
Xiao Tan makin cemas karena Lian Cheng sekarang demam. Tapi sedetik kemudian, pikiran matrenya kumat lagi. Lian Cheng tampan juga, jika saja dia bisa membuat Lian Cheng jadi selebritis, dia bisa jadi kaya raya.
"Tapi sekarang aku masih terperangkap di sini. Bagaimana bisa aku membawanya kembali bersamaku?"
Keesokan paginya, Jing Xin masuk kamar dengan membawa Yu Hao dan membangunkan Xiao Tan yang ketiduran di atas da** Lian Cheng. (Eh, kukira habis bangun tidur dia ganti Tan Er, ternyata enggak yah? Bagus deh, kalau Tan Er tahu pasti langsung dilaporin ke Yi Huai kali.)
Yu Hao langsung menaruh sesuatu di bawah hidung Lian Cheng dan seketika itu pula Lian Cheng terbangun.
Yu Hao menduga kalau Lian Cheng diracuni semacam asap penenang dan sekarang dia memberinya obat penawar.
Melihat Xiao Tan, Lian Cheng tanya apakah Xiao Tan yang merawat lukanya dan menjaganya sepanjang malam? Xiao Tan menjawab ketus, tentu saja, apa Lian Cheng pikir kalau lukanya bisa sembuh dengan sendirinya?
Yu Hao lalu membantu Lian Cheng bangkit dan mereka pun pergi tanpa mengucap apapun lagi.
__ADS_1
Xiao Tan jelas kesal, "Biarpun kau tampan, seharusnya kau berterima kasih padaku!"
Saat Xiao Tan keluar kamar tak lama kemudian, Selir Yun datang dengan senyum lebar lalu pura-pura berwajah sedih sambil menyinggung Xiao Tan yang bisa menemani Lian Cheng setiap hari, sementara mereka (para selir) hanya bisa tidur sendirian.
Dia jelas-jelas sedang berusaha mencari informasi tentang yang terjadi semalam dengan mengomentari Xiao Tan yang tampak lelah.
Tapi Xiao Tan dengan cerdiknya berlasan bahwa ini karena Pangeran sangat nakal semalam. Selir Yun pasti tahu kan apa yang dia maksud.
Selir Yun jelas kesal mendengarnya. Tapi dia dengar ada pembunuh yang masuk ke kediaman Pangeran Yi Huai semalam. Kabarnya mereka bertarung sangat sengit. Selir Yun sangat mencemaskan keselamatan Lian Cheng dan Tan Er.
Tapi Xiao Tan cukup cerdas berkelit dengan bertanya balik, dia dan Lian Cheng tidak mengetahui masalah itu, lalu bagaimana Selir Yun bisa mengetahuinya.
Selir Yun beralasan kalau dia mendengarnya dari para pelayan yang bergosip.
__ADS_1
"Ada beberapa hal yang lebih baik tidak didengar."
"Baiklah. Karena Istri Pangeran tidak suka, akan kutampar mulut siapapun yang menyebarkan permusuhan lagi."
Seorang pelayan datang untuk memberitahu mereka bahwa Lian Cheng dan Jing Xuan sedang berlatih panahan dan Lian Cheng mengundang semua istri dan selirnya untuk menonton dan ikut meramaikan.
Xiao Tan tidak mau, apa asyiknya menonton acara panahan. Tapi pelayan berkata bahwa Lian Cheng bersikeras meminta semua orang untuk datang.
Selir Yun pun langsung membujuknya untuk ikut menonton. Xiao Tan kesal, tapi akhirnya dia menyerah.
Di lapangan, Lian Cheng sibuk berlatih panahan tanpa mempedulikan luka lengannya, sementara Jing Xuan menggerutu kesal mendengar Yi Huai memakai bubuk obat penenang.
Lian Cheng yakin kalau Yi Huai sudah bersiap karena dia menduga kalau mereka akan gelisah setelah mereka tahu Yi Huai mendapat Titah Kaisar.
__ADS_1
Jing Xuan cemas dengan lukanya, tapi Lian Cheng berkata kalau dia tidak apa-apa. Dia memang sengaja berlatih panahan biar orang-orang melihatnya dan menghapus kecurigaan terhadapnya.