi langkah satu, dua, tiga, sampai seterusnya sesuai dengan teori-teori yang ia pelajari. Ini lah gaya Satria sendiri, Ia melakukan dengan perasaan hasrat dan sayang yang bercampur menjadi satu.
Sentuhan lembut, meraba dengan hasrat, ciuman sayang penuh hasrat namun menuntut.
Rasa pedih dan ngilu yang Nurbaya rasakan diawal, telah kalah dengan rasa nikmat selanjutnya. Satria pun mengabaikan kernyitan yang terlukis di wajah Nurbaya tadi, ia tak ingin menunda lagi, ia tak ingin benda berharganya kembali terkulai lemas. Itu sangat memalukan!
Tak menunggu lama, tendangan Satria sempurna, ia pun mencetak gol. Cletak! Suara yang hanya bisa didengar oleh Satria dan Nurbaya.
Satria telah melayarkan kapalnya di lautan asmara cinta yang panas, mendayung dengan gerakan yang menggairahkan, suara Nurbaya yang terdengar seperti alunan musik yang paling indah di dunia, mendebarkan, mengalahkan semua penyanyi kelas internasional sekalipun. Ini lah malam pertama yang penuh cinta dan menggairahkan.
Malam yang tak bisa dilupakan oleh Satria dan Nurbaya.
***
Ckckck, Anggap romance dan hot saja ya, adegan mereka😂 Pokoknya, sweet, ini rahasia mereka berdua, tak boleh menceritakan adegan yang sesungguhnya, jadi anggap saja adegan mereka sangat sweet, romance dan hot yang sebenarnya 😜🤣 Ok!🙏
__ADS_1
Nah, nah, begitu saja adegan malam pertama mereka. 🤗 jangan kecewa😂
Selamat berbahagia semuanya🙏🤗🌹