
Lukman merasa menjadi orang yang sangat tidak berguna. Dia yang seharusnya menggandeng mesra istrinya saat periksa kini malah kebalikannya. Sang istri yang mendorong kursi rodanya menuju ke tempat antrian. Mendapat banyak tatapan mata yang tak biasa membuatnya tidak nyaman berada di tempat umum.
Bagaimana tidak, sosok Laila yang sempurna secara fisik tampak selalu menarik perhatian setiap mata yang memandang. Sedangkan dirinya yang punya postur tinggi tegap hanya duduk di kursi roda membuat orang-orang yang melihatnya menjadi kasihan ada juga yang seperti keheranan.
Lukman bisa menekan rasa malunya karena ingin membuat istrinya bahagia. Apapun yang orang pikirkan ia bisa kesampingkan asalkan Laila bisa tersenyum, tidak marah-marah, dan selalu ceria.
Berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan sang suami, Laila sama sekali tidak merasa keberatan. Tidak ada gurat malu mempunyai suami cacat macam Lukman. Asal Lukman selalu bersamanya ia akan bahagia. Sudah bucin akut rupanya.
Ia melakukan pemeriksaan tekanan darah, timbang badan dan diminta untuk melakukan test urin menggunakan testpack yang diberikan oleh perawat kepadanya.
Lukman hanya melihatnya dari kursi rodanya. Memandang kemanapun Laila melangkah dan saat ibunda Latif dan Labib itu menoleh ke arahnya ia akan memberikan senyum terbaiknya. Saling menatap lewat sorot mata yang memancarkan kebahagiaan meski dengan keterbatasan.
******
Di ruang pemeriksaan terlihat dokter Tiara mengerutkan keningnya saat melihat monitor. Dia pun menggerakkan USG doppler dan menghentikannya sejenak.
"Sepertinya ini kehamilan ektopik. Kalau sesuai HPHT harusnya usia kandungan ibu Laila masih sekitar empat minggu tapi di dalam rahim sepertinya kosong nggak ada kantong janinnya dan sewaktu pakai testpack tadi kadar HCG nya juga tinggi. Itu artinya ibu memang benar hamil. Tapi ini masih praduga sementara".
__ADS_1
Laila dan Lukman saling berpandangan mendengar istilah kedokteran yang hampir sering di dengar oleh mereka. Seringnya Laila keguguran membuatnya mendapat pengetahuan tentang istilah-istilah yang berhubungan dengan kehamilan dari Ani maupun dari Karina.
Lukman tahu apa yang baru mereka dengar itu bukan hal baik dan pasti membuat istrinya khawatir. Ia memang ingin punya anak lagi kalau bisa perempuan tapi tidak sekarang. Ingin pulih terlebih dahulu agar bisa mengantarkan istrinya cek kandungan dengan gagah dan ikut merawat anak-anaknya bersama. Tidak seperti sekarang. Untuk beraktifitas sendiri saja dia masih butuh bantuan.
"Bagaimana kalau USG trasvaginal agar kita bisa melihat lebih jelas embrionya ada dimana?" Tanya Dokter Tiara.
"Mohon maaf sebelumnya jika memang terlihat kehamilannya ektopik sebaiknya sesegera mungkin diakhiri ya bu... pak..."
Laila merasa dadanya menjadi sesak mendengar penuturan dokter Tiara. Setengah tahun yang lalu ia sudah kehilangan bayinya dan sekarang bahkan ia baru mengetahui kalau dia hamil tapi dokter mengatakan sebaiknya segera diakhiri jika memang kehamilannya kali ini terbukti kehamilan ektopik.
Laila menggelengkan kepala dengan pelupuk mata yang sudah menggenang. Memegang perutnya yang masih rata seolah-olah mempertahankan apa yang ada didalamnya agar tak direnggut paksa oleh dokter Tiara.
Dokter Tiara menganggukkan kepala ikut meyakinkan pasiennya. Sedikit merasa bersalah karena menjelaskan lebih awal membuat pasiennya ketakutan.
Dengan keterbatasannya Lukman masih mencoba untuk mendampingi istrinya yang masih berbaring di atas bed. Laila memejamkan mata tak berani melihat apa yang akan dilakukan oleh dokter Tiara pada ke**luannya.
Tangannya menggenggam kuat tangan suaminya. Ia menggigit bibirnya saat merasakan sesuatu dimasukkan ke dalam alat reproduksinya. Sedang Lukman menepuk-nepuk tangan istrinya agar bisa lebih rileks tanpa melihat apa yang sedang dilakukan oleh dokter Tiara di antara kedua kaki istrinya yang sedang menekuk.
__ADS_1
.
.
.
.
.
-Seharusnya sel telur yang telah dibuahi ****** akan keluar dari tuba Fallopi dan melekat di dinding rahim hingga nanti tiba masa embrio akan datang berkembang menjadi janin dan menetap di sana sampai tiba waktunya untuk dilahirkan tapi dalam kasus kehamilan ektopik sel telur yang dibuahi itu tak keluar menuju rahim melainkan menetap di organ lain ibu..
- USG transvaginal dilakukan dengan cara memasukkan alat USG yang menyerupai tongkat sepanjang 5 sampai 7 cm ke dalam ****** prosedur ini umumnya berlangsung selama 30 sampai 60 menit dan hasilnya bisa diketahui dengan cepat.
Prosedur ini biasanya dilakukan untuk -memastikan kehamilan,
- mengamati detak jantung janin, -memeriksa kelainan pada plasenta, -mencari sumber pendarahan tidak normal saat hamil
__ADS_1
-mendiagnosis kemungkinan keguguran -memeriksa kemungkinan risiko komplikasi kehamilan seperti kelahiran prematur.
sumber alodokter.com