Bukan Laila Majnun

Bukan Laila Majnun
OMG


__ADS_3

"Kak..... ada tamu tuh...!" Karina memandang heran pada kakak iparnya yang membuka pintu dengan bibir mengerucut.


Laila hanya menatap Rina dengan sebal karena dirinya tak jadi melebur bersama suaminya dan menuntaskan hasrat mereka.


"Kenapa pagi-pagi sudah di sini?!!" Semburnya masih dengan wajah cemberut.


"Waow waow waow....!! " Rina memicingkan matanya. " Jangan bilang kalian lagi ehem-ehem padahal hari masih pagi. Orang-orang pada beraktifitas kesana kemari..." Sembur Rina penuh penekanan.


Laila menatap tajam tak membenarkan atau menyanggah perkataan gadis kecil di depannya. Kepalanya mendidih karena


tuntutan dahsyat yang menggulung seluruh saraf dan pembuluh belum sempat dilepaskan.


Kepalanya mencoba melihat ke dalam dan ujung matanya mendapati abangnya sedang duduk sambil merapikan pakaiannya.


"Kaki masih belum sembuh benar tapi sudah enak-enakan.... Ada tamu tuh kak.... katanya dari WO...." Kata Rina tak beranjak dari tempatnya berdiri.


"Ada kak Mia kan..." Laila menatap tajam adik suaminya itu tak memberinya izin untuk masuk kamar.


" Kata kak Mia disuruh panggil kak Lala. Kak Mia lagi nenenin Ni'am"


"Sana!!" Usir Laila.


"Dih.... posesif banget sih sama suaminya...!"


"Pokoknya nggak boleh masuk..." Laila menutup pintu dan meninggalkan Rina yang bengong karena tak percaya dengan mood Laila yang mudah berubah.

__ADS_1


"Kenapa sih dengan kak Lala?" Gumamnya.


Ceklek


Lukman keluar dari kamar saat Rina masih keheranan dengan sikap Laila.


"Jangan ganggu kakakmu! Sepertinya dia hamil lagi.."


"What?? " Mulut Rina terbuka lebar saking terkejutnya.


"Abang gila ya...? Ya Alloh Ya Kariiim abaaang....! Kenapa nggak pake pengaman sih?" Rina betul-betul terkejut tak percaya dengan apa yang barusan di dengarnya. Ia tak habis pikir bagaimana bisa dalam keadaan kaki lumpuh seperti itu ternyata Lukman masih saja aktif bercinta dan bisa menyemburkan benihnya dengan tepat di rahim Laila.


"Jangan keras-keras nanti dia marah!" Kata Lukman mendorong kursi rodanya ke ruang tamu dengan tangannya yang sudah terlatih.


"Dia bilang mau menjenguk Septi...."


"Whatttt.....??! Abang gila ya?"


"Kakakmu yang minta, bukan aku!!" Bentak Lukman tak terima ia disalahkan oleh adiknya.


"Apa-apaan sih kak Lala itu?" Rina jadi meradang karena geram dengan pemikiran si kakak ipar.


"Antarkan ia periksa kandungan dulu, lalu antarkan ketemu sama itu..." Lukman meminta tolong pada adiknya karena tidak ingin berdebat dengan istrinya tapi dia juga tidak ingin mengecewakan Laila dengan menolak permintaannya.


"Aku akan ke rumah sakit. Setelah itu antarkan dia dan aku akan beralasan kalau kakiku sakit dan mau periksa disana..." Kata Lukman menjelaskan.

__ADS_1


"Kenapa jadi aku yang kena getahnya?"


"Kenapa kau kemari pagi-pagi? Apa anak-anak sudah sarapan?" Lukman balik bertanya.


"Sudahlah.... kan ada mbak" Jawabnya ketus.


"Lalu suamimu?"


"Dia belum pulang dari semalam. Ada operasi darurat orang kecelakaan"


"Kamu itu sudah menikah dan punya anak. Jangan kayak masih bujang kemana-mana seenaknya sendiri"-Lukman.


"Aku udah pamit sama papinya anak-anak. Ini juga cuma sebentar ngantar makanan dari mama mertua. Habis ini mau langsung ke rumah sakit"


"Ayah mana?" Tanya Lukman pada Rina.


"Di belakang sama ibuk. Ngurusin ayam"


"Minta sama bang Alif, suruh bilangin kakakmu itu kalau aku nggak suka ketemu sama si itu. Kalau aku yang bilangin dia malah nuduh aku masih ada rasa suka sama dia....." Keluh Lukman pada adiknya.


"Oh My God... aku lagi yang kena...."


"Mau ada acara apa sampai panggil WO segala?" Tanya Lukman yang sejak tadi dilanda penasaran.


"Kayaknya buat opening butiknya kak Lala deh. Tapi nggak tahu juga sih..."

__ADS_1


__ADS_2