Bukan Laila Majnun

Bukan Laila Majnun
Manja


__ADS_3

Sepulang dari memeriksakan Laila ke Rumah sakit, Lukman langsung menggendong istrinya ala-ala bridal style membuat Kak Mia yang saat itu sedang berjemur langsung menghampiri mereka di rumah sebelah.


" Laila kenapa?" Tanya Kak Mia yang perutnya sudah membuncit.


Laila yang masih lemas karena isi perutnya sudah terkuras habis tak bisa menjawab pertanyaan si ibu hamil.


"Man, Laila kenapa?" Tanya Kak Mia karena Lukman malah senyum-senyum saja belum menjawab pertanyaan kakak iparnya yang semakin sewot karena khawatir dengan keadaan istrinya.


Laila mencubit pinggang sang suami sesaat sebelum ia diturunkan di atas tempat tidur agar mau bicara.


"Aku akan jadi ayah kak..." Kata Lukman sambil tersenyum pada kak Mia. Hal yang tak pernah dilihat oleh Kak Mia selama menjadi kakak iparnya.


"Be-benarkah?" Kak Mia menoleh pada Laila yang terbaring lemah. Laila mengangguk sambil tersenyum pada Kak Mia yang selama ini sudah menyayanginya seperti seorang kakak juga seperti seorang ibu.


"Alhamdulillah.... aku turut bahagia. Anak kita akan seumuran nanti. Apa kau ingin menginginkan sesuatu?" Tanya kak Miq yang sudah duduk sambil memegang paha Laila.


Istri Lukman itu menggeleng lagi, " Nggak nafsu" Cicitnya pelan.


" Coba minum degan aja Man! Dulu aku awal-awal kayak gitu" Kata Kak Mia kini tangannya mengusap perut besarnya.

__ADS_1


" Aku ambil di belakang dulu ya kak, nitip istriku!" Kata Lukman pada kak Mia.


"Hem..." Kak Mia menyanggupi permintaan adik iparnya.


"Mass......!" Laila memanggil suaminya dengan sisa-sisa tenaganya.


"Apa sayang?" Lukman buru-buru mendatangi istrinya kemudian duduk di bawah di dekat wajah sang istri sambil membelai kepala Laila


"Nanti saja" Kata Laila pelan.


"Kenapa?" Tanya Lukman tak peka.


Setelah pintu tertutup kembali, Laila menepuk kasur di sebelahnya.


"Kamu belum makan apa-apa sayang..." Kata Lukman yang kasihan dengan istrinya yang sejak pagi muntah-muntah dan sampai sekarang belum ada makanan yang masuk ke dalam perutnya.


"Sini....!!" Laila mulai menangis karena permintaannya tak dituruti.


"E eh kok nangis.... Iya iya jangan nangis. Aku naik aku naik" Lukman jadi panik karena istrinya jadi melow dan mendadak mengeluarkan air mata.

__ADS_1


Calon ayah itu segera mendekap tubuh istrinya. Ia mengusap punggung calon ibu putranya dengan penuh kasih sayang.


"Shuttt.....! Sudah jangan nangis lagi, jangan nangis lagi!. Ayah minta maaf ya bunda" Ia mengusap pipi Laila yang bercucuran air mata. Laila yang mendapat panggilan bunda untuk pertama kalinya tersenyum kemudian mencium bibir suaminya.


"Mas...."


"Apa, mau makan?" Tanya Lukman lagi.


"Mau kamuuu...." Kata si ibu hamil sambil mengerjap-ngerjapkan matanya.


"Yank.... " Lukman bukannya menolak tapi ia tak mau terjadi apa-apa pada istrinya yang saat ini masih kelihatan lemah.


"Kamu nggak mau ya mas? Aku sudah nggak menarik lagi kan di mata kamu mas?" Tanya Laila sambil membalikkan badan memunggungi suaminya.


"Lela, bukannya aku tidak mau tapi kamu belum makan sama sekali!"


Dari panggilan dan nada bicara Lukman, Laila tahu kalau suaminya itu sedang marah.


"Pergi kerja sana! Nggak usah ngurusin aku"

__ADS_1


__ADS_2