
Satu-satunya hal yang bisa mereka lakukan untuk membuat Lian Cheng menyingkirkan kesangsiannya terhadap mereka adalah dengan cara membiarkan Tan Er menang untuk saat ini.
Untuk sekarang ini, Ibu Suri mengingatkan Qing Yun untuk diam saja di kediamannya selama beberapa hari ini dan jangan membuat masalah apapun.
Setelah Qing Yun pergi, Ibu Suri mendiskusikan masalah ini dengan Kasim Li. Dia cemas karena Lian Cheng sepertinya mulai mencurigai Qing Yun. Apa Kasim Li melakukan tugasnya dengan bersih? Dia tidak meninggalkan petunjuk apapun, kan?
Kasim Li meyakinkan kalau dia tidak meninggalkan jejak apapun. Keterlibatan Qing Yun memang sudah direncanakan untuk diketahui biar kecurigaan Lian Cheng mengarah ke Pan Er. Selama Lian Cheng tidak terlalu meneruskan kecurigaannya pada Qing Yun, maka Kasim Li yakin tidak akan ada masalah.
Waktu Qing Yun mewek dan mengaduh padanya waktu itu, Ibu Suri memang sengaja membiarkan Pan Er mendengar segalanya dan mengetahui kebencian Qing Yun pada Tan Er. Dan ternyata Pan Er melakukannya sesuai perkiraannya, yaitu mengajari Qing Yun untuk membunuh Tan Er.
Dia mengira kalau dia bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk membunuh Tan Er dan mengkambinghitamkannya pada percobaan pembunuhan yang dilakukan Pan Er. Itu kesempatan bagus untuk menyingkirkan seluruh keluarga Qu dan membantu Lian Cheng mendapatkan tahta.
__ADS_1
Tentu, dia menyadari resikonya cukup tinggi. Dia sudah takut akan terjadinya kecelakaan, makanya dia menyuruh Kasim Li datang ke sana waktu itu untuk melindungi Lian Cheng.
Dalam flashback, tampak Kasim Li lah yang ternyata menangkis panah pertama dan bukannya pedangnya Lian Cheng. Tapi dia gagal melindungi Lian Cheng dari panah kedua.
Ibu Suri tidak pernah menyangka kalau Lian Cheng hampir mati dalam kejadian itu. Dia rugi besar gara-gara itu, tapi tetap saja dia belum berhasil menyingkirkan Tan Er.
Kasim Li juga tidak menyangka. Dia kira kalau Pan Er akan bisa menyingkirkannya. Dia tidak menyangka kalau hidup Tan Er sangat stabil.
"Ibu Suri benar. Kita masih punya banyak waktu untuk menyingkirkan Istri Pangeran Ke-8."
Tapi ada satu hal yang Kasim Li rasa aneh. Nyonya Qu mendadak meninggal karena sakit. Sepertinya Lian Cheng sudah menyelidiki keterlibatan mereka dalam percobaan pembunuhan itu.
__ADS_1
"Tapi Pangeran menutup-nutupi masalah ini. Aku bertanya-tanya hal aneh apa yang sebenarnya terjadi dibalik semua ini."
"Apa bukan kau yang tidak becus mengerjakan pekerjaanmu?"
Kasim Li langsung berlutut ketakutan. Dia tidak berguna, mohon hukum dia. Ibu Suri tidak mempermasalahkannya.
Sebenarnya bagus juga. Karena Tan Er lah yang mendorong Nyonya Qu ke kematiannya, Pan Er pasti sangat membencinya sekarang. Bahkan sekalipun Ibu Suri tidak melakukan apapun, Pan Er pasti tidak akan mengampuni Tan Er.
"Musim sedang bagus sekarang ini. Kita tidak seharusnya menyia-nyiakan musim gugur yang indah ini. Pergilah mempersiapkan segalanya. Ambil dan bawalah arak dari kawasan barat ke kemari. Aku ingin mengadakan pesta minum arak."
Pada hari yang ditentukan, semua orang berkumpul di kediamannya Ibu Suri. Setelah semua orang memberi salam hormat kepadanya, Ibu Suri memerintahkan Qing Yun duduk di sebelahnya Lian Cheng. Qing Yun dengan senang hati melakukannya.
__ADS_1
Para pelayan menuang arak khusus yang Ibu Suri bawa untuk mereka semua. Ibu Suri mengajak semua orang untuk bersulang.