
Lukman dengan style barunya sedang berdiri di ujung gang menunggu keluarganya datang. Ia nampak merengut saat melihat mobil bang Alif dan mobil ayahnya karena sudah berdiri di sana cukup lama tapi keluarganya tak kunjung datang. Meleset dari waktu yang sudah mereka sepakati bersama.
"Ayo masuk...!"Perintah bang Alif pada Lukman. Zainal yang ada di bangku tengah kemudian membuka pintunya agar Lukman duduk di bangku nomer dua dengan dirinya dan dokter Baim.
Lukman masuk ke dalam mobil dan menyadari ada wajah baru disitu. Zainal yang kini duduk di tengah diantara dr Baim dan Lukman kemudian menyalaminya. Dr Baim yang melihatnya kemudian mengikuti dan ikut menjabat tangan Lukman.
"Saya Ibrahim, panggil saja Baim" Lukman tak melepaskan jabatan tangan pria berwajah oriental dan berbadan tinggi besar itu. Ia mengangkat sedikit dagunya sambil menautkan alisnya.
Zainal merapatkan punggungnya ke belakang sambil menahan nafasnya karena tatapan Lukman pada orang yang ada disisinya sungguh menakutkan.
"Saya atasannya Karina.... aaaggghhh..." Baim mencoba menarik tangannya yang dicengkeram oleh Lukman tapi tak bisa.
"Lukmanul hakim......!!!!"
Lukman segera melepaskan cengkraman tangannya karena mendengar bang Alif memanggil nama lengkapnya.
Ia masih mengamati Baim yang mengipas-ngipaskan tangannya yang masih terasa panas sedangkan tangan yang lainnya memeluk bingkisan buah di pangkuannya. Menyadari ada tatapan yang menyelidik dari orang yang membuat tangannya nyeri ia mencoba duduk sambil menempelkan punggungnya di sandaran jok seperti yang dilakukan Zainal agar tak terlihat oleh Lukman.
Lukman memegang pundak Zainal dan mengarahkannya ke depan sehingga ia tampak seperti orang yang hendak ruku' .
'posesif' batin Zainal tapi ia menurut saja tak ingin menimbulkan masalah meski ia kesulitan karena ada bingkisan buah pisang raja di pangkuannya.
__ADS_1
Kulitnya putih, matanya sipit seperti wajah peranakan, alis dan rahangnya tegas hidungnya biasa saja dan bibirnya tebal sedikit hitam, seperti seorang perokok. Badannya tinggi besar tapi lembek. Nggak pernah olah raga. Umurnya 30 tahun lebih. Sepertinya anak orang kaya dan sedikit nakal. karakternya galak dan suka mengintimidasi.
Lukman mengambil kesimpulan setelah beberapa saat mengamati pria yang baru dilihatnya. Ia kemudian menarik bibirnya seperti mengejek. Ia lupa kalau karakter pria yang baru dikenalnya itu mirip sekali dengan karakternya.
Bang Alif keluar dari pintu ketika sudah sampai ditempat tujuan. Barulah Lukman menyadari kalau mereka sudah sampai. Ia kemudian segera keluar dan Baim mengelus dadanya, merasa lega karena bisa bernafas lagi dan bisa menghirup udara bebas.
Mukena yang dihias menjadi bentuk bunga , kain, baju, sandal, Daleman wanita, handuk, make up dan ada gelang di kotak beludru warna merah. Kue yang berasal dari beras ketan hampir semuanya ada. Ketan salak, tetel, Mendut, lemper, pisang raja, parcel buah-buahan, gula kopi. Semua itu ditata sedemikian rupa sehingga nampak cantik sekali.
Kenapa kue yang dibawa saat lamaran biasanya yang berbahan dasar dari beras ketan katanya biar hubungan calon pengantin semakin hari semakin lengket. Kalau gula kopi yang dibawa oleh pihak lelaki itu maknanya jika sang mempelai pria sudah siap untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga seperti gula dan kopi. kalau pisang raja yang dibawa oleh calon mempelai laki-laki itu artinya dia siap menjadi kepala rumah tangga dan bertanggung jawab serta memiliki hak penuh akan istrinya seperti seorang raja
Laila dan para tetangga sudah berkumpul di rumah Bu Rukmi. Rumah paling dekat dengan kontrakannya dan cukup luas untuk menerima banyak tamu. Lukman kini berada di rombongan dari keluarganya. Ia melihat Laila yang kini duduk disebelah kak Mia. Nampak anggun dengan hijab hijau muda yang senada dengan kemeja yang dipakainya.
Lukman menatap istrinya dari tempat duduknya kemudian saat mata mereka saling bertabrakan keduanya saling melempar senyum dan Laila segera menunduk karena malu. Padahal semalam mereka menghabiskan malam bersama dengan saling mengeratkan pegangan menuju puncak bersama, saling bercerita dan berbagi kebahagiaan. Baru beberapa menit terpisah saja mereka sudah saling merindu.
Setelah acara dibuka oleh pembawa acara kemudian tibalah giliran bang Alif untuk mengutarakan maksud kedatangan keluarganya.
Setelah salam dan mengucapkan kalimat pembuka bang Alif tertawa dengan mengeluarkan suaranya, pelan tapi membuat semua orang terhipnotis dan kemudian ikut tertawa meski tidak tau ada apa.
"Bismillahirrahmanirrahim....saya sekeluarga ini datang kemari untuk melamar kembali Ananda Lailatul qodar untuk adik saya Lukmanul hakim yang sebenarnya keduanya sudah menikah. Biar lebih afdol saja karena setiap orang menginginkan momen-momen indah seperti ini seperti yang di bayangkan dan diharapkan. Karena beberapa peristiwa dan atas kesepakatan bersama maka mereka menikah Sirri waktu itu.
Kami datang kemari lebih tepatnya lagi untuk silatilurrohim dan mengabarkan tanggal pernikahan mereka yang insya Alloh akan diselenggarakan satu Minggu lagi. Walimah sederhana jadi tidak membutuhkan persiapan yang sulit. "
__ADS_1
Wakil dari pihak Laila yaitu pak RT kemudian menyambut dan menerimanya dengan baik. setelah pembacaan doa bang Alif memperkenalkan anggota keluarga nya. para hadirin pun beramah tamah sambil makan nasi dengan kuah soto ala Betawi yang dibawa dari tangan ke tangan sampai merata pada semua yang hadir kecuali Lukman dan Laila yang menunda makan mereka.
Tampak Zainal dan Baim yang notabene berasal dari kalangan elit menikmati momen itu meski awalnya sempat bingung karena tidak pernah mengikuti perjamuan semacam itu. Tahlilan dirumah tetangga saja nggak pernah, apalagi acara lainnya.
Beberapa warga entah bagaimana kemudian bertanya kepada bang Alif bagaimana hukumnya ijab qobul yang dilakukan dua kali?
"Tidak ada masalah. Itu seperti kita masih punya wudhu kemudian berwudhu lagi. Tetap sah."
"Sebaiknya jarak antara lamaran dan pernikahan itu berapa lama ustadz?"kata salah seorang dari mereka.
"Sebaiknya disegerakan karena di antara keduanya masih haram untuk melakukan hal-hal yang yang seperti dilakukan oleh orang yang sudah menikah karena mereka masih bukan mahrom."
" Bahkan sayyidina Umar langsung menikahkan putrinya dengan nabi Muhammad saw setelah nabi mengutarakan niatnya untuk mempersunting Siti khafsah" lanjut bang Alif.
"Suami Siti hafsah, Khunais bin khudzafah as sahmi meninggal dan setelah habis masa iddahnya sayyidina Umar kemudian mendatangi Abu bakar dan berharap sahabatnya itu mau memperistri putrinya. Tetapi Abu bakar diam saja. Karena kesal pada sikap Abu Bakar, sayyidina Umar kemudian mendatangi sayyidina Ustman yang baru ditinggal wafat oleh istrinya Ruqoyyah. sayyidina Utsman kemudian meminta waktu tiga hari untuk memberi jawaban atas pertanyaan sayyidina Umar.
Setelah tiga hari Ustman mengatakan bahwa ia belum berniat untuk menikah lagi. Sayyidina Umar yang sedang kalut dan dilanda kesedihan kemudian menemui nabi dan menceritakan jika ia sedang galau karena Abu bakar dan Utsman menolak putrinya.
Nabi kemudian mengatakan bahwa Khafsah akan mendapatkan suami yang lebih baik dari Ustman dan Ustman akan mendapatkan istri yang lebih baik daripada Khafsah.
Rosulullah kemudian meminang Khafsah putri sahabat Umar untuk dijadikan istrinya
__ADS_1
Mendengar hal itu Sayyidina Umar langsung memanggil beberapa sahabat untuk menjadi saksi dan kemudian beliau mengucapkan ijab, "Ya Rasulallah aku nikahkan engkau dengan putriku Hafsah binti Umar dengan mahar terserah engkau"
************%%%%%%%%%%%************