Bukan Laila Majnun

Bukan Laila Majnun
Hasrat


__ADS_3

Lukman langsung memagut bibir Laila dengan sedikit kasar dan Laila yang belum siap kemudian memukuli tubuh kekar suaminya itu.


Lukman tak menghiraukannya dan tetap menikmati bibir yang baru saja marah-marah tak jelas padanya.


Setelah agak lama Lukman melepaskan ciumannya kemudian menempelkan kening mereka.


"Kau yang menggodaku...." kata Lukman sambil memejamkan matanya dan menetralisir debaran jantungnya karena itu adalah ciuman pertamanya. Ia agak sedikit menyesal karena melakukannya dengan penuh emosi. Harusnya itu adalah ciuman yang mengesankan dan romantis sehingga pantas untuk diingat. Tapi nasi jadi bubur, mau gimana lagi.


Cup. Lukman mencium bibir Laila sesaat.


"Kau yang memulainya...." katanya sambil kembali menempelkan kening mereka


Cup


"Kau yang memintanya duluan...."kedua telapak tangannya kemudian menangkup sebagian pipi dan kepala Laila agar menengadah ke arahnya yang lebih tinggi beberapa senti.


cup


"Aku tidak akan menahannya lagi" kemudian ia mencium Laila dengan pelan dan mesra. Saling merasakan debaran jantung yang berkejaran. Ia mengarahkan Laila untuk mendekat ke tempat tidur kemudian menghempaskan tubuh istrinya ke atas kasur dan ia segera mengungkungnya.

__ADS_1


"A.. ak.. aku.... aku,.. aku belum mandi....."kata Laila yang sedari tadi hanya menikmati sentuhan suaminya.


"Kau harus tanggung jawab....." Lukman mulai mencium leher istrinya.


"Aku masih bau.... aku akan mandi dulu...."


"Nanti saja...."


"Aku belum solat asar..."


Lukman langsung merebahkan badannya disamping Laila. Ia memejamkan matanya karena harus menekan hasrat nya yang sudah mencapai ubun-ubun. Ia menoleh ke samping ," Katanya belum solat? nunggu apa lagi?" nadanya ketus sekali.


Laila bangkit dari tidurnya dan melihat bagian tubuh lain Lukman yang menonjol karena posisi kaki Lukman yang menjuntai ke lantai membuatnya terlihat semakin jelas.


.


.


tok tok tok.....

__ADS_1


"Laila...... assalamualaikum...."


Lukman baru saja memasuki dunia mimpi tapi sudah ada yang mengganggu. Dengan malas-malasan ia beranjak dari tempat tidur untuk membuka pintu sambil menjawab salam. Wajahnya masih terlihat angker karena hasratnya belum sepenuhnya hilang.


"eh... mas Lukman...." ibu itu menyapa Lukman saat ia membukakan pintu dengan muka juteknya


"Ini syukuran ulang tahun anak saya...." katanya sambil memberikan bingkisan yang berisi kotak dan ciki-cikian ke arah Lukman.


"Terima kasih...." katanya dengan muka datar


"iya sama-sama. maaf kalau saya tadi ngganggu. permisi mas...!" ibu itu merasa tak enak sendiri melihat muka Lukman. Seakan-akan ia telah melakukan kesalahan dan memilih untuk lekas pergi. Padahal tadinya ia ingin menggoda Laila karena pintunya tertutup sejak ia pulang kerja tapi motor suaminya masih di depan.


"Kayak nggak dikasih jatah aja. Dasar pengantin baru...."ibu itu menggerutu ketika langkah kakinya sudah agak jauh dari kontrakan Laila.


Lukman menaruh bingkisan tadi di atas meja kemudian mengambil kresek berisi sayuran diatas kursi yang tadi dibawanya dari rumah. Ada kacang panjang dan sawi.


Ia mengambil kacang panjang untuk ditumis. Meski ia dan ayahnya sering makan di rumah bang Alif tapi terkadang ia juga memasak sendiri. Resep yang simpel. Tumis kangkung, kacang panjang, sambal. Ia bisa.


Setelah Laila selesai solat Lukman mengajaknya makan bersama. Tumis kacang panjang olahannya. Ia orang desa yang hidup sederhana meski ayahnya bisa dibilang cukup kaya.

__ADS_1


Laila tak bisa menyembunyikan senyumnya saat mereka menikmati makanannya berdua. Tak menyangka jika suaminya itu bisa memasak dan rasanya bisa dibilang cukup enak. Masakan ala kadarnya itu terasa nikmat karena disantap bersama dengan orang tersayang.


Lukman bukannya tak tahu jika istrinya itu berkali-kali mencuri pandang padanya tapi ia berusaha tak menghiraukannya. Ia tak acuh bukan karena tak suka tapi ia takut jika sesuatu yang ada dalam dirinya yang sudah luruh akan terbangun lagi. Belum waktunya. Setidaknya ia harus menahan dan menunggu sampai bakda isyak. Langsung tancap, begitu pikirnya.


__ADS_2