
Para pekerja mulai sibuk mempersiapkan pernikahan. Kaisar mengatur pernikahan ini di hari baik.
Qu Tan Er masuk ke tandu pernikahan dengan terpaksa. Segalanya terasa tak nyata. Dia merasa seperti sedang berada dalam pertunjukan rakyat.
Tapi perasaannya yang tak tenang membuatnya menyadari kalau semua ini memang nyata. Dia akan menjadi istri orang asing dan akan melakukan malam pertama dengan orang asing, Itu hal yang sangat menakutkan. Dia harus melakukan apapun untuk menghentikan hal itu terjadi.
Sayangnya upacara pernikahannya tidak diperlihatkan, jadi kita langsung masuk ke kamar pengantin saja. hehehe.
Tanpa menunggu pengantin prianya datang, Xiao Tan melepas penutup kepalanya sambil mengeluh capek.
Saat dia memanggil Jing Xin masuk, Jing Xin langsung menyapanya sebagai 'Puteri ke-8'.
Xiao Tan tak suka panggilan itu dan menyuruh Jing Xin untuk memijat bahunya, dia lelah. Dia bahkan menyuruh Jing Xin untuk memijatnya sambil duduk.
Melihat tempat tidurnya, tiba-tiba dia ingat dengan tempat tidur yang dicari-carinya selama ini.
__ADS_1
Dia langsung memperhatikan tempat tidur itu. Tapi harus kecewa lagi karena itu bukan tempat tidur yang dicarinya, padahal cuma ini kesempatannya.
"Jika aku tidak bisa kembali malam ini maka aku harus menghabiskan malam pengantinku dengan orang asing! Aku harus bagaimana?"
Jing Xian cuma bisa diam, tak tahu harus menanggapinya bagaimana. Tapi melihat Jing Xing malah membuat Xiao Tan punya ide licik.
Mendadak dia memanggil Jing Xin dengan nada yang teramat sangat manis lalu dengan entengnya berkata kalau dia akan memberikan posisi Istri Pangeran ke-8 untuk Jing Xin. Jing Xin saja yang menghabiskan malam pengantin dengan Pangeran ke-8.
Jing Xin sontak berlutut ketakutan. Mana boleh dia melakukan itu. Itu namanya menipu Kaisar, dia bisa dipenggal. Xiao Tan stres, dia tahu kalau itu tidak akan berhasil.
Dia lalu menyuruh Jing Xin mencarikannya timba dan tong, isi keduanya dengan air dan bawa kemari. Dia juga butuh beberapa tali dan tongkat kayu, semakin tebal semakin bagus.
"Untuk apa nona memerlukan semua itu?"
"Aku akan memastikan Pangeran ke-8 itu tidak akan berani menyentuhku selamanya! Huahahaha..."
__ADS_1
Tak berapa lama kemudian, Xiao Tan sudah selesai memasang jebakan untuk Lian Cheng dan memandangi hasil kerjanya dengan senyum puas. Jin Xing cemas, ini bisa membuat Pangeran marah.
"Seharusnya dia menyalahkan dirinya sendiri. Penuh nafsu itu kejahatan besar. Dia ingin tidur denganku? Jangan mimpi!"
Sementara para tamu sedang minum-minum di pesta pernikahan, Pangeran Pertama - Mo Yi Huai, justru melangkahkan kakinya ke kamar pengantin Qu Tan Er.
Wajahnya tampak begitu marah, menyadari setelah malam ini, Tan Er akan menjadi istri pria lain.
Tiba-tiba Yu Hao muncul dan langsung menempelkan pedangnya ke leher Yi Huai. Lian Cheng dengan cepat menghentikannya dan menegur Yu Hao untuk tidak menyakiti kakaknya.
Jing Xin mendengar suara Lian Cheng di luar. Xiao Tan pun langsung antusias memakai kembali penutup kepalanya dan menunggu Lian Cheng masuk.
Yi Huai sinis menyindir pengawal Lian Cheng, dia memang bukan pengawal biasa. "Dia tahu kalau itu aku, tapi itu sama sekali tidak menghentikannya."
"Kenapa kakak datang kemari?"
__ADS_1
Yi Huai menekankan kalau kerajaan ini dan wanita itu (Qu Tan Er) adalah miliknya. Jadi tentu saja dia tidak rela melepaskan Tan Er bahkan sekalipun itu adalah perintah Kaisar. "Suatu hari, aku akan merebutnya kembali."