Bukan Laila Majnun

Bukan Laila Majnun
Semangat


__ADS_3

"Sudah?" Tanya Babas pada istrinya.


"Koko kan belum di ukur...." Kata Sofiyah yang sudah mantap untuk mempercayakan pembuatan gaun yang diinginkannya pada Laila setelah melihat hasil karya Laila dan team yang cocok dan sesuai dengan seleranya.


Laila kemudian meminta pada pegawai laki-lakinya untuk mengukur Basofi di balik tirai besar di ruangan fitting baju pengantin untuk menjaga privasi setiap klien. Laila menyuruh pegawainya yang bernama Nanang untuk mengukur secara lengkap dan menuliskannya disamping gambar sketsa Aladin. Sofiyah kemudian bertukar nomer telpon dengan Laila dan meminta untuk mengirimkan harga pakaian Basofi juga nomer rekening untuk mentransfer uang nya nanti.


Sementara wanita yang berbincang dengan Basofi tadi sudah menenteng dua tas berlogo FL dan segera berlalu dari sana tanpa menoleh pada mereka.


Ketiga wanita berbeda umur itu berkumpul sambil berbicara ngalor ngidul tentang keseharian masing-masing Setelah berkeluarga. Sofiyah bercerita kalau dirinya punya usaha kue dan pastry di pusat kota.


"Kalau kesini lagi I bawakan banana cake nanti ... Its very different with other. Softly....creamy" Kata Sofiyah.


"Jangan repot-repot....!" Kata kak Mia.


"Wah... kapan-kapan kita kesana ya kak....Lihat-lihat..... Pingin itu lho kak, yang dihidangkan buat para tamu itu cake red velvet gitu kak..... yang kayak di YouTube YouTube itu lho kak" Laila menoleh ke arah kak Mia meminta persetujuan.


"Teh ini saja sudah mengandung gula, masa di tambah sama gula lagi plus tepung lagi. Berapa banyak kalori yang bakal masuk ke dalam perut pelanggan kita....." Jawab kak Mia.


Laila merengut mendengar penjelasan dari kak Mia. Iya memang benar sih tapi para tamu biasanya nggak lihat itu kan?yang penting makanan enak ya sudah.


"Bener apa kata kak Mia kak. Mungkin para pelanggan tidak memikirkan apa yang mereka makan tetapi kita sebagai penjual yang harus memodifikasi. Bagaimana makanan yang kita sajikan itu terasa enak tapi juga tidak terlalu berbahaya bagi tubuh manusia. Kalau ingat begini rasanya malas jualan kue. Pinginnya jualan buah aja udah. Simple and healthy..." Jawab Sofiyah seperti sedang mengadu ditambah mengeluh pada dirinya sendiri.


"Kalau kacang panggang yang berbumbu punya nggak? Kayaknya itu lebih sehat..." Kak Mia berusaha mencari solusi terbaik.


"Belum punya kak.... I will try it deh kapan-kapan." Jawab Sofiyah dengan semangat untuk mencoba sesuatu yang baru dan sehat.

__ADS_1


"Onyo pinjam this baby boleh? just One day?" (cuma sehari) Tanya Sinyo yang sejak tadi mendorong Ni'am yang ada dalam baby walker. Asyik bermain berdua dengan baby Ni'am.


"Sorry... Mama baby have will crying all the time if you pick up him....." ( Mamanya bayi akan menangis terus kalau kamu membawanya...) Kak Mia mengusap matanya seolah-olah sedang menangis.


"Sinyo pingin adek banget ya?" Tanya Laila yang langsung dapat anggukan kepala yang mantap dari Sinyo.


"Pingin banget dia kak. Me too, but si koko yang nggak mau. He say if I dont have time for him(Dia bilang kalau aku nggak punya waktu buat dia) Lebay banget suamiku...." Sofiyah sedikit kesal saat menceritakan perihal keinginannya yang tak sejalan dengan pemikiran suaminya.


"Manja itu, sayang banget kalau menurutku..." Kata Laila sambil mengerlingkan matanya pada Sofiyah.


"Haduh.... Tiap bulan itu kak, koko pasti nganterin I ke dokter buat suntik KB. Pingin gitu dia lupa biar tiba-tiba pregnant aja tanpa di rencana jadi dia nggak bisa nolak lagi. Pingin ngibulin dia gimana caranya...?" Ia mencolek ujung hidung Ni'am yang mancung seperti milik bang Alif. Mata bulat dan pipi tembemnya membuat siapa saja pasti suka saat melihatnya.


"Tanya dia nih ahlinya ngibulin suami biar bisa hamil lagi....." Kak Mia menunjuk Laila dengan terkekeh gembira karena ada gadis lain yang ternyata sepemikiran dengan Laila. Kalau wanita lain malas hamil lagi justru Laila dan Sofiyah yang ngebet pingin hamil padahal suaminya tak mengizinkan. Malah mereka mau mencuri sp**ma suaminya sendiri.


Ketiganya pun berbagi cerita sampai Basofi keluar dan mengajak Sofiyah pulang.


Mata Laila membola mendengar bisikan kakak iparnya. "Ih... kakak tu ya. Pagi-pagi juga udah ehem-ehem aja..."


"Shuttt..... jangan rame-rame nanti kedengaran anak-anak.....! " Kak Mia sambil mengajak Laila ke ruangannya. "Tadi itu Abinya Maryam lihat sesuatu yang menggoda di jalan jadi langsung putar haluan dan kembali ke sini...."


"Ugh.... Masa nunggu nanti malam nggak kuat?" Tanya Laila penasaran dengan kehidupan se*s kak Mia dan Bang Alif.


"Eh kayak situ nggak aja. Kamu sama Lukman itu yang paling parah diantara kita sekeluarga ya... Kalian itu maniak tahu nggak? Hyper....!" Kak Mia tak terima dengan cap yang disandangkan padanya.


"Habisnya enak sih....." Kata Laila tak tahu malu sambil tertawa cekikikan. Bukannya marah dia justru membenarkan perkataan kakak iparnya.

__ADS_1


"Tadi kamu mau ngomong apa, main selonong masuk aja?" Tanya Kak Mia.


"Ya maaf kak.... Kan aku nggak tahu kalau tadi ada bang Alif."


"Memangnya ada apa?" Tanya kak Mia.


"Kita dapat undangan dari pemerintah untuk ikut menyemarakkan pagelaran busana dalam rangka hari batik nasional ....."


"Masya Allah... Alhamdulillah.... " kak Mia mengusap wajahnya sambil bersyukur pada yang Kuasa.


"Makasih kak....! Aku tidak pernah menyangka bisa sampai sejauh ini. Bermimpi pun dulu aku tidak berani"


"Alhamdulillah.... semoga kita bisa memberi manfaat untuk banyak orang..."


"Kalau kakak dulu tidak memaksaku mungkin sampai saat ini aku masih tidak tahu kalau aku punya bakat menggambar yang luar biasa. Hu huhu....... makasih kak...." Laila tak kuasa menahan tangisnya sehingga kak Mia kemudian memeluknya.


"Sama-sama.... Karena kamu juga aku bisa beraktifitas lebih dari sekedar ibu rumah tangga. Semoga kita kita tidak lupa dan lebih mengedepankan keluarga kita. Semoga semua bisa berjalan seiring seirama.... " Kata Kak Mia sambil menepuk punggung Laila dengan pelan.


"Sudah..... Dilihatin Ni'am tuh.... Tante cengeng ya dek ya...." Kata kak Mia berbicara dua arah dengan Laila dan Ni'am yang tertawa sambil menghentak-hentakkan tangannya.


"Kamu mau bikin berapa baju nanti?"


"Eh.... berapa ya kak?" Laila mengusap pipinya yang basah sambil mengerjapkan matanya, belum berpikir sampai kesana.


"Ayo kita bikin sesuatu yang beda. Pakai tema tentang anak muda misalnya. Biar anak remaja dan kawula muda itu suka dan bangga kalau pakai batik bukan hanya untuk ke pesta atau kalau ada acara saja.... Kamu punya ide apa?" Tanya kak Mia mengutarakan apa yang terbersit dalam kepalanya.

__ADS_1


Dan mereka pun mulai bekerja mencari ide dan seterusnya


__ADS_2