CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
7


__ADS_3

Dia pun langsung menanyakan jam pada Jing Xin sebelum akhirnya ingat kalau jam masih belum tercipta di jaman ini dan meralat kalimatnya, sekarang waktu apa? Jing Xin berkata kalau sekarang hampir waktunya makan siang.


Xiao Tan jelas heran, sekarang sudah lewat sehari? Dia sama sekali tidak ingat kapan dia keluar dari ruang kurungannya? Dan kapan pula dia ganti baju?


Tepat saat itu juga, Pelayannya Nyonya Qu datang untuk menyampaikan pesan Nyonya Qu. Pernikahan Xiao Tan akan diadakan besok, jadi dia harus menyiapkan hantarannya jam 7. Dan kenapa juga Xiao Tan masih belum keluar untuk makan siang, dia bahkan belum jadi istrinya Pangeran ke-8 tapi sudah berani.


Xiao Tan jelas tidak terima, apa Nyonya Qu itu menderita kanker menopause? Kenapa suka banget memprovokasinya? Jing Xin jelas panik dengan sikap nonanya dan buru-buru menengahi mereka.


Dia meminta maaf karena dia lupa memberitahu Nona dan meminta si pelayan untuk memberitahu Nyonya bahwa Nona sedang tidak enak badan karena itulah dia tidak keluar untuk makan siang. Xiao Tan protes tidak terima, jelas-jelas mereka yang kurang ajar.


Jing Xin membisiki Xiao Tan kalau pagi tadi, Nyonya memang mengirim seseorang kemari untuk menyampaikan pesan dan Xiao Tan sendiri yang menyetujuinya. Masa dia tidak ingat?


Xiao Tan semakin bingung, apa yang sebenarnya terjadi? "Jin Xin, apa kau merasa kalau belakangan ini aku sering melupakan sesuatu? Dan sepertinya ada banyak cela dalam ingatanku."

__ADS_1


Jing Xin mengakuinya. Belakangan ini, Xiao Tan memang seperti itu. Kadang Xiao Tan menyuruhnya untuk memanggilnya sebagai 'Nona', tapi kadang dia menyuruhnya memanggilnya sebagai 'Xiao Tan'.


Kadang dia suka makanan manis. Tapi di lain waktu, dia suka makanan pedas. Tapi Xiao Tan yakin tidak begitu, dia selalu meminta Jing Xin untuk memanggilnya Xiao Tan kok.


"Tapi tadi pagi, saat aku memanggil nona 'Xiao Tan', nona memarahiku."


"Apa mungkin aku... amnesia?"


Xiao Tan langsung nyerocos panjang lebar tentang berbagai drama science fiction dan perjalanan waktu yang selama ini pernah ditontonnya.


Tapi dia yakin tak ada satupun dari semua itu yang menyebutkan kalau perjalanan waktu bisa menyebabkan amnesia. Apa mungkin dia sebenarnya tidak melakukan perjalanan waktu, melainkan bertukar dengan 'dirinya' di dimensi lain?


Tapi tidak mungkin juga, apa hubunganya dimensi yang berbeda dengan amnesia? Ah, lubang cacing, pasti itu. Tapi sepertinya tidak juga, tidak ada hubungannya antara lubang cacing dengan amnesia.

__ADS_1


Aaah, seharusnya dia lebih banyak menonton film science fiction. Sekarang dia bahkan tidak memiliki referensi yang berguna. Apa mungkin dia terlalu stres tinggal di tempat sial ini, jadi dia punya kepribadian ganda?


Jing Xin jelas bingung dengan semua ucapan nonanya yang tidak masuk di akal itu. Jangan menakutinya.


Xiao Tan curiga, jangan-jangan Jing Xin cuma sedang mempermainkannya. Jing Xin bohong padanya, yah?


"Saya tidak berani. Jing Xin tidak akan pernah berbohong pada nona."


Berusaha mengingatkan Xiao Tan, Jing Xin pun memperlihatkan hasil sulaman yang sudah Xiao Tan selesaikan tadi.


Tapi Xiao Tan bahkan tidak ingat kalau dialah yang menyulam kain itu dan menuduh Jing Xin lah yang menyulamnya.


"Ini sulaman yang Nyonya suruh untuk nona sulam kemarin. Mana berani aku melakukannya untuk nona? Lihatlah lagi. Nona sungguh tidak ingat?" Keluh Jing Xin. Tapi Xiao Tan hanya menatap sulaman itu dengan kebingungan.

__ADS_1


__ADS_2