CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
5


__ADS_3

Nyonya Qu jelas kesal. Dia sudah mempermalukan keluarga dengan memanjat tembok dan sekarang dia berani bicara kurang ajar.


Hukumannya sepertinya terlalu ringan. Tan Er tidak terima, mereka menyiksanya cuma karena masalah kecil itu.


Ini semua karena rumah ini punya Feng Shui yang sial, makanya dia mau keluar untuk menjernihkan pikirannya. Nyonya Qu bingung, omong kosong apa yang Tan Er ucap itu.


"Siapa yang bicara omong kosong? Kau mungkin sudah mencapai masa menopause lebih awal! Itu karena rumah sial ini. Bagaimana kalau kucarikan rumah dengan Feng Shui yang bagus tanpa DP untuk membantu menyembuhkan menopause-mu?"


Nyonya Qu memutuskan kalau Tan Er sudah gila betulan dan langsung memerintahkan pengawal untuk mengurung Tan Er.


Tan Er berusaha melawan, tapi dia tak berdaya melawan dua pengawal yang langsungt menggotongnya pergi.

__ADS_1


Yua Huo kembali dan melapor ke Lian Cheng. Dia melihat Nyonya Qu menyiksa Tan Er dan dia sangat kejam.


Mendengar itu, Jing Xuan langsung menggerutui Tuan Qu, bisa-bisanya dia melakukan hal seperti ini pada putrinya sendiri hanya demi mencapai tujuannya.


Lian Cheng yakin kalau penyiksaan itu cuma sandiwara yang dilakukan keluarga Qu untuk memastikan Tan Er menikah dengannya. Awalnya dia melihat Tan Er memanjat dinding. Lalu setelah itu, Tan Er bersikap sok lemah di hadapannya.


Karena itulah Lian Cheng yakin kalau semua ini hanya sandiwara. Lian Cheng pun memerintahkan Yu Huo untuk mengawasi Tan Er begitu dia tiba di kediamannya ini nanti.


"Lalu kenapa kakak masih mau menikahinya? Apa kakak tidak takut kalau dia akan..."


"Jika aku berani menikahinya, maka sudah pasti aku punya cara sendiri untuk menghadapinya."

__ADS_1


Tan Er berusaha menggedor-gedor pintu ruangannya disekap tanpa hasil. Seseorang membuka pintu tak lama kemudian, tapi cuma untuk melempar kain sulaman. Si pelayan berkata kalau Nyonya Qu menyuruh Tan Er untuk menyelesaikan sulaman sepasang angsa untuk dijadikan kantong kecil. Dia boleh keluar setelah dia menyelesaikannya.


Tan Er protes, dia tidak pernah menyulam kantong kecil. Buka pintunya, dia kebelet nih. Tapi si pelayan ngotot menyuruhnya menyulam saja. Kalau dia ngompol di celana maka pelayan akan mencucinya.


Apa boleh buat terpaksalah Tan Er berhenti protes. Tapi bagaimana bisa dia menyulam angsa, melihatnya saja belum pernah. Mungkin lebih baik dia menyulam bebek atau ayam saja.


"Aku ini agen real estate di abad modern, tapi dalam sekejap mata, aku jatuh kedalam situasi di mana aku mau dinikahkan! Aku sangat marah! Perjodohan pernikahan benar-benar bisa membunuh orang!" (Jadi dia beneran punya dua kepribadian dan yang satu dari dunia masa depan, terus gimana bisa dia sampai ke masa lalu, yah?)


Tiba-tiba lampionnya padam. Perlahan Tan Er meraba-raba tempat itu sampai dia menemukan sebuah lilin. Tapi saat dia berusaha mengangkat tempat lilin itu, tiba-tiba saja sebuah pintu rahasia membuka dan sinar ungu menerangi ruang gelap itu.


Sementara itu di sebuah hutan, dua orang pria berusaha melarikan diri dengan ketakutan. Tapi tiba-tiba saja dua senjata berantai menancap di pundak mereka masing-masing. Seketika mereka terangkap ke udara.

__ADS_1


__ADS_2