
Pagi itu saat di meja makan Lukman melihat sang istri yang kini sudah tak pernah memakai makeup lagi sedang menyuapi si kecil makan. Tak ada lagi gurauan dan istrinya yang terkadang manja, cerita ini dan itu. Hanya ada kegiatan sehari-hari seperti yang ada di keluarga lain pada umumnya.
"La...!"
Deg! Laila terjengat kaget mendengar suaminya memanggil namanya lagi. Dulu-dulu Lukman selalu memanggil nya yang atau sayang. Kalau Lukman sudah memanggil namanya itu artinya sang suami sedang marah padanya.
"Ya?" Jawab Laila menahan sesak di dadanya. Perih sekali rasanya padahal cuma sebuah panggilan saja.
"Gimana kalau kita jalan-jalan?" Tanya Lukman.
"Em..... " Laila agak canggung jika berada di luar bersama Lukman. Dia hanya bisa merasa nyaman saat bersama suaminya ketika bergelung di atas tempat tidur.
"Hari ini aku sudah ada janji mau ketemu sama kolega" Jawab Laila tak enak hati.
"Siapa?"
"Namanya pak Sam, dia seorang arsitek"
Lukman langsung menunjukkan muka betenya. Dia merasa insecure mendengar kata arsitek dari mulut sang istri.
"Adik pingin jalan-jalan bunda...." Labib yang sedang disuapi merengek ikut menyela perbincangan orang tuanya.
" Sama ayah sama abang gimana?" Tanya Laila.
__ADS_1
"Abang nggak mau" Latif yang daritadi asyik menikmati makanannya dalam diam ikut berkomentar.
"Kenapa bang?" Tanya Sang bunda.
"Males bun. Mau istirahat di rumah saja!"
Lukman terlihat kecewa dengan istrinya karena di hari libur dia masih saja punya janji kerja dengan koleganya.
"Adik keluar jalan-jalan sama ayah aja ya. Biarin bunda sama abang di rumah" Kata Lukman sambil menekuk muka.
"Pingin sama bunda sama abang juga" Labib menatap bunda dan abangnya bergantian minta dikasihani membuat Laila serba salah.
Lukman yang kini penampilannya jauh berbeda dengan saat masih bujang terlihat macho sekali. Kaos ketat yang membungkus raganya semakin menonjolkan dada bidang dan perut sixpack nya . Ditambah aura garang menakutkan yang membuat beberapa wanita justru penasaran dan tertantang dengan sosoknya. Alis hitam tebal, bibir seksi dan tatanan rambut ala-ala pak polisi membuatnya semakin perfect , terlebih menurut Laila istrinya. Akhirnya hanya Labib dan Lukman yang keluar jalan-jalan.
"Ayah kejal kupu-kupu itu yah...!" Teriak Labib saat melihat kupu-kupu yang cantik terbang dari satu tumbuhan ke tumbuhan lainnya.
"Ayo adik saja yang ambil ya....!" Lukman mengangkat tubuh si kecil dan menerbangkannya membuat Labib tertawa karena senang dan bahagia.
"Lebih tinggi yah!!!" Ucap Labib sambil tertawa-tawa.
" Werrrr!!!!"
"Yeeey!!! Adik terbang!!!!"
__ADS_1
Setelah hari hampir siang barulah keduanya pulang. Lukman memakai gendongan depan agar Labib yang mengantuk tetap dalam pelukannya. Ia terlihat seperti seorang ayah single parent yang sangat menyayangi putranya membuat orang-orang yang melihatnya berbisik-bisik.
"Kemana istrinya?"
"Kalau papanya kayak gitu aku mau jadi ibu sambungnya"
"Kasihan banget masak istrinya nggak bisa melihat betapa sempurnanya suaminya."
Untungnya Lukman tak mendengar bisik-bisik itu. Ia hanya menaiki motornya dengan wajah dingin seperti biasa. Dia hanya tersenyum saat berbincang dengan putranya.
Sesampainya di rumah Lukman melihat mobil mewah seperti milik adik-adik iparnya baru saja meninggalkan halaman rumahnya. Dia juga bertegur sapa dengan pemiliknya yang terlihat tampan dan modis.
Mode cemburunya langsung on. Ia ingat sekali bagaimana Laila dulu ingin seorang suami yang kaya rayah. Apa mungkin orang tadi adalah teman lama istrinya? Berbagai pikiran buruk menghantui kepalanya.
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam warahmatullah... sudah pulang mas?" Tanya Laila sambil berjalan menuju sang suami.
"Kenapa memangnya? Kamu terganggu?" Kata Lukman sambil meninggalkan istrinya menuju kamar anak-anaknya membuat Laila termangu di tempatnya berdiri.
Ternyata dugaannya salah. Di ruang tengah ada Kak Mia dan bang Alif yang sedang bercengkerama. Tadinya ia mengira kalau Laila hanya berduaan dengan pria tadi tapi ternyata ada kak Mia dan bang Alif yang menemaninya.
"Sudah pulang Man?" Tanya Kak Mia.
__ADS_1
"Sudah kak" Jawab Lukman sopan.