Berondong Nakalku

Berondong Nakalku
Kondisi Satria


__ADS_3

Kondisi Satria terlihat kacau dan buruk. Ia membuka paksa kemeja dan jasnya karena merasa gerah. Matanya menjadi sayu, pikirannya benar-benar menjadi kacau. Bola matanya yang berkabut itu, terlihat aneh, tajam dan ingin dimanja.


Sekretaris Dewa menjadi mangsa pertama yang dipeluk oleh Satria. “Tuan Muda, sadarlah. Tahan sebentar lagi.” ucap Sekretaris Dewa.


Sekretaris itu memegangi wajah tampan Satria dan mendorong wajah itu menjauh agar tak mengecup bibirnya. Bagaimanapun ia masih normal dan ingin merasakan bibir wanita, bukan bibir pria.


Tangan Satria yang memeluknya pun terlepas, Satria terdiam, lalu mengelus wajahnya. “Aaaahh! Tolong cepat!” Teriak Satria menjambak rambutnya sendiri. Ia tak bisa lagi mengendalikan dirinya.


“Ikat tanganku!” Satria menyodorkan kedua tangannya pada Sekretaris Dewa. Pria itu melihatnya kasihan, lalu mengikat tangan atasan kecilnya itu.


Satria memilih menyandarkan tubuhnya. Memaksa memejamkan mata. Gairahnya benar-benar menggelora. Semua isi kepalanya hanya negatif dan ingin bercinta.


Tak lama, mobil yang dikendarai Pak Hamdan telah sampai di parkiran VVIP, di sana sudah ada Dokter Haikal beserta dua asistennya.


Haikal dan asistennya bergegas membawa Satria keruangan pemeriksaan. Dokter itu menyuntik Satria, membuat pemuda yang berkeringat dan terlihat seperti harimau yang hendak memangsa itu terlelap.


Setelah Satria tenang dan terlelap, Haikal keluar. “Ada apa? Kenapa Tuan Muda bisa termakan obat Patenzol* itu?” tanyanya menatap serius Sekretaris Dewa.


“Saya juga tidak tau. Kami memesan makanan di restoran biasa kami bertemu klien.” jawab Sekretaris Dewa dengan tertunduk. Lalu, menghela nafas panjang.


“Apakah sangat berbahaya? Bagaimana keadaan Tuan Muda sekarang?” Ia bertanya dengan mengangkat kepalanya yang tertunduk itu menatap Dokter Haikal.


“Sekarang dia sudah tenang, aku menyuntiknya dengan obat penenang. Obat itu ada efek sampingnya, tapi untunglah cepat kalian bawa kemari.” Dokter Haikal menepuk pundak Sekretaris Dewa.


“Tenanglah, tak usah terlalu khawatir. Aku bisa paham kenapa kalian bisa terkecoh. Obat Patenzol itu adalah obat perangsang keluaran terbaru, berbentuk cair yang bisa diteteskan, dia tak berbau, tak berasa, bentuknya seperti air putih biasa, jika dicampurkan pada makanan atau minuman tak akan diketahui.”

__ADS_1


“Obat itu akan bereaksi setelah 30 menit di konsumsi. Jadi, aku pikir, pasti ada seseorang yang merencanakannya, 'kan?” Dokter Haikal melirik Sekretaris Dewa dengan senyuman menggoda.


“Kau gila! Apa kau berpikir aku melakukannya?!” Sekretaris Dewa melotot dan meninggikan suaranya.


Dokter Haikal tersentak, tak kalah hebat terkejutnya mendengar lontaran yang diucapkan teman masa kecilnya itu. Ya, Sekretaris Dewa dan Dokter Haikal berteman waktu kecil, namun kemudian mereka berpisah karena sekolah masing-masing.


“Pfft! Jadi kau pikir aku menuduhmu? Ahahahahah.” Dokter Haikal tertawa, lalu pergi meninggalkan Sekretaris Dewa.


“Tunggu!” Ia menarik kerah baju belakang Dokter Haikal. “Lalu, apa maksud mu?” tanya Sekretaris Dewa dengan tatapan tajam.


“Tidak ada.” jawabnya santai dan masih menunjukkan senyumannya. Membuat Sekretaris Dewa geram.


“Aku sibuk, masih banyak pasien. Jika Tuan Muda sudah bangun, kau bisa hubungi aku.” Berbalik dan meninggalkan Sekretaris Dewa.


**


Mobil Baron berhenti di tengah halaman bangunan yang terlihat menakutkan itu. Dari atas bangunan terlihat seseorang melihat mereka dengan teropong. Tak lama, pintu utama bangunan itu terbuka lebar. Baron menarik paksa wanita yang telah ia ikat itu.


Di dalam bangunan itu terlihat sangat bersih dan rapi, begitu banyak penghuni di dalamnya. Tampilan mereka seperti preman dengan otot yang besar.


“Bawa wanita ini kelantai dua!” perintahnya.


“Baik, Tuan.”


Wanita yang diikat itu di bawa oleh dua orang ke lantai dua. Setelah sampai kelantai dua, mereka berbelok ke kiri, berjalan lurus cukup jauh sampai ke ujung. Lantai dua masih terlihat normal, bak rumah besar yang indah dan bersih. Namun, setelah sampai diujung dan pintu dibuka, mata wanita yang terikat itu terbelalak.

__ADS_1


Ruangan gelap dan pengap seperti penjara, sebuah tikar usang yang sudah jelek satu-satunya yang terkembang di sana. Dua orang itu membuka pengikat tangan wanita itu, mendorongnya masuk. Lalu, mereka pergi.


Di lantai bawah,


“Jangan sampai wanita itu lepas, sampai Tuan Muda datang.” perintah Baron.


“Tenang Tuan, kami akan menjaga wanita itu.” sahut seseorang yang berada di depan Baron.


“Bagaimana dengan pekerjaan kalian?” tanya Baron lagi, lalu meneguk minuman yang telah dituangkan untuknya.


“Semuanya berjalan lancar, Tuan.” sahutnya.


“Baguslah. Aku harap kalian selalu bekerja dengan bagus. Jangan membuat Tuan Muda repot karena kalian.


“Aku akan pergi kembali, aku tak bisa meninggalkan Tuan Muda lama-lama dengan Jaka.” sambungnya lagi.


“Baik, Tuan. Percayakan semuanya pada kami.”


“Baiklah.” Baron meneguk minumannya sampai tandas. Lalu ia beranjak pergi.


***


Keterangan:


-Patenzol adalah nama samaran tentang obat perangsang yang memilik efek samping yang cukup berbahaya, seperti lupa ingatan. Obat ini berbentuk cair yang bisa di teteskan, tak berbau dan tak berasa.. lebih berbahaya dari obat perangsang seperti permen karet dan obat serbuk.

__ADS_1


__ADS_2