Bukan Laila Majnun

Bukan Laila Majnun
Dulu


__ADS_3

"Pergi sana nggak usah ngurusin aku!" Kata Laila pada suaminya dengan mode galak on.


Bukannya membujuk sang istri yang sedang merajuk, Lukman malah meninggalkan istrinya, membuat wanita hamil itu keluar tanduknya.


Ia lemparkan bantal guling yang ada di atas tempat tidur ke pintu yang baru saja ditutup oleh suaminya.


"Dasar suami tidak peka!!!" Laila bernafas dengan tergesa saking marahnya. Tanpa diminta air matanya jatuh mengaliri pipinya yang putih berseri.


Laila berani marah-marah karena adiknya sudah pergi ke sekolah dan ayah mertuanya juga sudah berangkat kerja. Tubuhnya masih lemas tapi kalau untuk marah-marah dia masih bisa. Seperti orang yang berada dalam keadaan terjepit dia bisa melakukan sesuatu yang di luar nalar dan melakukannya secara spontan. Setelah sadar barulah dia merasa heran kok bisa melakukan hal seperti itu.


Pernah lihat adegan orang yang lari-lari di kejar musuh kemudian melompati pagar tinggi yang penuh dengan kawat berduri. Seperti itulah gambaran seorang wanita yang sedang marah. Ada pasokan energi tersembunyi yang bisa digunakan untuk meluapkan emosi.


Laila kemudian menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut sambil menyeka ujung matanya yang masih saja berair dan tak lama ia pun tertidur karena energinya terkuras habis.


Lukman datang sambil membawa nampan berisi nasi goreng bikinannya sendiri juga kelapa hijau yang sudah di cungkil ujungnya. Sedotan dan sendok ia taruh di dalamnya. Pria berbadan tegap yang sekarang selalu tampak macho itu menghampiri sang istri dengan senyum merekah.


"Yank... ayo makan dulu!" Lukman berkata riang sekali tak merasa bersalah telah menyakiti sang istri.


Laila terbangun begitu mendengar suara Lukman di dekatnya tapi tak mau membuka selimut yang menutupi kepalanya.

__ADS_1


"Yank..... Aku lagi pingin.... " Lukman sengaja ikut berbaring kemudian memeluk Laila untuk menempelkan senjatanya yang sudah berdiri tegak meski tanpa penyangga.


"Dia sudah hidup. Bagaimana ini ?" Tanya Lukman sambil menggesek-gesekkan bagian pusat tubuhnya yang menegang di tubuh istrinya. Laila yang memang ingin tak bisa lagi menolak apalagi berlagak jual mahal pada rangsangan yang menggoda syahwatnya.


Wajahnya yang cantik tampak menyembul dari balik selimut sambil menghadap sang suami.


"Pehape ya?" Tanya Laila ketus takut jika itu hanya bujukan suaminya agar ia mau makan.


"Serius.... tapi setelah kamu makan. Kalau dihabiskan baru aku kasih jatah" Kata Lukman sambil mengarahkan tangan Laila pada pangkal tubuhnya.


"Apa ini?" Tanya Laila sambil membelainya.


"Kesukaan istriku yang bisa bikin dia merem melek ah ih uh"


"Beneran.... kita coba aja dulu kalau nggak percaya. Pegel-pegel capek-capek hilang semua" Tangan si pria seperti punya mata dan bergerak tanpa di perintah. Ke tempat-tempat yang dia suka dan membuat sang istri men****h.


"Masak sih sampai sebegitunya. Dia ajaib sekali...!" Laila tak mau kalah dengan suaminya dan menggerakkan tangannya yang sudah terlatih pada si tulang muda.


"Mau coba nggak?" Tanya Lukman yang tahu istrinya tak pernah bisa menolak pesonanya.

__ADS_1


Benar saja Laila mengangguk dengan semangat empat lima.


"Makan dulu sampai habis baru nanti aku kasih nafkah batin tapi mingkem ya...!" Goda Lukman sambil mendudukkan istrinya. Laila yang sudah terpancing gairah langsung melahap makanannya dengan hati berbunga-bunga. Perutnya juga seakan tahu diri dan tak bergolak lagi. Hilang sudah rasa lemas dari tubuhnya. Nasi goreng dan degan yang disuguhkan oleh Lukman dalam sekejap sudah berpindah ke dalam perut Laila.


"Sudah habis" Katanya sambil tersenyum pada Lukman seperti seorang anak kecil yang mengharapkan reward karena telah menyelesaikan tantangan yang diberikan.


Lukman tersenyum karena istrinya terlihat imut di matanya. Ia usap sisa makanan yang menempel di ujung bibir istrinya kemudian ******* bibir rasa nasi goreng itu dengan perasaan bahagia.


Selanjutnya terserah anda pemirsah


😂😂😂


.


.


.


.

__ADS_1


Tak sabar ingin segera menyelesaikan cerita ini karena endingnya yang tak tertebak and I am very excited. Aku yakin belum ada yang pernah menulis seperti ini dan kalian yang baca mungkin juga nggak akan berpikiran sampai kesana.


Cepetan cepetan aku udah nggak sabar.


__ADS_2