Bukan Laila Majnun

Bukan Laila Majnun
Keluarga


__ADS_3

Laila, Ani dan Karina sedang berada di kamar Lukman. Ani membantu melepaskan aksesoris yang ada di kepalanya Laila. sedangkan Rina masih antusias dengan mengambil foto barang-barang bawaan dari para tetangga Laila dan juga beberapa yang disiapkan sendiri oleh Lukman.


"Kak, tadi yang direbutin sama orang-orang tadi apa?" tanya Ani pada Laila karena penasaran.


"Oh itu....perlengkapan dapur, ada dandang, panci, centong, kukusan, tampah, piring dan gelas plastik, saringan. Itu namanya bubak kawah. Biasanya dilakukan saat punya mantu untuk pertama kalinya." Jawab Laila.


"Lucu lho kak.... baru kali ini lihat yang kayak gitu. Ibu-ibunya begitu dapat aba-aba dari pembawa acara langsung diserbu itunya tadi. Kasihan mas nya yang bawa tadi. Pasti kakinya Keinjek-injek haha... lucu deh..." Ani tertawa mengingat kejadian yang baru pertama kali ini ia saksikan.


" Bang Lukman kok mau ngelakuin kayak tadi ya kak? Emang kakak apain sih kok jadi manut kayak gitu?" kata Rina


"Aku cuma bilang ingin pernikahan adat Jawa karena ayah dan ibu berdarah jawa. Aku juga nggak nyangka kalau mas Lukman mau melakukan ini semua. Ternyata dibalik wajah garangnya itu dia sweet banget...." Kata Laila menutup mukanya karena malu membuat Ani dan Rina berpandangan dan menelan ludah.


' Masa bang Lukman yang galak dibilang sweet .... hadeh.....Dasar cinta.... Bucin.....!!!' Batin keduanya.


"Tadi itu juga kenapa makannya nggak ditunda dulu? Makan di pelaminan .... bikin malu. Kesel aku sama abang...." Rina nyerocos kemudian mengambili aneka perintilan di kepala Laila.


"Eehm....." Lukman berdehem saat masuk kamar. Ia baru saja solat dhuhur di masjid.


"Apapa eham ehem...? tadi kenapa sih bang makannya nggak ditunda dulu? kayak orang nggak makan berhari-hari saja?" Rina menginterupsi abangnya.


"Mubadzir kalau nggak dihabiskan. Kalau sekarang baru dimakan ya nggak enak lah. Enek mbededek" Lukman menjawab dengan jelas.


Ia melihat istrinya yang kepalanya sedang ku otak atik bersama Karina. Ia meletakkan kopyahnya di meja kemudian mendaratkan badannya di kasur. Kedua telapak tangannya dipakai sebagai bantal kepalanya. Ia kemudian menatap Laila dengan pandangan manja.


wow... Kedua adiknya sampai ternganga.


'Ternyata bang Lukman bisa ya kayak gitu.... hadeh.... cepat sekali perubahannya. Padahal belum sebulan nikahnya'


"Banyak tamu lho bang.... masak tidur...."kata Ani mengingatkan abangnya yang tampak lelah dan malas-malasan.


Laila menggerakkan telapak tangannya meminta agar kami berhenti melepas accecoris di kepalanya. Ia kemudian berjalan ke arah suaminya dan duduk disampingnya. Ia memijit kaki Lukman pelan-pelan dengan penuh kasih sayang.


"Capek ya yank.?"


Bang Lukman menganggukkan kepalanya sambil menatap mata istrinya dengan pandangan puppy eyes. hiyya.... ada apa dunia? Merinding jadinya.


"Nanti aku malam aku pijitin...." laila mengatakannya dengan pelan tapi kedua adik iparnya masih bisa mendengarnya. Pengantin wanita itu menutup mulutnya dengan telapak tangannya agar tak terlihat oleh kedua gadis yang ada di sampingnya.

__ADS_1


"Janji ya...?!.." Mata Lukman langsung berbinar


"Iya....! Yang penting sekarang mau nemuin tamu dulu. Kasihan bang Alif sama ayah.. tamunya nggak habis-habis...." Rayuan sang istri rupanya ampuh.


Lukman tiba-tiba mengarahkan kedua tangannya pada istrinya dan minta ditarik, dibangunkan.


'Ya Alloh... bang Lukman kenapa jadi manja begitu ya.... nggak salah lihat kan.....' Ani dan Rina sampai bengong melihat abangnya yang manja dan sok sweet kayak gitu.


"Mmmmuuahhh....." Lukman mencium bibir Laila. "Aku tagih nanti janjinya..." Katanya sambil berdiri dan tanpa rasa bersalah sama sekali.


"Abang.......!!!!! lihat-lihat dong.... ada anak kecil ini!!" teriak Rina.


"Tutup mata dong !" katanya sambil memakai celana kemudian melepaskan sarungnya.


"Kak Lala jangan mau digituin...!"kata Rina lagi.


"Eh... kenapa?" Laila justru bingung mendengar pertanyaan adik iparnya.


"Pokoknya jangan mau kak! dia itu kan galak suka marah-marah nggak jelas. ngambekan juga." Rina menjabarkan keburukan abang nya sendiri.


"Dasar anak kecil....!! istri itu ya harus mau diapa-apain sama suami. Kamu ini aneh...!" Lukman mengacak rambut Rina sambil berlalu keluar kamar.


"Buruan solat...! banyak tamu tuh....!" kata Lukman saat hendak menutup pintu.


"Baik tuan muda...." canda Ani.


"Nggak jelas.., yang menikah siapa yang disuruh nemuin tamu siapa? " Rina masih sewot saja pada abangnya.


"Kamu solat duluan sana! Biar aku yang melepas kepalanya kak Lala..."


"Kepala...?" Tanya Rina sambil membelalakkan matanya.


"Ish.... accecories nya maksudnya. Nggak jelas...." Kata Ani ikut sewot.


"Pak Zainal nanti pasti kesini...." Kata Laila yang masih canggung memanggil adik-adik iparnya hanya menggunakan nama saja karena usianya yang memang lebih tua darinya.


Muka Ani langsung berubah warna, ia merasa kurang nyaman jika saat ini membicarakan soal kekasihnya karena sepertinya cinta keduanya terhalang restu orang tua.

__ADS_1


Laila yang merasa salah bicara kemudian langsung diam tak berani lagi membuka mulutnya.


"Sudah kak..." Kata Ani yang sudah membersihkan kepala kakak iparnya dari aneka printilan. "Tinggal bersihkan mukanya saja"


"Makasih..." Jawab Laila.


"Aku tinggal solat dulu ya kak..." Ani memberikan senyum cantiknya sebelum akhirnya meninggalkan Laila sendirian.


Laila menatap sekeliling kamar suaminya. Ini adalah kali pertama dia melihat kamar sang suami.


Kamarnya luas dan bahkan ukurannya mungkin hampir sama dengan luas rumah kontrakannya yang memanjang dari dapur sampai ruang tamu.


Kamar itu sepertinya di dominasi dengan warna zebra, hitam putih. Di dindingnya terpasang foto keluarga dalam ukuran besar juga ada seorang anak muda yang bisa ditebak oleh Laila jika gambar itu milik suaminya.


Laila yang merasakan kasur milik sang suami sangat empuk kemudian menekan bokongnya hingga tubuhnya terpantul. Ia pun mengulanginya lagi. Ia bahkan berdiri di atas kasur kemudian meloncat-loncat diatasnya membuat tubuhnya terpantul ke atas seperti naik trampolin. Narsis sekali tingkahnya.


"Yank...."


"Ya Alloh..... astaghfirullahaladzim..," Laila yang hilang keseimbangan kemudian terjatuh di atas kasur.


Lukman yang tadi masuk ke kamar merasa heran melihat istrinya melompat-lompat di atas kasur.


"Mas ngagetin aja deh..." Laila yang kini terduduk memegangi dadanya karena masih kaget.


"Ngapain loncat-loncat?" Tanya Lukman.


"Seneng aja. punya kasur empuk kayak gini...." Kata Laila malu-malu.


"Oowh..... nanti malam kita coba gaya loncat baru..." Jawab Lukman semangat.


"ok..." Laila berbisik di telinga Lukman yang kini sudah duduk di sampingnya.


"Ya sekarang solat dulu! Sudah ditungguin sama tamu-tamu. Pada nanyain pengantin wanitanya yang mana?"


"Iya iya aku hapus make up dulu ya mas" Serunya sambil buru-buru turin dari ranjang.


Laila mulai duduk di depan cermin untuk membersihkan sisa make up di wajahnya.

__ADS_1


Gadis cantik itu mengambil botol kemasan kecil di atas meja rias dan setelah dibaca ternyata itu adalah minyak Zaitun. Sejurus kemudian dia mengoles minyak tersebut ke mukanya menggunakan kapas wajah untuk membersihkan wajahnya. Ini pertama kalinya dia menggunakan minyak zaitun untuk mbersihkan makeup. Di luar dugaan hasilnya ternyata sangat baik. Makeup seperti dikelupas.


"Aku tunggu di luar ya..." Lukman mencium rambut Laila kemudian pergi meninggalkan istrinya sendirian.


__ADS_2