
"Aku sudah bilang padamu, jangan pergi ke tempat yang tidak seharusnya kau datangi."
"Iya, sih. Kalau begitu, apa Pangeran akan menceraikanku?" Tanyanya antusias.
"Tidak akan."
Kecewa, Xiao Tan setengah hati mengucap terima kasih atas kebaikan hati Lian Cheng yang mau memaafkannya. Tapi kemudian Lian Cheng meneruskan ucapannya.
Dia memang tidak akan menceraikan Xiao Tan, tapi jika Xiao Tan mau mengakhiri hidupnya sendiri, dia akan membiarkan mayat Xiao Tan tanpa cedera. Xiao Tan jelas panik, kalau dia mati di kamar ini, dia bisa mengotori tempat ini.
"Kalau begitu, bunuh dirilah dengan menggorok lehermu."
"Itu butuh pisau. Di sini tidak ada pisau."
Benar. Tapi ada pedang tuh di belakangnya. Xiao Tan bisa gunakan itu. Xiao Tan sontak galau.
Kenapa? Butuh bantuan? Tidak, tidak. Hanya saja, Xiao Tan bisa pingsan kalau lihat darah. Dia sangat lemah.
__ADS_1
"Kalau begitu minum racun saja. Di laci itu ada botol merah berisi bubuk beracun. Kau tidak akan merasakan rasa sakit. Kau akan mati dengan cepat. Dari 3 pilihan, mana yang akan kau pilih?"
"Apa tidak ada pilihan lain?"
"Menurutmu?"
"Kau sudah gila apa?! Aku tidak mengerti, kenapa aku harus mati?!"
"Karena kau menikah dengan orang yang salah dan masuk ke ruangan yang salah."
Gampang, Lian Cheng cuma perlu bilang kalau ada pembunuh masuk ke kamarnya dan Tan Er mati demi melindunginya.
Panik, Xiao Tan mengakui kalau dia memang salah karena menyelinap masuk ke kamar ini saat Lian Cheng sedang tak ada.
Tapi dia bersumpah kalau dia sungguh tidak bermaksud datang kemari. Dia janji kalau dia takkan masuk kemari lagi.
"Maafkanlah aku sekali ini, yah?"
__ADS_1
"Kau tidak seharusnya menyentuh barang-barangku."
Oh, maksudnya kedua ini. Maaf, maaf, dia hanya dibutakan oleh nafsu sesaat. Xiao Tan pun buru-buru mengembalikan kedua guci ke tempat semula. Sekarang dia bisa pergi, kan? Tapi Lian Cheng cepat menghentikannya. Xiao Tan tahu betul bukan masalah itu yang dia bicarakan, berhentilah berpura-pura.
"Dasar kau baj*gan m***m! Aku kan cuma berbaring sebentar di rnjangmu, masa aku harus membayarnya dengan nyawaku?! Kalau kau tidak suka, aku akan mencuci semua selimutmu dan memberi wewangian. Apa kau pikir ranjngmu lebih berharga daripada nyawaku?"
Lian Cheng tak percaya kalau Xiao Tan cuma berbaring sebentar, Xiao Tan juga pasti menyentuh barang-barang lainnya. Kompartemen rahasia dibalik laci itu telah disentuh seseorang.
Xiao Tan tak mengerti apa maksudnya dan langsung saja mendekati laci yang dimaksud Lian Cheng dengan kesal. Kompartemen rahasia apa yang Lian Cheng maksud?! Tepat saat itu juga, Lian Cheng tiba-tiba mendelik kaget karena menyadari kehadiran penyusup.
Seorang ninja tiba-tiba muncul entah dari mana dan langsung menempelkan pedang ke leher Xiao Tan dan mengancam Lian Cheng untuk menyerahkan Segel Kerajaannya atau dia akan membunuh Xiao Tan.
Lian Cheng santai, silahkan saja bunuh dia, Xiao Tan tidak berarti baginya. Tapi saat perhatian si ninja teralih ke Yu Hao, Lian Cheng secepat kilat melempar senjata tajam padanya.
Dia lalu memerintahkan pengawal untuk mengantar Xiao Tan kembali ke kamarnya. Yu Hao menemukan secarik surat di dalam baju si ninja, surat yang mengatakan bahwa Segel Kerajaan ada di kamarnya Lian Cheng, dan tulisan surat itu jelas tulisan tangan wanita.
Yu Hao bertanya-tanya, apa mungkin itu tulisan Istri Pangeran. Lian Cheng tak yakin, ini bisa saja tulisan wanita lain yang tinggal di kediaman ini.
__ADS_1