
Rumah pak Dirman, ayah Lukman yang biasanya nampak sepi kini dipenuhi banyak orang. Semua ikut berbahagia untuk menyambut kedatangan pengantin baru di rumah itu. Ibu-ibu mempersiapkan segala keperluan untuk menyambut para tamu dan juga menghias kamar pengantin dengan menaburkan bunga melati diatas tempat tidur dan menaruh bunga sedap malam di pojokan untuk memberi aroma segar yang menghanyutkan suasana malam pengantin baru.
Bang Alif dan Kak Mia yang memandu dan mengurus semuanya. Sedangkan Ani dan Karina baru akan libur keesokan harinya saat hari H. Semua karyawan bang Alif yang ada di toko diliburkan dan dibawa kesitu untuk membantu para warga yang melakukan berbagai macam persiapan. Toko online bang Alif close selama dua hari dengan memberikan pengumuman di media sosial mereka sehari sebelumnya.
Lukman hanya mengeluarkan biaya untuk sepaket dekorasi, make up dan terop sedangkan konsumsinya semua ditanggung oleh ayahnya, pak dirman. Pak dirman bersikeras menolak uang Lukman dengan mengatakan akan menggunakan alasan pernikahannya untuk mengundang teman-temannya, menjadikannya sebagai ajang reuni. Sebenarnya hati Lukman bersorak mengucap Alhamdulillah karena uangnya sedang pas-pasan saja tapi ia malu jika untuk pernikahannya ia mengandalkan harta orang tuanya.
Sebagai seorang lelaki yang sudah dewasa pantang baginya untuk meminta pada ayahnya. Ia berkaca pada Bang Alif yang bisa mandiri bahkan mencukupi semua kebutuhan Ani tanpa dukungan ayah kandungnya meskipun tentu saja Pak dirman memberi jatah tiap bulan untuk mereka berempat.
Lukman selalu berusaha meniru abangnya dalam segala hal padahal setiap orang mempunyai kepribadian dan keahlian yang berbeda. Setiap manusia itu unik dengan kelebihan dan kekurangan nya masing-masing dan Lukman lupa untuk menggali keahliannya sendiri.
Kemarin malam Karina dan Ani mencoba bernegoisasi dengan Lukman lewat telpon agar ia pulang dan tidur di rumah, maksudnya mereka biar Lukman dan Laila tidak ketemu dulu sampai hari H saat dipertemukan nanti.
"sehari aja bang...! dipingit gitu maksudnya..." Karina menghidupkan loud speaker sehingga Ani dan bang Alif yang ada didekatnya juga mendengarnya
"itu kalau belum nikah... Aku ini sudah nikah! status kami adalah suami istri...."
"iya tahu.... cuma sehari aja kenapa sih bang... nanti biar pangling terpesona gitu waktu dipertemukan..."
"nggak usah..! nggak wajib juga...."
__ADS_1
"emang Abang ada acara apaan sih?" Ani ikut bertanya
"mau membunuh syetan..."
"hah....?" Ani dan Laila kaget mendengarnya. Mulut mereka terbuka dan saling berpandangan. Belum hilang rasa bingung mereka abangnya mengakhiri percakapan mereka.
"sudah malam tidur sana!! assalamualaikum .."
"ha... waalaikumsalam warahmatullah" Ani dan karina menjawab bersamaan
"eh.... iiihhh.... geram sangat...."Karina menirukan kak Ros yang sedang marah pada Upin Ipin.
"aku masih kecil bang... belum punya pacar juga. Tuh yang sudah siap....." kata Karina sambil menunjuk kakaknya Ani dengan dagunya.
"jodoh siapa yang tahu...."kata bang Alif
.
.
__ADS_1
.
Pengantin wanita sudah berada di rumah Pak dirman sejak pagi tadi sesudah solat subuh. Sedangkan pengantin lelaki disembunyikan di rumah bang Alif. Keduanya berangkat bersama kemudian berpisah sementara karena nanti para tetangga Laila akan mengiringi Lukman sedangkan Laila akan keluar dari rumah pak dirman. Mereka sudah melakukan akad ijab qobul yang kedua kalinya di KUA beberapa hari setelah lamaran.
Jam 10 pengantin wanita sudah selesai dirias dengan menggunakan kebaya putih dan hijab serta hiasan mahkota dan untaian bunga melati panjang dari belakang kepala yang diselampirkan sampai ke dada. Lukman memakai baju warna putih dengan sarung yang dililitkan diatas lutut dengan kopyah warna senada. ia bersikeras tidak mau memakai bedak dan lipstik meski sedikit saja.
Mereka akan menggunakan adat Jawa meski tidak secara penuh, hanya sebagian saja.
Didepan gerbang diatas terop sudah dipasang tarub dan blaketepe. Juga ada pohon pisang yang sedang berbuah dikiri dan kanan pintu masuk yang disebut sebagi tuwuhan

????!!!!""""()*%%%%%%@@@@!!!!!?????
Tarub merupakan atap sementara atau peneduh di halaman rumah, yang dihiasi janur melengkung. Karena fungsi peneduh sudah diganti dengan tenda yang lebih mudah dan fungsional, tarub digunakan hanya sebagai simbolis saja.
Bleketepe merupakan anyaman daun kelapa tua yang dipasang oleh oleh orang tua mempelai wanita.
Sedangkan tuwuhan adalah tumbuh-tumbuhan seperti pisang raja, kelapa muda, batang padi, janur, yang dipasang di kiri dan kanan gerbang. Tuwuhan bermakna harapan agar calon pengantin memperoleh keturunan yang sehat, beretika, berkecukupan, dan bahagia.
__ADS_1