Bukan Laila Majnun

Bukan Laila Majnun
Rusuh


__ADS_3

Lukman mengawasi para pegawai dan buruh tani yang sedang mengoper beras-beras dalam karung yang sudah disortir dan akan dikirim ke rumah makan dan restoran yang sudah menjalin hubungan kerjasama dengannya.


Daniah mencatat semuanya dengan teliti. Memeriksa dan mengawasi semua transaksi yang sedang terjadi. Lukman bisa melihat jika Daniah memang bisa diandalkan dalam hal pekerjaan. Kerjanya cekatan, teliti, dan hampir tidak pernah melakukan kesalahan.


"Nya, hari ini apa aku ada janji meeting?"


"Ada pak. Dengan pak Romli dari RESTO ANDA " Ia menyelipkpan rambutnya ke belakang telinga kemudian tersenyum penuh arti pada Lukman.


"Jam berapa?"


" Saat makan siang nanti. Beliau ingin menambah dan memperbarui kontrak kerjasama dengan kita. Informasi yang berhubungan dengan Restoran pak Romli sudah saya rangkum dan sudah saya taruh diatas meja"


"Nanti ikutlah bersamaku!" Kata Lukman sambil berjalan menuju ke sebuah rumah yang menjadi kantornya.


"Mas Lukman hari ini makan siang disini kan?" Tanya ibunya Yuli dengan ramah.

__ADS_1


"Tidak bu.... Nanti kami ada janji makan siang. Tolong untuk anak-anak saja dibuat yang istimewa!"


"Kalau begitu biar Yuli bareng sama mas Lukman saja boleh to?. Hari ini dia ada kelas siang"


"Ya nggak papa silahkan. Saya berangkat sekitar pukul setengah sebelas ya bu"


"Iya iya mas Lukman, akan saya kasih tahu Yuli biar dia nggak lelet"


Siang itu Lukman mengendarai mobilnya dan meminta Daniah dan Yuli duduk di bangku belakang sedangkan dia sendirian di depan seperti seorang supir yang sedang membawa majikannya jalan-jalan.


Di restoran milik pak Romli mereka makan siang disana bersama para pengunjung lainnya. Tema restoran ala prasmanan dengan menyajikan berbagai lauk tradisional dari berbagai daerah di Nusantara membuat para pengunjung seperti berada di rumah sendiri. Dengan harga yang terjangkau membuat restoran itu menjadi primadona untuk para pecinta kulineran.


Daniah dan Yuli terlihat menikmati meski seperti biasa mereka enggan untuk saling berbicara karena sama-sama tahu kalau mereka selalu mencari peluang mencuri kesempatan untuk berdekatan dengan Lukman. Bukannya tidak tahu kalau Lukman sudah beristri dan punya dua putra tapi mereka lebih siap kalau dijadikan yang kedua.


Perbincangan antara Lukman dan pak Romli juga berjalan dengan lancar. Intinya pak Romli minta diprioritaskan agar tidak sampai kekurangan bahan-bahan berkualitas untuk pelanggan dari kalangan atas. Dan Lukman belum berani menyanggupi karena lahan perkebunan untuk tanaman sayuran miliknya masih sangat terbatas. Dengan permintaan pasar yang tinggi dia harus mengatur strategi agar bisa memenuhi semua permintaan yang sudah disepakati.

__ADS_1


Lukman mengantarkan Yuli terlebih dahulu ke kampusnya dan ia meminta uang saku tanpa malu-malu. Dan Lukman yang sudah menganggapnya seperti seorang adik juga tidak keberatan memberikannya membuat Daniah iri dan menghela nafasnya dengan kesal.


Daniah langsung pindah ke depan dan mukanya tak bisa menyembunyikan kecemburuannya. Seperti seorang istri yang sedang merajuk pada sang suami tapi dasar Lukman yang tak perduli dan tak punya hati pada si gadis ia tak mempermasalahkannya sama sekali.


Sesampainya mereka di depan kantor, Daniah keluar dari mobil dan menutup pintunya dengan keras sampai berdebum membuat semua orang melihatnya dengan keheranan.


"Aduh duddududuh.......... Alamak alamak copot jantungku!" Seketika Lukman yang masih berada di dalam mobil menoleh ke belakang dan mendapati seorang gadis ada di jok paling belakang sedang mengusap dadanya.


"Siapa kamu?" Tanya Lukman garang.


"Ma-maaf pak. Saya cuma mau mengagetkan Niah tadi"


Daniah yang sudah membuka pintu belakang karena mendengar suara teriakan seorang gadis tadi terbelalak dibuatnya.


"Septi? Kamu Septi kan?" Tanya Daniah sambil memicingkan matanya.

__ADS_1


" Ya elah Nyah.... Sama teman aja lupa"


"Turun dulu kita bicara di dalam!" Kata Lukman yang kini menyadari dia adalah gadis yang mirip dengan sang istri yang ditemuinya beberapa hari yang lalu.


__ADS_2