Bukan Laila Majnun

Bukan Laila Majnun
ciuman pertama


__ADS_3

Kebetulan Laila yang sedang menunggu Lukman melihat hal itu dan hatinya tiba-tiba mendidih, panas sekali.


"Maaf .... saya tidak sengaja" kata gadis itu sambil memandang Lukman dan tersenyum malu-malu, sepertinya ia sengaja menabrakkan dirinya kepada Lukman karena postur dan wajahnya yang memang tampan-tampan garang.


Lukman sempat melihat Laila yang sedang menatapnya, "iya... iya. nggak masalah...."


Ia pun buru-buru berjalan menuruni tangga untuk menyusul istrinya yang kini berjalan keluar.


"Tunggu sebentar! kata gadis itu sambil memegang lengan Lukman, "boleh kita kenalan?"


Lukman menarik tangannya kemudian mengangkat kedua tangannya ke atas, "maaf saya buru-buru" katanya sambil bergegas melangkah lebar-lebar agar bisa segera menyusul istrinya.


Lukman mencengkeram lengan Laila saat ia sudah berhasil mensejajari langkah istrinya itu kemudian menautkan jemari mereka dan membawanya ke parkiran. Saat sudah di samping sepeda motornya ia memakaikan helm dikepala Laila sambil menatap wajah istrinya yang terlihat kesal. Laila menurut saja tidak mengelak tapi juga tidak mau melihat muka sang suaminya yang tampan.


Hatinya mendidih saat melihat Lukman tidak segera menarik tangannya ketika dipegang oleh temannya yang genit tadi. Dia lupa jika dulu dia sama saja dengan temannya itu. Sama-sama genit.


Apa jangan-jangan mereka ada hubungan. Hatinya berpikir berbagai kemungkinan yang terjadi dan itu menyakiti hatinya . Air matanya ingin tumpah tapi sebisa mungkin ditahannya

__ADS_1


Begitu sampai depan rumahnya Laila bergegas membuka kunci rumahnya dengan tergesa-gesa. Ia langsung masuk menuju kamarnya dan menguncinya. Ia meluapkan tangisnya dengan menelungkupkan badannya di kasur.


Lukman buru-buru mengunci motornya di teras rumah. Ia hanya memasukkan motornya saat malam hari saja karena sempitnya ruang tamu kontrakan itu. Pria itu kemudian mengunci rumah dan menaruh tas ransel dan kresek berisi sayuran di kursi ruang tamu kemudian menyusul Laila ke kamarnya.


Dikunci dan Lukman bisa mendengar isakan tangis Laila dan itu membuatnya semakin bingung dan kalut.


"La...... buka pintunya!" Laila mendengar namanya disebut lagi oleh Lukman dengan suara beratnya.


"Kamu kenapa? jangan kekanakan seperti itu. Kalau ada masalah kita bicarakan!" kata Lukman sambil menggerak-gerakkan gagang pintu.


Belum ada jawaban dari dalam.


Karena tak sabar dan tak mendapat balasan ia mulai mengambil ancang-ancang hendak mendobrak pintu itu. Sedangkan gadis yang didalamnya justru menunggu sejenak. Ia justru ingin tahu apakah lukman adalah orang yang suka menggertak saja atau orang yang selalu menepati ucapannya sendiri.


BRAKK....... Lukman mulai menghempaskan badannya ke pintu dengan kekuatan penuh


ceklek

__ADS_1


Pintu dibuka dan tampaklah raut muka Laila yang sembab dan tampak menyimpan kemarahan. Ia sudah tak tahan lagi dan bersiap meluapkan kekesalannya.


"Kamu suka Silvi?" tanya Laila sambil menatap wajah Lukman dengan tatapan horornya.


"Silvi siapa?" tanya Lukman sambil mengernyitkan keningnya.


"Nggak usah belagu. sudah berapa lama kalian menjalin hubungan?" tangisnya sudah berhenti kini hanya ada kilatan amarah dimatanya.


"Ooh cewek tadi namanya Silvi?" Lukman mulai tahu arah pembicaraan Laila dengan menghubungkannya dengan kejadian barusan, " kamu cemburu?" tanya Lukman sambil menyunggingkan senyumannya


"Kamu menikahiku karena kasihan kan??. Kamu sama sekali nggak menyukaiku.?? Aku benci sama kamu!!" Laila memukul dada Lukman dengan keras sambil berteriak marah.


"Kapan aku mengatakan itu?" kata Lukman dengan gigi bergemelatuk.


" Lalu kenapa kamu tidak mau menyentuhku?" kata Laila sambil berteriak saking kesalnya dan kini air matanya jatuh lagi. Ia benar-benar tak malu mengatakan hal demikian.


Lukman maju lebih mendekat lagi ke Laila agar tidak ada jarak diantara mereka. Ia terus mendesak istrinya yang terus mundur karena ketakutan dengan sorot matanya. Sampai punggungnya menabrak lemari dan kini ia tak bisa bergerak lagi.

__ADS_1


Lukman langsung memagut bibir Laila dengan sedikit kasar dan Laila yang belum siap kemudian memukuli tubuh kekar didepannya.


__ADS_2