
Hari mulai beranjak petang dan Lukman masih menyendiri di dangau yang ada di sawahnya. Melihat tanaman yang menguning dan sebentar lagi sudah siap panen. Cakrawala mulai berwarna jingga dan burung-burung sudah terbang bergerombol untuk kembali pulang.
Lukman pun mulai berjalan meninggalkan dangau dan berjalan di jalan kecil diantara sawah- sebagai pembatas antara sawah milik siapa dengan milik siapa yang biasa di sebut galengan.
"LAILAAAAA!!!!!!" teriak Lukman membuat burung-burung langsung menggelepar dan berterbangan karena suaranya meenggelegar memecah kesunyian di sawah maupun di angakasa.
Dalam hati kecilnya Lukman berpikir untuk mengabulkan apa yang menjadi perkataan sang istri. Bukankah poligami itu halal dan diperbolehkan agama? Batinnya.
Saat tiba di rumah yang dijadikan kantor oleh Lukman ia membereskan barang-barangnya dan berniat untuk pulang.
"Tumben belum pulang mas Lukman?" Tanya ibu Khotimah yang menempati rumah itu saat melihat Lukman yang masih berada di situ di jam segitu.
"Iya ini juga mau pulang bu" Kata Lukman sopan.
" Makan dulu mas, Ini kebetulan saya sama ibu mau makan juga" Kata anak bu Khotimah yang bernama Yuli yang juga berada di situ.
Sebenarnya dia ingin marah karena Yuli memangilnya mas tapi Lukman hanya diam saja karena menghormati ibunya. Panggilan mas dari Yuli itu terdengar aneh di telinga Lukman yang sudah menganggapnya adik seperti Doni.
"Terima kasih bu, sudah hampir maghrib. Biar nggak kemalaman sampai dirumah"
Ibu Khotimah hanya menatap lelaki yang menjadi pemilik rumah sekaligus atasannya itu berlalu kemudian mendengus kesal karena tak bisa membujuk Lukman.
"Kamu masak begitu saja nggak bisa Yul?" Tanya sang ibu pada anaknya.
"Kita pelet saja gimana bu?" Tanya Yuli karena sudah tak bisa lagi berpikir jernih dan memilih bermain ghoib.
"Nanti ibuk pikirkan lagi. Mas Lukman itu orangnya alim, taat agamanya nggak pernah neko-neko. Salah-salah nanti berbalik pada kita sendiri. Elu mau nerima konsekuensinya?" Tanya si ibu sambil mulai makan.
__ADS_1
"Kamu pancing-pancing sama tubuh kamu gitu"
Ada ya seorang ibu menyuruh anaknya untuk berbuat salah seperti itu. Menjerumuskan anaknya ke dalam neraka untuk kepentingan dunia semata.
"Udah buk.., nggak mempan dia. Orang istrinya cantik bahenol kayak gitu" Yuli ikut sewot juga karena diremehkan oleh ibunya.
"Sepertinya mereka lagi ada masalah. Coba aja kasih perhatian, kayaknya si Lukman itu nggak suka wanita yang terbuka kayak kamu. Coba deh pakai pakaian yang tertutup setiap ketemu sama dia kalau perlu pakai jilbab. Barangkali dia tertarik" Ujar si ibu lagi sambil mengunyah makanannya.
Yuli memutar-mutar bibirnya untuk berpikir. Benar juga kata ibunya, mereka harus main cantik biar tetap aman. Kalau seandainya Lukman tetap tak suka padanya kalau kesalahannya masih wajar mereka pasti masih diijinkan untuk tetap tinggal disana. Kalau usaha dan rencana mereka berhasil itu lebih baik lagi. Mereka bakalan bisa hidup enak seperti dulu lagi.
Yuli dan ibunya memang bukan penduduk asli daerah situ. Keduanya datang untuk menemui keluarga suaminya yang sudah meninggal dan ternyata keadaan mereka sama saja. Bukan termasuk orang-orang kaya padahal suaminya dulu orang yang kaya dan mereka mengira kalau keluarga suaminya adalah orang-orang kaya yang bakalan mau menampung mereka.
Tak disangka sambutan keluarga suaminya malah sebaliknya. Mereka bilang ayahnya Yuli pergi setelah menjual tanah warisan keluarga tanpa seizin mereka kemudian membawa uangnya kabur entah kemana. Sekarang setelah orang nya tiada mereka malah tidak menaruh respect sama sekali karena saat berjaya tak sekalipun ingin menengok saudara-saudaranya.
Bu Khotimah menyadari hal itu. Memang sejak mereka menikah suaminya sama sekali tidak pernah mengunjungi saudara-saudaranya dan Bu Khotimah tidak memperdulikannya dan justru merasa aman karena tidak direcoki oleh keluarga suaminya. Setelah suaminya meninggal hanya dalam waktu dekat saja hartanya habis tak bersisa karena dia ditipu oleh saudara kandungnya.
Saat itu pagi-pagi sekali Lukman datang dan melihat mereka. Saat itu Yuli baru lulus SD dan setelah bercerita bahwa mereka sudah tak punya sanak saudara yang mau berbelas kasihan pada mereka Lukman pun tergerak hatinya untuk membantu ibu dan anak yang sedang kesusahan itu.
Sejak saat itu mereka diperbolehkan tinggal di tempat itu sambil bantu-bantu. Lukman pun menanggung sekolah Yuli sampai tamat SMA. Dan sekarang Yuli sedang kuliah sambil bekerja di perkebunan Lukman.
Selama bertahun-tahun hidup dan bergaul dengan Lukman ibu dan anak ini merasa nyaman dan bahagia kemudian punya pemikiran gila ingin seperti Cinderella yang bisa menggaet pangeran pemilik ladang yang luas dan berhektar-hektar itu.
Jadi sekarang tahukan kalau bukan hanya Daniah yang menyukai Lukman tapi ada juga Yuli yang didorong oleh ibunya untuk menggaet si petani juragan tanah. Jadi sebenarnya banyak gadis yang ingin menjadi istrinya dan bahkan rela di jadikan yang kedua,tapi dasarnya memang Lukman tak mudah tertarik dan tak ada keinginan untuk berpoligami. Tapi kini ia jadi punya sedikit niat untuk mengabulkan keinginan istrinya.
.
.
__ADS_1
.
Di rumah bang Alif, Laila sedang memandang sepasang suami istri yang menurutnya terlihat sangat romantis.
Ani dan Zainal sedang berkunjung ke rumah bang Alif karena sudah hampir dua minggu mereka tak bertemu. Kesibukannya sebagai dokter dan Zainal yang seorang pengusaha swalayan itu menyita waktu mereka. Mereka belum dikaruniai putra tapi tampak masih romantis saja.
"Din, sambalku mana?" Tanya Zainal pada istrinya.
"Loh mana sambalnya? Sudah aku bikinkan lho tadi Nda... " Ani kemudian berdiri dan beranjak ke dapur untuk mencari sambal yang tadi dibuatnya khusus untuk suaminya.
"Ini Nda, special for my husband" Katanya sambil meletakkan cobek berisi sambal bawang di dekat suaminya.
"Makasih bu dokter...."Kata Zainal sambil tersenyum manis pada istrinya.
"Sama-sama pak Direktur..!" Ani tak mau kalah dan menyahutinya dengan gembira ala nak-kanak centil jaman sekarang.
"Makan la!" Ajak Kak Mia pada Laila yang asyik memandang mereka.
"Sudah kenyang kak" Jawab Laila yang sedang duduk di atas karpet dan sedang menemani Labib yang sedang asyik mencoret-coret buku. Maryam dan Latif sedang belajar di ruang tamu bersama dengan bang Alif.
Sesekali Laila melihat interaksi antara Ani dan Zainal yang selalu menarik perhatiannya karena mereka selalu berusaha menciptakan suasana yang menyenangkan dan terlihat saling membahagiakan.
Dulu Laila pernah bertanya saat Ani dan Zainal masih jadi pengantin baru. Panggilan din itu maknanya apa.
"Din itu dinda kak. Kalau sebelum menikah, waktu kita pacaran dulu Mas Zein panggil aku Di, dari kata dinda juga. Mas Zein pinginnya aku manggil dia Kanda tapi aku masih malu aja kalau di depan orang banyak gitu" Kata Ani waktu itu.
Laila hanya melihat yang indah-indah saja dari sebagian kecil kehidupan Ani dan suaminya yang seperti tanpa ujian padahal aslinya mereka juga dicoba dengan hal yang berbeda. Selama lima tahun pernikahan mereka diuji dengan kehamilan yang tidak kunjung datang dan mertua yang sering nyinyir karena ingin cucu tapi belum juga keturutan.
__ADS_1
Semua orang punya masalah dalam rumah tangga untuk meneguhkan mana yang benar-benar cinta dan rela berkorban untuk kebaikan bersama seperti niat diawal pernikahan. Menjaga cinta mereka sampai di surga Nya.