Bukan Laila Majnun

Bukan Laila Majnun
Tamu agung


__ADS_3

Pagi itu Lukman , Ani dan Karina sudah berada di depan kontrakan Laila. Lukman segera turun dari mobil dan kedua adiknya segera mengikutinya sambil melihat keadaan di sekitar.


Ani dan Karina menganggukkan kepala sebagai salam hormat pada Para ibu-ibu yang sedang berbelanja di bakul sayur dan sedang mengamati mereka. warga yang berkerumun di sekitar situ merasa penasaran karena Laila dan adiknya hampir tidak pernah punya tamu apalagi ini tamunya membawa mobil pula. Padahal mobilnya hanya Ayla tapi mereka terkesima karena di daerah situ masih jarang yang punya mobil. Hanya pak RT saja yang mobil dan mendapat predikat kaya.


Penampilan ketiganya yang unik juga menyihir mereka. Seorang gadis cantik dengan tinggi semampai dengan rambut panjang yang terurai, memakai kemeja dan celana panjang, tampak cantik, pintar dan elegan. Gadis kedua tubuhnya terlihat lebih pendek dengan wajah kiyutnya. Dia memakai kaos dan celana jins, rambutnya diikat pinggir di bawah telinga kirinya dan ada sedikit poni di keningnya. Dan satu lagi seorang pria dengan tinggi ini badan yang sempurna wajahnya tampan hanya berpenampilan seperti bujang desa, rambut klimis dan memakai hem yang tak di masukkan ke dalam celana, kancing kemejanya tertutup tertutup sempurna sampai lehernya.


Mereka juga membawa kotak cukup besar seperti peralatan P3k.


Ibu-ibu yang berkumpul di mang sayur mengamati mereka dengan rasa kepo yang luar biasa, mereka bahkan saling berbisik membicarakan kemungkinan-kemungkinan dan menebak sesukanya.


"Assalamualaikum....." Suara bariton Lukman mengusik suasana pagi di rumah sepetak itu.


tok tok tok,


Lukman mengetuk pintu yang memang dibiarkan terbuka oleh pemilik rumahnya meski dari depan tak terlihat orang di dalamnya.


"Walaikumsalam " Doni mengeraskan suaranya agar didengar oleh orang yang ada di depan rumahnya karena ia baru saja selesai mandi. Ia hanya menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya sambil mengintip siapa yang bertamu pagi-pagi begini.


Karena ia hanya melihat Lukman yang sedang berdiri di depan pintu maka ia berjalan ke kamarnya dengan santainya.


"Masuk bang !" katanya. Matanya melihat sosok cantik dibelakang Lukman yang memiringkan kepalanya melihat dirinya yang malah tertegun penuh dengan kekaguman.


Gadis itu langsung menarik kepalanya dan bersembunyi di balik punggung Lukman karena melihat seorang cowok yang hanya memakai handuk saja.


"Buruan pakai baju!" Perintah Lukman.


" Eh iy- iya bang" Doni langsung sadar bahwa dia belum memakai baju dan langsung masuk ke dalam kamar.


Laila baru saja dari warung untuk membeli makanan beraneka rasa dalam bentuk mi instan. Maklum tanggal tua tidak bisa foya-foya tidak bisa semaunya. Saat ia berjalan menuju rumahnya ia melihat orang-orang yang sedang berbelanja sayur-mayur sedang membicarakan dirinya sambil mengamati rumahnya .

__ADS_1


Si cantik yang masih memakai pakaian semalam melihat ada mobil yang diparkir di depan rumahnya. Ia jadi penasaran dan berjalan lebih cepat agar segera sampai di rumahnya dan mengetahui siapa tamunya.


"Eh Laila, siapa mereka?", tanya ibu-ibu.


Laila mengedikkan bahunya karena memang belum tahu siapa yang sedang bertamu di rumah nya. Ia bergegas berjalan tak menghiraukan ibu-ibu yang sedang julid itu. Berbisik-bisik membicarakan orang lain, ngepoin kehidupan orang , bergosip, sepertinya itu hal wajib yang harus dilakukan oleh tetangga.


Laila berjalan pelan-pelan saat sampai di depan pintu rumahnya , ia melongok kan kepalanya terlebih dahulu ingin tahu siapa yang datang bertamu.


Ani yang duduk paling pinggir dekat pintu kemudian berdiri ketika tahu ada seseorang yang berdiri di situ.


"Pagi kak. " Ani mengulurkan tangannya pada Laila.


"aku Ani adiknya bang Lukman" katanya sambil tersenyum.


Laila yang masih kaget kemudian menjabat tangan Ani, "Laila" katanya. ia sedikit lega mengetahui kalau ternyata gadis cantik semalam adalah adiknya Lukman. Kenapa sekarang hatinya jadi berbunga-bunga?


Karina yang ada disamping Ani kemudian ikut berdiri dan menyalami Laila juga. " aku Karina , salam kenal kak!" kata Karina penuh keceriaan.


Lukman berdiri kemudian berjalan hendak keluar. Laila yang melihat Lukman seakan berjalan ke arahnya segera menepikan dirinya sampai punggungnya menatap tembok. Laila memegang dadanya, ia merasa lega, ternyata Lukman berjalan keluar bukan ke arahnya.


"Huft...."


"Duduk sini kak biar aku periksa!" kata Ani sambil menepuk-nepuk tempat yang barusan didudukinya.


"S-saya nggak sakit kok, saya baik-baik saja!" kata Laila.


"Tumitnya An!" kata Lukman yang sekarang sedang duduk di teras.


" Tumit?? " Ani terlihat bingung karena abangnya tadi hanya mengatakan untuk memeriksa adik kakak yang sedang sakit.

__ADS_1


" Duduk dulu kak !" kata Ani karena melihat Laila masih berdiri saja


"Sudah saya kasih salep kok semalam " kata Laila tetap tak mau duduk.


Lukman yang tak sabar mendengarnya segera berjalan dan berdiri di bibir pintu, "Duduk!" perintah lelaki dingin itu dengan wajah garangnya.


Laila pun duduk dengan muka cemberut.


Kalau saja tak ada kedua adiknya dia pasti sudah marah besar pada Laila yang selalu membangkangnya.


Ani dan Karina saling berpandangan melihat sisi posesif Lukman kepada gadis lain selain mereka dan yang ini lebih menakutkan karena Lukman tidak pernah membentak mereka seperti itu.


Doni yang sudah siap dengan seragamnya kemudian bergabung dengan mereka di ruang tamu.


" Kamu juga duduk Don ! buka bajumu! biar di periksa" Perintah si pria garang tapi berpenampilan cupu itu


Doni yang masih belum berani bercerita tentang kejadian semalam langsung duduk menuruti perintah Lukman karena ia melihat kemarahan di matanya.


Ani segera melihat tungkai dan tumit Laila kemudian membersihkannya dengan cairan alkohol yang ada di kotak yang mereka bawa kemudian mengoleskan salep .


"Maaf sebelumnya, tapi,....habis ini aku mau mandi, " Katanya dengan menunduk.


"Oh... gitu. Ya sudah, kakak mandi aja dulu abis itu dikeringkan terus dikasih salep lagi kemudian diplester. Kalau bisa hari ini jangan pakai high heels dulu kak. Pakai sepatu flat aja kalau memungkinkan" kata Ani menjelaskan kemudian dia berdiri mempersilahkan Laila untuk beranjak dari duduknya.


Laila berjalan masuk sambil malu-malu. Ia benar-benar merasa terharu dengan kebaikan hati keluarganya Lukman.


Sebentar kemudian dia kembali dengan membawa gelas dan teko yang berisi air putih.


"Maaf.... hanya bisa menyuguhkan air putih saja... " Katanya dengan hati-hati bukan ingin dikasihani tapi ia ingin menghormati tamunya meski hanya dengan air putih saja.

__ADS_1


"Iya kak makasih... Air putih itu minuman paling sehat di dunia ini apalagi kalau pagi begini. Paling bagus itu mengkonsumsi air putih..." Kata Ani sambil meneguk air yang di suguhkan di depannya dan hal itu mampu membuat si pemilik rumah merasa bahagia.


__ADS_2