
Cepetan isyak! cepetan isyak! kurang berapa jam lagi sih isyaknya? kata-kata itu terngiang-ngiang di telinga Lukman, ia sudah tak sabar. Bahkan setelah jamaah Maghrib ia tidak pulang dan menunggu solat isyak sambil membaca Alqur'an di musholla tapi pikirannya ingin segera Isyak dan cepetan pulang.
Banyak anak-anak yang sedang mengaji disitu tapi ia seperti berada ditempat lain sehingga tidak merasakan kegaduhan mereka. Pokoknya dia ingin segera solat Isyak lalu pulang. Dalam hidupnya baru kali ini dia sangat antusias menunggu datangnya solat Isyak. Saat adzan Isyak dikumandangkan dia tersenyum bahagia.
'akhirnya.... akhirnya.... '
untung tak ada yang melihatnya tingkah absurdnya itu.
Setelah solat Isyak Laila merasa bingung apa yang harus ia kerjakan. Sekarang ia sudah full solat lima waktu. Karena takut pada suaminya kalau-kalau ditanya sudah solat apa belum, jadi dia solat agar tidak kena marah. Lagipula Doni sekarang juga sudah solat lima waktu jadi ia ikut terbawa suasana. Lama-lama pasti akan jadi kebutuhan bukan karena terpaksa lagi begitu pikirnya.
Laila menaburkan bedak di mukanya kemudian memakai lipgloss dan celak mata. Dandanannya sekarang juga flawless nggak full make up kayak dulu. Ia ingin terlihat segar di depan suaminya. Banyak sekali perubahan pada dirinya semenjak ia mengenal Lukman. Pria yang dulu terlihat culun dan menyebalkan itu kini memenuhi kepalanya.
"Assalamualaikum....."
tok tok tok..,!!
Laila tersentak kaget saat mendengar salam dari luar. Itu suara suaminya. Berat dan menakutkan. Ia membukakan pintu untuk suaminya sambil berpikir setelah ini ia harus apa? Mengikuti suaminya ke kamar atau berpura-pura kemlutek di dapur. Tapi ngapain? ah iya.... cuci piring.....
"Waalaikumsalam..,"
Lukman masuk saja tanpa berkata apa-apa lagi.
__ADS_1
Laila kemudian ke dapur untuk mencuci piring dan menunggu Lukman memanggilnya atau menariknya ke dalam kamar . yang penting dia tidak terlihat berharap pada malam pertama meskipun kenyataannya ia sangat menantikannya.
Lukman sudah berganti pakaian dan sekarang dia sudah memakai kaos oblong dan celana pendek. Posisinya sekarang sedang tidur dengan melebarkan kedua tangannya dengan kaki yang menggantung menyentuh lantai. Dari tadi dia sudah membayangkan akan langsung menerkam istrinya tapi lagi-lagi dia memilih untuk menahannya. Dia ingin tahu apa yang akan dilakukan istrinya itu.
Bunyi kemlontang dari dapur yang berdempetan dengan kamar tidurnya menandakan bahwa istri nya itu sedang bersih-bersih. Ia memilih menunggu sambil membolak-mbalikkan badannya yang besar diatas kasur Laila yang bisa dibilang kecil untuk ukuran dua orang dewasa. Telinganya waspada. Ia akan berpura-pura tidur jika istrinya masuk kamar, itu rencananya.
Sudah setengah sembilan dan Lukman tidak keluar dari kamarnya. Laila yang sudah selesai membersihkan dapur sempitnya sampai kinclong itu jadi bingung. Apalagi yang bisa ia kerjakan karena dari tadi Lukman tak memanggilnya ataupun memperlihatkan batang hidungnya.
Laila kemudian masuk kamar mandi dan pura-pura buang air kecil padahal ia mau mandi agar tak bau kecut saat Lukman menyentuhnya nanti. Ia kemudian duduk dengan berjongkok dan mengguyur tubuhnya pelan-pelan agar tak ketahuan kalau sedang mandi. Membasuh muka dan membersihkan semua bagian-bagian tubuhnya hingga wangi.
Ia keluar dari kamar mandi dalam keadaan segar bugar. Tak ada make up apapun yang menempel di wajahnya. ia terlihat fresh.
Jangan-jangan dia sudah tidur..... batin Laila. Kenapa tak ada suara apapun dari kamar.....? Ia pun masuk ke dalam kamarnya dan melangkahkan kakinya pelan-pelan.
Puk puk puk....
Lukman yang masih memejamkan matanya menepuk-nepuk kasur disebelahnya agar Laila mendekat...."sini!"
Muka Laila menjadi merah karena menyadari jika suaminya tidak tidur dan pasti melihat tingkahnya tadi. Dengan malu-malu Ia mendekat ke arah yang ditunjuk Lukman. Ia duduk disamping Lukman di tepi tempat tidur.
Ia menunduk sambil memainkan jari-jarinya.
__ADS_1
Lukman tak sabar lagi, ia langsung merebahkan tubuh istrinya dan menindihnya. Lukman tersenyum saat memandang Laila dari jarak yang amat dekat. Sangat cantik, batinnya.
Ia mulai mencium bibir istrinya itu cukup lama. Bermain-main' disana sampai merasa puas. Ia kemudian beralih ke leher istrinya dan Laila yang merasakan sensasi geli-geli enak itu tak bisa menahan suaranya," a...hh.h"
Lukman menegakkan kepalanya dan menatap Laila yang sedang memejamkan matanya . Laila kemudian membuka matanya karena tidak merasakan pergerakan Lukman lagu.
"Pelankan suaramu! nanti saat kau merasa tiba dipuncak sebut nama Alloh dalam hatimu, Alhamdulillah...!" kata Lukman dengan pelan.
Laila menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
"Ikuti aku! Bismillahirrahmanirrahim...." kata Lukman.
"Bismillahirrahmanirrahim..." Laila kemudian mengikutinya.
"Allohumma ...."
"jannibnasy syaithon..."
"wajannibis syaithon...."
"fi ma rozaqtana..."
__ADS_1
"amiin..."