CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
76


__ADS_3

Lian Cheng begitu marah padanya dan langsung memerintahkan Yu Hao untuk menyingkirkan Selir Yi. Dia tidak mau melihat mukanya lagi.


Lian Cheng lalu pergi ke istana atas panggilan Kaisar dan bertemu Yi Huai. Saat mereka keluar, Yi Hui langsung menyinggung Lian Cheng yang beberapa hari ini tidak keluar rumah.


"Tan Er mengalami kecelakaan, jadi aku tidak bisa pergi dari sisinya. Kenapa Putera Mahkota harus mengatakannya sesarkastis itu?"


Yi Huai makin nyinyir menyindir Lian Cheng yang bukan cuma gagal mendapatkan posisi Putera Mahkota, tapi sekarang juga gagal melindungi wanitanya.


Lin Cheng hanya tidak menyangka ada orang yang menarget istrinya. Tindakan yang sangat hina.


"Kaulah yang jelas-jelas tidak berguna, tapi masih menyalahkan orang lain karena menggunakan cara jahat."


Lian Cheng kan juga tumbuh di istana, jadi dia juga pasti memiliki kemampuan membuat rencana jahat. Kalau dia tidka berguna seperti ini, bagaimana kalau Lian Cheng berikan saja Xiao Tan kepadanya?


"Kalau begitu aku takut harus mengecewakan kakak."

__ADS_1


"Adik ke-8, kau tidak perlu berdebat denganku sekarang. Jika kau berubah pikiran, aku bersedia memastikan keselamatan Istri Pangeran Ke-8."


"Terima kasih, Kakak Pertama."


Di kediaman Pangeran ke-8, Jing Xuan mau menjenguk Xiao Tan. Tapi Yu Hao ngotot menghalanginya. Lian Cheng pulang tak lama kemudian. Jing Xuan pun langsung mengadu, dia kan cuma ingin menjenguk Xiao Tan, tapi Yu Hao malah menghalanginya.


"Adik ke-14, Tan Er masih belum sadarkan diri. Tidak nyaman baginya untuk menerima tamu."


"Bagaimana bisa aku tamu? Eh, siapa yang melakukan kejahatan semacam itu pada Kakak Ipar? Apa kau sudah mengetahuinya? Hari ini kau bertemu Kaisar dan Putera Mahkota, apa kau menemukan sesuatu? Apa mungkin... dia lagi? (Yi Huai)"


"Kalau bukan karena perebutan tahta, lalu siapa lagi yang berani mencelakai Istri Pangeran Ke-8? Apa mungkin ini... karena kebencian wanita?"


Lia Cheng yakin kalau pelakunya adalah orang istana. Coba pikir, siapa kira-kira yang berusaha dilindungi oleh Selir Yi mati-matian sampai dia berani memfitnah Yi Huai sebagai pelakunya?


Jing Xuan mencoba memikirkan siapa wanita di istana yang lebih penting dari pada Putera Mahkota. Ah, jangan-jangan... dia punya ide siapa pelakunya.

__ADS_1


Tapi Lian Cheng langsung masuk saat itu juga dan mengacuhkannya. Jing Xuan berusaha membujuk Yu Hao untuk membiarkannya masuk, tapi Yu Hao tegas memintanya pulang saja. Terpaksalah Jing Xuan pulang dengan sedih.


Lian Cheng terus berusaha membujuk Xiao Tan untuk sadar. Dia bahkan mengiming-imingi Xiao Tan dengan makanan pedas kesukaannya.


"Tan Er, cepatlah bangun. Kalau kau tidak bangun, aku akan menggali semua harta berhargamu yang kau kubur di kebun."


Tetap saja tak ada reaksi dari Xiao Tan. Lian Cheng menundukkan kepalanya dengan sedih, dia sudah tak tahu lagi harus membujuknya bagaimana... Tapi tiba-tiba saja, Xiao Tan bergumam memanggil namanya.


"Jangan mendorongku!" Jerit Xiao Tan yang tiba-tiba saja terbangun seolah tak pernah sakit.


Lian Cheng cepat-cepat menenangkannya. "Jangan takut. Aku ada di sini. Aku di sini."


Xiao Tan panik menjelaskan kalau waktu dia bilang dia tidak mencintai Lian Cheng itu sebenarnya dia bohong. Dia melakukannya karena dia ingin membuktikan di dalam tubuhnya ada dua jiwa.


"Aku bilang aku tidak mencintaimu, tapi sebenarnya..."

__ADS_1


__ADS_2