Bukan Laila Majnun

Bukan Laila Majnun
Coba saja


__ADS_3

Gadis itu langsung naik dengan buru-buru begitu Lukman menghentikan motornya. Ia menepuk-nepuk pundak Lukman dengan keras sambil melihat ke belakang. Terlihat sekali kalau dia panik bukan main.


"Ayo cepat jalan!! Buruan!" Gadis itu tak sabar dengan sikap Lukman yang hanya diam dan berusaha melihat wajahnya dari samping.


"Pak, tolong bawa saya keluar dari sini! Saya akan membayarnya nanti. Tolong cepat, mereka orang-orang jahat.!!!!" Gadis itu semakin mengeraskan pukulan tangannya pada lelaki yang belum dikenalnya.


Lukman yang melihat dari spion ada dua orang lelaki yang berlarian seperti mengejar si gadis langsung melajukan kendaraannya dengan kecepatan penuh. Ia merasa harus menolong gadis yang duduk di belakangnya dari orang-orang yang hendak memperdayainya.


Gadis itu mencengkeram pinggang Lukman karena motor Lukman melaju dengan kecepatan tinggi yang menciutkan nyali. Dan Lukman merasa jantungnya berdebar-debar kali ini. Hal seperti Ini mengingatkannya pada kejadian beberapa tahun yang lalu. Saat ia bersama Laila diawal-awal pertemuan mereka. Lukman ingat saat ia mengantarkan Laila pulang kerja dan kesasar. Bibirnya tersenyum mengingat momen lucu itu yang membuat jantungnya terpacu.


Anehnya disini Lukman tak marah saat gadis yang diboncengnya mencengkeram pinggangnya. Padahal dulu saat Laila memeluknya karena tak sengaja saat dengan tiba-tiba dia mengerem motornya, Lukman marah dan meminta Laila melepaskan pelukannya.


"Pak! pak! berhenti disini pak!" Gadis itu menepuk pundak Lukman berkali-kali dan memintanya berhenti karena mereka sudah tiba di jalan besar dan itu membuatnya aman.

__ADS_1


Lukman pun menghentikan kendaraannya dan menoleh pada si penumpang.


"Terimakasih ya pak! Lain kali saya akan membayarnya. Saya janji" Kata si gadis memperlihatkan dirinya kemudian buru-buru pergi.


"Tunggu dulu!" Lukman meraih lengan kecil si gadis. Hal yang paling tidak disukainya. Memegang sesuatu yang tidak halal untuk nya dan nyatanya sekarang ia melakukannya.


"Siapa mereka?" Tanya Lukman.


"Bukan siapa-siapa pak. Tenang saja!" Ia tersenyum dengan menarik ujung-ujung bibirnya sampai penuh membuat wajahnya terlihat aneh. Dan lagi-lagi Lukman malah melihatnya dengan sedikit tersenyum karena merasa gadis itu lucu sekali.


"Katakan dulu siapa dirimu? Kenapa malam-malam masih saja berkeliaran? Dan kenapa orang-orang tadi mengejarmu?" Tak disangka Lukman bisa berkata panjang lebar pada orang asing yang baru ditemuinya. Padahal dia pelit kata.


"Ini tidak ada hubungannya dengan anda! Lagipula saya bisa menjaga diri saya sendiri!!" Suaranya meninggi membuat orang-orang memperhatikan keduanya.

__ADS_1


Mau tak mau Lukman melepaskan lengan kecil gadis itu yang langsung berlari. Lukman memperhatikan dengan seksama ternyata perawakan gadis itu hampir menyerupai istrinya. Wajahnya tidak cantik tapi tak bisa dibilang jelek juga. Standar seperti wajah Laila. Tingginya, posturnya dan rambutnya sama persis dengan rambut istrinya saat pertama kali mereka berjumpa. Hanya saja lekukannya tak mengalahkan milik istrinya. Dada dan pinggul Laila aduhai sehingga membuatnya selalu cemburu kalau ada pria yang meliriknya meski cuma sekilas padahal istrinya juga tidak mengumbarnya, malah menutupnya dengan gaun yang longgar.


Gadis itu berbalik sebelum masuk kedalam gang. Ia menjulurkan lidahnya dengan kedua tangan berada di bawah daun telinga. Ternyata dia berani mengejek Lukman.


Bukannya marah dia malah merasa dejavu dengan keadaan itu. Saat di awal perjumpaannya dengan Laila, istrinya itu takut padanya tapi di lain waktu dia juga berani mengejeknya.


Lukman pun melanjutkan perjalanan pulang dan di sepanjang jalan dia mencoba membandingkan istrinya dan gadis yang tadi secara tak sengaja ditemuinya. Pria beranak dua itu menyunggingkan senyum membayangkan seandainya dia beristri dua. Mungkin masing-masing istrinya tidak akan berani ngambek. Justru keduanya mungkin akan berlomba mencari perhatian darinya.


"Boleh juga kalau dicoba" Gumamnya saat tiba di halaman rumahnya.


.


.

__ADS_1


.


Lukman lagi eror rupanya, otaknya perlu dicuci kayaknya. pernikahan kok coba-coba.


__ADS_2