
"Tapi energi spriritual di Dong Yue sangat tipis dan langka. Aku takut..."
"Takut apa? Katakan!"
"Jangan khawatir. Dia tidak akan mati untuk sekarang ini."
"Apa maksudmu 'Tidak akan mati untuk sekarang ini'?!"
Kakek Liu masa bodoh dan bersikeras mau memutus kontrak darah itu lebih dulu. Xiao Tan jelas kesal, jangan sebut-sebut itu lagi di hadapannya!
"Aku datang untuk membantumu denga setulus hati! Jika Langit punya perasaan, (perasaan) itu pasti akan menua juga. Jika orang memiliki cinta, mereka bisa mati cepat."
Tak peduli lagi, Kakek Liu langsung melesat pergi saat itu juga. Xiao Tan bahkan tak sanggup mengejarnya padahal dia masih penasaran dengan maksud ucapan Kakek Liu tadi.
Jing Xin datang tak lama kemudian untuk mengabarkan kalau Yi Huai datang mencari Tan Er, dia datang sendirian.
__ADS_1
"Karena Cheng Cheng belum bangun, membiarkan Tan Er bicara dengannya, seharusnya tidak apa-apa."
Xiao Tan pun keluar menemui Yi Huai. Tan Er muncul di tengah jalan dan langsung kebingungan, kenapa Jing Xin membawanya kemari? Lian Cheng kan belum sadar, kenapa Xiao Tan bertukar dengannya?
"Nona, lihatlah." Ujar Jing Xin sambil menunjuk Yi Huai yang sedang menunggunya.
Xiao Tan dengan sengaja membiarkan Tan Er bertemu dengan Yi Huai. begitu melihat Yi Huai, Tan Er berniat pergi. Tapi Yi Huai sudah terlanjur melihatnya dan langsung menegurnya.
"Apa ini idenya Xiao Tan?"
Tan Er akhirnya mau menemui Yi Huai tapi dengan sikap formal dan dingin, dia bahkan tidak mau menatap mata Yi Huai.
"Bagaimana luka Adik Ke-8?"
"Dia masih belum sadar. Tapi orang baik selalu diberkati oleh Langit. Dia pasti akan selamat dan sembuh kembali. Tapi berita ini mungkin bukan hal yang ingin kau dengar, bukan?"
__ADS_1
Yi Huai mengaku kalau dia sudah tahu dari tabib istana kalau lukanya Lian Cheng sangat parah. Tapi dia meyakinkan kalau percobaan pembunuhan ini tidak ada hubungannya dengannya. Dia tidak mungkin menempatkan Tan Er dalam bahaya.
Tapi kemudian dengan entengnya dia berkata bahwa Tan Er tidak perlu khawatir jika terrjadi sesuatu pada Lian Cheng, Tan Er bisa menikah lagi dengannya, dia janji tidak akan membuat Tan Er menderita.
Tan Er mendengus sinis mendengarnya. Dia sedang menertawakan kebodohannya sendiri karena tidak sedari awal dia menyadari betapa dingin dan kejamnya Yi Huai.
"Sebelumnya kau berbohong padaku. Sekarang, kau bahkan bisa berbohong tanpa mengedipkan mata."
Yi Huai bersikeras kalau dia melakukan semua ini agar mereka bisa bersama. Walaupun menurutnya, kadang kala dia harus membuat Tan Er menderita.
Tan Er menolak mendengarkan ocehannya lebih lanjut. Yi Huai tidak perlu terus berbohong padanya ataupun pada dirinya sendiri.
"Jika semua hal yang kau lakukan demi aku, maka berhentilah. Jika bukan demi dirimu sendiri, maka kau tidak perlu terus memberitahuku. Jangan menyeretku ke dalam hal ini. Silahkan anda kembali, Putera Mahkota."
Tan Er berbalik pergi. Tapi Yi Huai tiba-tiba menariknya kembali lalu menc**mnya paksa. Tan Er sontak mendorongnya dan menamparnya.
__ADS_1
"Kau... tidak akan menyesalinya?"