
Ibu Suri hampir marah padanya. Tapi Lian Cheng cepat-cepat membela Xiao Tan. Biarpun Qing Yun meminum araknya Xiao Tan, tapi Xiao Tan tidak pernah menyentuh cangkir araknya, dia juga tidak pernah meninggalkan jamuan makan ini.
Jing Xuan juga mendukung Xiao Tan. Dia bisa menjadi saksinya. Pelayan yang membawa masuk arak beracun itu dan dia juga yang menuangkannya. Xiao Tan tidak mungkin punya kesempatan untuk meracuni arak itu.
Kasim Li mengendus cangkir itu dan mengkonfirmasi kalau araknya lah yang beracun dan langsung menunjuk pelayan yang membawa arak itu. Si pelayan langsung dipaksa berlutut di hadapan Ibu Suri.
Si pelayan sontak ketakutan dan berusaha meyakinkan Ibu Suri kalau dia tidak bersalah. Justru waktu dia di luar tadi, dia sempat bertabrakan Puteri Mahkota.
Dia bilang kalau kakinya sakit dan menyuruhnya untuk meletakkan araknya dan mengambilkannya obat. Tapi saat dia kembali dengan membawa obat, Pan Er malah sudah menghilang. Dia lalu buru-buru masuk untuk membawa arak itu.
Ibu Suri bersumpah akan membuat hidupnya bagai di neraka jika dia berani mengucap kebohongan. Pan Er panik, tapi dia tidak kehilangan akal dan menuduh si pelayan memfitnahnya dan meminta Ibu Suri untuk tidak mempercayai omongan pelayan ini.
__ADS_1
Tuan Qu pun langsung membela putrinya dan meyakinkan kalau putrinya tidak punya dendam terhadap Qing Yun, jadi dia tidak mungkin melakukan itu.
Lian Cheng menuntut Ibu Suri untuk terus menyelidiki, dia harus mendapat jawaban karena Qing Yun adalah istri keduanya dan dia mati sia-sia.
"Entah apakah pelakunya pelayan itu ataukah Puteri Mahkota, jika mereka memang meracuni araknya, maka racun itu pasti masih ada pada mereka. Kita harus menggeledah mereka."
Seorang pengawal menggeledah si pelayan, tapi dia tidak menemukan apapun. Pan Er semakin panik. Tapi tak ada yang bisa dia lakukan saat Kasim Li mendekat dan mulai menggeledahnya.
"Kau...! Apalagi pembelaanmu sekaranng?!" Geram Ibu Suri. "Pengawal! Tangkap dia!"
Tuan Qu panik berusaha membela Pan Er. Dia yakin kalau ini pasti kesalahpahaman. Yi Huai dan Pan Er tak beranjak dari tempat duduknya kok sedari tadi. Melihat Yi Huai diam saja, Tuan Qu memintanya untuk memohon pada Ibu Suri.
__ADS_1
Tapi yang tak disangkanya, Yi Huai dengan dinginnya lepas tangan. Pan Er sudah berani melakukan tindakan semacam itu, dia tidak akan menoleransinya.
"Masalah ini tidak ada hubungan denganku, jadi Ibu Suri silahkan memberikan hukuman yang sepantasnya."
Tuan Qu makin panik memohon belas kasihan Ibu Suri untuk Pan Er dan memaafkannya.
Tapi tentu saja tak ada maaf baginya. Ibu Suri memerintahkan para pengawal untuk menangkap Pan Er sekarang juga dan kurung dia di ruang bawah tanah, tak ada seorangpun yang boleh mengunjunginya.
Malam harinya, Tuan Qu bersujud di hadapan Yi Huai dan berusaha meminta Yi Huai untuk menyelamatkan Pan Er demi dirinya yang selama ini selalu setia pada Yi Huai.
Yi Huai tetap menolak. Masalah ini sudah jadi begini, bagaimana mungkin dia menyelamatkan Pan Er.
__ADS_1
"Meskipun bukan demi aku, Putera Mahkota kumohon, pertimbangkanlah hubungan siami-istri kalian..."