CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
46


__ADS_3

Saat itulah Jing Xin baru sadar kalau yang bangun adalah Tan Er. Sekali lagi Tan Er tanya kenapa Jing Xin tidak membangunkannya. Jing Xin langsung canggung, itu karena Xiao Tan bilang kalau dia tidak enak badan dan ingin tidur lebih lama. Makanya Jing Xin membiarkannya tidur.


Mendengar Jing Xin menyebut masalah tidak enak badan, Tan Er juga baru sadar kalau seluruh badannya pegal-pegal. Jing Xin cuma bisa senyum canggung, tak berani mengatakan apapun.


"Tapi kau juga bilang tentang tidak menepati janji. Apa maksudnya itu?"


"Bukan apa-apa. Itu hanya janji diantara aku dan Xiao Tan."


"Janji apa?"


Tapi karena Jing Xin ragu mengatakannya, Tan Er memutuskan tidak mau peduli apapun urusan diantara mereka. Tiba-tiba pelayan mengumumkan bahwa Lian Cheng mengundang Tan Er makan siang bersama.


Takut ketahuan, Jing Xin berusaha membujuk Tan Er untuk menolak undangan itu, lagian kan dia sedang tidak enak badan.


Tapi Tan Er memutuskan menerima undangan itu. Bagaimanapun, dia istri pangeran yang punya beberapa tanggung jawab.


Kedua penyihir pergi ke perpustakaan keluarga Qu dan akhirnya mereka mendapatkan Mutiara Penekan Jiwa itu.

__ADS_1


Tapi menyadari mereka berdua tidak akan mampu mengendalikan kekuatan magisnya, mereka pun segera memakai kekuatan sihir mereka untuk memanggil Tuan mereka.


Tuan mereka langsung ketawa ngakak saat melihat Mutiara Penekan Jiwa yang sudah lama dicarinya itu. Kedua penyihir pun mengucap selamat untuknya, sekarang kekuatan Tuan mereka tak akan tertandingi.


"Bagaimana dengan orang yang kusuruh kalian kejar?" Tanya Tuan mereka.


"Kami masih belum menemukannya."


"Begitu urusan kita dengan Mo Yi Huai dan keluarga Qu selesai, kalia berdua bisa bergerak. Untuk sementara waktu, jaga benda itu dengan baik dan jangan biarkan siapapun mengambilnya."


Cemas karena nonanya yang satu ini tidak suka pedas, Jing Xin berniat mengambilkannya sup, tapi Tan Er menolaknya.


Lian Cheng menyadari hari ini istrinya sangat pendiam dan langsung menggodanya. "Kenapa? Apa mungkin kau malu? Semalam..."


Tan Er langsung panik mendengarnya, apa yang terjadi semalam? Cemas, Jing Xin buru-buru mengajak Tan Er kembali ke kamar untuk istirahat, dia kan sedang tidak enak badan.


Tapi Tan Er langsung menyuruhnya menunggu di luar dan menuntut Lian Cheng tentang apa yang sebenarnya terjadi semalam.

__ADS_1


"Semalam, kita berdua saling terikat seperti lem."


Shock, Tan Er langsung pura-pura tak enak badan sebagai alasan untuk segera kembali ke kamarnya. Lian Cheng jadi semakin bingung, ada apa lagi sekarang?


Begitu kembali ke kamar, Tan Er kembang kempis menahan amarah. Jing Xin sampai takut melihatnya, ada apa dengannya?


"Lain kali kalau Xiao Tan muncul, katakan padanya, aku akan memutus hubungan dengannya!"


"Nona..."


"Kau juga tidak becus, jadi kau juga akan dihukum!"


Jing Xin langsung berlutut dengan penuh rasa bersalah, Tan Er boleh menghukumnya sesuka hatinya. Tan Er langsung mengambil kemoceng untuk memukulnya.


Tapi melihat wajah Jing Xin yang tampak ketakutan walaupun dia rela mendapat pukulan, Tan Er jadi tak tega dan mengurungkan niatnya. Tapi dia menegaskan kalau dia mengampuni Jing Xin bukan karena dia memaafkan Jing Xin.


Dia lalu meminta Jing Xin untuk memberitahu apa yang terjadi sebelum mereka saling berganti kendali atas tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2