
Lukman melajukan mobilnya ke tempat kerjanya. Pikirannya melayang pada masa lalu. Ia ingat bagaimana dulu dia bisa membeli sawah itu sepetak demi sepetak. Lukman awalnya mengerjakan sawah keluarga milik ayahnya dan milik bibinya yang sudah di balik nama atas namanya sendiri dan Rina. Sedangkan milik bibinya kini sudah atas nama bang Alif dan Ani.
Lukman adalah sarjana pertanian yang kemudian mencoba merambah dunia perdagangan seperti bang Alif tapi ternyata selama setahun lebih menggelutinya jalannya biasa-biasa saja sampai akhirnya dia menikah dan sawah yang ia kelola, panen tebu maupun padinya selalu mendapatkan hasil yang melimpah ruah.
Setelah Latif berada di kandungan Laila beberapa pemilik lahan di daerah situ memintanya untuk menggarap sawah-sawah mereka dengan sistem bagi hasil. Lukman kemudian memakai akad Muzaro'ah untuk perjanjian kerjasama diantara mereka. Dengan bagi hasil penggarap lahan 3 dan pemilik lahan 1 karena semua biaya dikeluarkan oleg Lukman sendiri sebagai penggarap sawah tanpa campur tangan pemilik lahan.
Akad mukhabarah adalah akad pengelolaan tanah dengan sumber benih yang berasal dari pemilik tanah atau lahan.
Sedangkan akad muzara’ah adalah pengelolaan tanah yang sumber benihnya berasal dari petani penggarap (amil/muzari’).
Meskipun memiliki perbedaan, namun kedua akad ini termasuk sebagai akad syirkah (kerja sama), tidak lain adalah kerja sama yang dilakukan antara pemilik lahan dengan petani penggarap dalam hal pengelolaan tanah
__ADS_1
Dan setelah Latif lahir dia bisa membeli beberapa lahan pertanian secara cepat karena ia mendapatkan harga di bawah pasaran dan kebetulan sedang ada uang.
Para pemilik lahan sendiri yang datang menawarkan tanah mereka dengan berbagai alasan. Ada yang karena itu tanah warisan sehingga keluarga lebih memilih untuk menjualnya sehingga uangnya lebih mudah untuk di bagi.
Ada yang memang pemiliknya sudah lama tidak tinggal disitu karena mengikuti suami atau istri ke tempat yang jauh dan memilih untuk menjual tanahnya agar uangnya bisa dipakai usaha.
Ada yang juga memerlukan biaya untuk berobat atau untuk sekolah perawat yang menghabiskan biaya puluhan juta dan mereka menawarkan dengan harga yang murah karena terpepet keadaan dan membutuhkan uang.
Hingga saat ini dia sudah mempunyai 2,7 hektar sawah dan satu hektar perkebunan untuk menanam sayur dan buah. Semuanya ia kelola dengan sistem tanam organik yang saat ini semakin digemari dan diminati masyarakat. Dengan alasan kesehatan dan kehidupan masa tua agar lebih baik mereka rela mengeluarkan uang lebih banyak untuk membeli hasil bumi dari tanaman-tanaman organik.
Berkah keluarga kecilnya memang luar biasa. Ia yang semula tak punya apa-apa kemudian bisa berkelimpahan harta. Bertambah anak bertambah pula rejekinya.
__ADS_1
Seperti baru kemarin ia mendengar sang istri yang baru dia nikahi muntah-muntah saat ia sedang menunaikan ibadah solat malam. Itu terjadi sekitar tiga minggu setelah pernikahan mereka.
Pagi harinya ia langsung membawa istrinya ke rumah sakit terdekat dan dokter memintanya untuk melakukan test urine dan hasilnya positif kalau dia hamil. Ia bahagia sekali karena untuk pertama kalinya ia merasa akan menjadi seorang ayah. Dan baru sadar kalau dia seringkali menitipkan air kehidupan di rahim sang istri.
Tapi saat melihat istrinya setiap pagi muntah-muntah dan kesakitan ia merasa kasihan sekali. Ia ingin berjanji pada dirinya sendiri tidak akan membuat istrinya hamil lagi tapi kenyataannya ia tak mampu. Begitu sang istri suci dari nifas dia langsung menggempurnya lagi.
Hasil dari kenakalannya itu membuat Laila berkali-kali hamil tapi keguguran dan hanya Latif dan Labib ini yang bertahan. Kalau dihitung mungkin sekitar empat kali dia keguguran. jadi kalau hidup semua anaknya kini ada enam jumlahnya.
Hampir tiap tahun Laila mengandung. Tapi meski begitu istrinya itu selalu menyambut suka cita kehadiran janin dalam rahimnya. Meski para tetangga sering menyarankan untuk melakukan steril agar tidak bisa hamil tapi dia menolaknya. Kandungannya lemah begitu yang sering terdengar di kalangan para tetangganya.
Sejak awal menikah dia tidak mau memakai KB apapun karena ia ingin memiliki anak banyak. Katanya tak enak hanya hidup hanya dengan satu saudara. Ia ingin hari tuanya dikelilingi oleh anak-anaknya. Begitu katanya pada Lukman.
__ADS_1
"Ah... padahal baru saja kita berpisah tapi aku sudah merindukanmu. Laila... !!" Gumamnya.