Bukan Laila Majnun

Bukan Laila Majnun
Lukman


__ADS_3

" Setelah di cek semua ternyata bapak mengalami GBS bu. Itu termasuk penyakit auto imun, penyakit langka dan belum diketahui pasti apa penyebabnya karena sampai saat ini dunia kedokteran masih belum menemukannya dengan pasti. Biasanya orang yang mengalami hal ini imunnya dalam keadaan yang sangat baik. Makanannya biasanya yang sehat-sehat, olahraga nggak pernah telat, aktifitasnya padat. Lalu ada bakteri jahat yang menyerang sistem pencernaan sehingga tubuh yang biasanya terjaga kaget dengan serangan bakteri yang datang tiba-tiba kemudian merusak sistem syaraf-syaraf tertentu yang menyebabkan kelumpuhan total seperti ini. Mungkin kemarin bapak makan-makanan yang kurang bersih dan tidak sehat sehingga tubuhnya langsung down"


"Ada dua orang yang pernah saya tangani di rumah sakit ini. Jadi totalnya ada tiga orang dengan bapak"


"Orang yang pertama meninggal dan orang yang kedua ditinggal istrinya pergi karena sudah tidak kuat lagi merawat sang suami dan akhirnya juga meninggal"


"Semoga bapak bisa selamat ya bu"


Aku bisa mendengar semua penjelasan dokter dengan jelas meskipun aku seperti terlelap. Tidak bisakah menjelaskan hal miris seperti ini di ruangan lain yang tidak terdengar olehku? Keadaan tubuhku memang tak bisa digerakkan sama sekali tapi pendengaranku berfungsi dengan baik.


Keadaan kemudian hening kembali dan aku berusaha membuka mataku lagi. Baru kali ini aku harus mengerahkan segenap tenaga hanya untuk membuka mata.


Ya Alloh padahal setiap hari aku berkedip berapa juta kali tapi aku tak merasa sebahagia ini. Ini pertama kalinya aku bahagia tak terkira saat mataku bisa terbuka untuk menatap dunia. Hal remeh yang tak pernah kusyukuri.


Masya Alloh ternyata bisa mengedipkan mata saja itu termasuk anugrah luar biasa belum lagi yang lainnya. Benar kata para pujangga kita akan merasa sesuatu itu sangat berharga saat kita sudah kehilangan. Seperti aku yang kini kehilangan kekuatan.


"Abang sudah bangun?"


"Alhamdulillah.... terima kasih Ya Alloh..."


Istriku nampak bahagia meski ada gurat kesedihan di sana. Ia menyusut ujung matanya sambil tersenyum padaku. Diambilnya tanganku lalu dikecupnya dan aku sama sekali tidak merasakan apa-apa. Syaraf-syaraf kulitku sepertinya tidak berfungsi sama sekali.


" Abang tahu sudah berapa lama disini?" Katanya sambil menciumi tanganku dan aku merasa terganggu dengan panggilannya padaku. Aku lebih suka dia memanggilku mas. Merasa spesial saja dengan panggilan itu dan tidak semua orang kuizinkan memanggilku dengan sebutan mas.


"Abang ditemukan di lantai masjid dalam keadaan pingsan kemudian orang-orang langsung membawa abang ke rumah sakit. Untung rumah sakitnya dekat jadi bisa segera ditangani"


"Kenapa?" Sepertinya dia tahu melalui kerutan mataku kalau aku tak suka dengan panggilannya.


"Mulai sekarang aku tidak akan memanggil dengan panggilan kesukaan abang seperti biasanya karena wanita itu memanggil abang dengan sebutan kesayangan abang itu"


"Abang sayang banget ya sama dia? Sampai melupakan aku?" Matanya menatap tajam padaku. Kalau aku dalam keadaan sehat mungkin dia akan memukuli tubuhku seperti biasanya.


"Tahu nggak bang, rasanya saat aku melihat abang ada di rumah sakit bersama seorang wanita yang sedang hamil. Aku melihat dia membawa buku KMS dan aku yakin kalau abang baru mengantarkan dia untuk periksa kandungan. Sakit bang rasanya..." Istriku mengusap air matanya yang menetes dengan deras sambil memukul-mukul dadanya. Ia pasti kecewa sekali padaku. Suami macam apa aku ini.

__ADS_1


"Bayangkan.... Aku minta ditemani untuk periksa waktu aku merasa tak enak badan tapi abang mengabaikan permintaanku dan tidak pernah menanyakannya lagi padaku. Saat aku mengatakan kemungkinan aku sedang hamil abang terlihat terkejut dan seperti tidak menginginkan anak di dalam perutku. Lalu saat itu aku bisa melihat..... waktu itu....."


Laila terlihat terpukul dan menarik nafasnya berkali-kali sambil mengusap air mata juga ingusnya. Betapa kejamnya aku ini. Lebih memperhatikan wanita lain daripada istri sendiri.


"Waktu itu..... aku.... melihat abang begitu bahagia setelah mengantarkan dia periksa kehamilan"


"Abang terlihat begitu menjaganya dan menyayanginya"


Laila begitu menyedihkan saat ini. Air mata membanjiri pipinya yang putih bersih.


Sayang maafkan kehilafanku.


Kenapa aku menjadi pria bodoh seperti ini, maafkan aku sayang, batinku.


"Apa aku sungguh begitu tak berarti buat abang?"


"Tak adakah yang bisa mengeratkan hubungan kita lagi padahal sudah ada Labib dan Latif diantara kita?"


"Tak adakah kebaikan dariku yang bisa diingat yang bisa membuat abang harus mempertahankan aku dan membujukku?"


Kenapa aku sampai tega berbuat seperti itu pada istriku sendiri?


"Aku tahu aku ini wanita hina yang tiba-tiba hadir dalam kehidupan abang. Membawa banyak masalah dan membuat abang kesulitan. Aku minta maaf...!"


Kenapa justru mengatakan hal seperti itu?


"Biarkan aku merawat abang sekarang seperti seorang adik yang merawat kakaknya untuk membalas semua kebaikan abang padaku juga pada Doni. Sebagai ucapan terima kasih karena sudah memberiku keluarga besar yang sangat menyayangi kami. Keluarga religius yang mau menerima kami dengan tangan terbuka. Yang mau bersabar dan mengajari kami cara untuk beribadah dengan baik dan benar"


"Hiks"


"Setelah abang sembuh aku akan melepaskan abang. Mungkin sekarang abang menemukan cinta abang"


"Aku sadar diri siapa aku ini. Abang datang padaku untuk menolongku bukan karena mencintaiku. Itu karena hati abang yang lemah lembut tak bisa melihat orang lain menderita"

__ADS_1


"Berjuanglah untuk sembuh bang! Aku ingin abang bahagia setelahnya."


"Berjuanglah untuk sembuh dan aku akan menemani selama proses kesembuhanmu"


"Setelah abang sembuh semua terserah pada abang"


"Lebih baik aku melihat abang tetap hidup bahagia dengan wanita lain daripada aku kehilangan abang dan tak bisa melihat abang di dunia ini lagi"


Tidak aku ingin bersamamu sekarang


"Terima kasih sudah hadir dalam hidupku. Terima kasih sudah memberiku anak-anak yang lucu. Aku berdoa semoga setelah badai berlalu abang juga akan bahagia"


Dia tersenyum sambil mengusap air mata nya yang tak mau berhenti keluar sampai wajahnya terlihat sembab.


Kenapa? Kenapa dia malah mau melepaskanku? Tidak aku tidak mau. Aku mencintaimu.


Laila kumohon dengarkan aku!


Ya Alloh beri aku kesempatan untuk hidup sekali lagi. Aku berjanji padamu aku tidak akan membuatnya bersedih seperti ini lagi.


Demi Alloh aku berjanji jika aku diberi kesempatan hidup sekali lagi aku tidak akan menduakannya lagi.


Ya Alloh kumohon....


Ya Alloh.....


Tiiiiit......


"Dokter.......!!!!" Laila berteriak panik sambil mencoba menekan bel yang sepertinya berada di dekat kepalaku karena mendengar bunyi alat medis jantung yang menandakan kalau keadaanmu memburuk.


...****************...


Yang bingung mimpinya itu darimana, coba dibaca beberapa bab ke belakang ya. Setelah tidur di lantai masjid kemudian ia bermimpi.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Guillaine Barre Syndrom (GBS) adalah penyakit autoimun yang menimbulkan peradangan dan kerusakan mielin (material lemak, terdiri dari lemak dan protein yang membentuk selubung pelindung di sekitar beberapa jenis serat saraf perifer). Gejala dari penyakit ini mula-mula adalah kelemahan dan mati rasa di kaki yang dengan cepat menyebar menimbulkan kelumpuhan. Penyakit ini perlu penanganan segera dengan tepat, karena dengan penanganan cepat dan tepat, sebagian besar sembuh sempurna.


__ADS_2