
"Jadi?"
"Jadi, mohon Yang Mulia istirahat di kamar lain."
"Jadi kau memanggil Pangeran Yi Huai kemari untuk menunjukkan padanya kalau kau jatuh cinta kepadaku?"
Xiao Tan jelas tidak tahu siapa itu Pangeran Yi Huai. Tapi Lian Cheng tak percaya dan sinis memuji kehebatan sandiwaranya Xiao Tan.
"Siapa yang bersandiwara?! Katakan!"
"Pertunjukan sudah usai. Kau bisa berhenti bersandiwara sekarang. Tidurlah."
Lian Cheng langsung bangkit dan melayang keluar untuk menghindari jebakan. Xiao Tan langsung ngomel-ngomel kesal mengutuki Lian Cheng.
Tapi saking kesalnya, dia sampai lupa dengan jebakannya sendiri dan santai saja berjalan melewatinya.
Kakinya langsung tersandung tali dan seketika itu pula timba di atas kepalanya jatuh dan air langsung mengguyurnya. Pfft! Balok kayu besar itu pun langsung menghantam belakang kepalanya sampai dia pingsan.
__ADS_1
Keesokan harinya, Jing Xin yang sudah hapal dengan dua kepribadian nonanya, menyiapkan dua perlengkapan sekaligus. Jadi dia sudah siap tak peduli siapapun yang terbangun nanti.
Dan yang terbangun pagi itu adalah Tan Er dan dia langsung bingung dengan punggungnya yang sakit entah kenapa. Jing Xin hampir memanggilnya Xiao Tan, tapi menyadari lirikan Tan Er, dia langsung tahu kalau dia adalah Tan Er.
Jing Xin membantunya berdandan sementara Tan Er teringat kembali akan percakapannya dengan ayahnya waktu itu.
Flashback.
Setelah Lian Cheng pergi waktu itu, Tuan Qu tanya apakah Tan Er puas dengan calon suaminya. Tan Er tidak berani membantah karena ini pernikahan yang diatur Kaisar dan orang tuanya.
Dia juga harus memata-matai setiap gerak-geriknya. Tan Er harus ingat bahwa takdir keluarga Qu sekarang bergantung pada Tan Er.
"Tan Er mengerti. Tapi aku agak bodoh. Aku takut mengecewakan Ayah."
Tuan Qu tahu kalau Tan Er masih memikirkan Yi Huai. Karena itulah Tan Er mencoba bunuh diri saat Kaisar menjodohkannya dengan Lian Cheng.
Tapi karena sekarang Yi Huai sudah menikah dengan Kakaknya Tan Er, apa Tan Er masih ingin bersaing dengan kakaknya untuk mendapatkan Yi Huai?
__ADS_1
Meski Tan Er masih belum bisa melupakan Yi Huai, tapi dia tetap harus tinggal di kediaman Lian Cheng dan melakukan apa yang seharusnya dia lakukan. Yaitu membantu Yi Huai untuk menjadi Putera Mahkota. Dengan begitu, Yi Huai akan menghargai apa yang telah Tan Er lakukan.
"Tan Er mengerti. Selama itu demi kebaikan Pangeran Yi Huai dan Ayah, Tan Er bersedia melakukan apapun."
Setelah Tuan Qu sedih, Tan Er hanyabisa merenung sedih memikirkan nasibnya yang hanya bisa menjadi bidak catur.
Flashback end.
Tan Er tanya apakah ini kediaman Pangeran Lian Cheng. Jing Xin membenarkannya, sekarang Tan Er sudah menjadi Istri Pangeran ke-8. Tan Er cemas, apakah semalam dia dan Pangeran ke-8...
"Pangeran Lian Cheng hanya masuk sebentar kemarin. Kalian berdua tidak tidur bersama."
Tan Er lega mendengarnya. Lalu apakah Pangeran Yi Huai datang? Jing Xin membenarkannya, tapi Tan Er malah memanggil Pangeran Lian Cheng dengan kata-kata itu di hadapan Pangeran Yi Huai, jadi Pangeran Yi Huai pergi dengan marah.
"Apa memanggil Pangeran Lian Cheng apa?"
Jing Xin pun langsung menirukan cara Xiao Tan menggoda Lian Cheng semalam. Tan Er heran dengan dirinya sendiri, sepertinya belakangan ini dia agak aneh. Jing Xin pasti ingat kan setiap kali dia jadi gila.
__ADS_1