CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
9


__ADS_3

"Tandu pengantin dan si cantik datang di kediamanku, bagaimana bisa dia menjadi milik kakak? Kakak Pertama, kau selalu seperti ini. Kau selalu merebut apapun yang bukan milikmu. Seperti wanita dan hal lainnya. Kakak Pertama, apa kau cuma membohongi dirimu sendiri?"


"Oh, jadi ada hal-hal yang juga kau inginkan sama sepertiku? Kau selalu pura-pura tak peduli tentang apapun, tapi hari ini kau menunjukkan ambisi besarmu di hadapanku. Apa kau tidak takut kalau aku akan mengatakannya pada dunia?"


"Yang kumaksud adalah si cantik, sama sekali tidak ada hubungannya dengan ambisi besar. Aku sungguh tak mengerti apa yang kakak maksud?"


"Baiklah, Adik ke-8. Kita akhiri saja perdebatan ini. Segala sesuatu harus kembali pada pemiliknya. Suatu hari, dia akan kembali ke pemiliknya yang sah."


Xiao Tan mulai kesal, kenapa Lian Cheng belum masuk juga? Xiao Tan tanya, bagaimana cara wanita di sini memanggil suami mereka?


Jing Xin memberitahu kalau biasanya suami dipanggil dengan sebutan 'Fujun' (suami - status tinggi) atau 'Xiaogong' (suami - rakyat jelata).


Xiao Tan pun mulai memanggil Lian Cheng dengan sebutan 'Fujun' dengan nada menggoda. "Cepatlah masuk, aku sudah tidak sabar nih."

__ADS_1


Hahahaha... jelas saja Lian Cheng harus berusaha menahan senyum geli mendengarnya. Yi Huai jelas kesal mendengar suara rayuan menggodanya Tan Er.


Lian Cheng belum juga masuk. Xiao Tan mencoba memanggilnya dengan 'Xiaogong', bahkan mencoba memanggilnya dengan panggilan modern 'Honey~~~'.


Jing Xin cemas mendengar teriakan Xiao Tan dan buru-buru memakaikan penutup kepalanya lagi.


"Kakak Pertama benar, segalanya harus menjadi pemilik yang sah. Kalau begitu aku permisi. Jika aku menunda malam pertama lebih lama lagi, istriku tidak akan sabaran. Nikmatilah malammu."


Lian Cheng akhirnya membuka kamar pengantinnya dan langsung mengisyaratkan Jing Xin untuk keluar. Jing Xin cemas dan berusaha keluar pelan-pelan biar tidak mengacaukan jebakannya. Tapi dia melakukannya dengan terlalu kentara yang jelas saja tak luput dari mata tajam Pangeran ke-8.


Begitu Jing Xin pergi, Lian Cheng langsung mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan dan melihat ada tali jebakan yang terbentang di lantai. Xiao Tan santai saja meminta Lian Cheng masuk dengan nada menggoda.


"Kau sudah tidak sabar? Bagaimana kalau kau keluar dulu dan minum arak pernikahan denganku?"

__ADS_1


Xiao Tan jelas tidak mau dengan alasan dia bisa mabuk, itu kan bisa mengganggu urusan yang lebih penting. Lagipula kain merah ini masih menutupi kepalanya, jadi Lian Cheng yang harus kemari dulu dan membuka penutup kepalanya ini.


"Baiklah. Aku datang."


Xiao Tan langsung antusias menanti Lian Cheng masuk ke dalam jebakannya. Tapi alih-alih berjalan, Lian Cheng dengan cerdiknya menghindari tali jebakan dengan melompat-lompat.


Melihat Lian Cheng mendekat tanpa kena jebakannya, Xiao Tan mau menarik talinya. Tapi Lian Cheng sigap menangkap tangannya dan langsung mendorong Xiao Tan ke tempat tidur dan menindihnya. Hahaha! Xiao Tan kontan jejeritan panik.


"Kau bilang kau sudah tidak sabaran? Ayo mulai saja sekarang." Goda Lian Cheng.


Xiao Tan memperhatikan wajah suaminya dan langsung mengenalinya, ternyata dia si Niang Pao yang waktu itu. Berusaha menghindari situasi ini, Xiao Tan mengajaknya minum arak pernikahan saja.


"Tidak perlu. Sudah larut malam. Ayo kita malam pertama dulu." Lian Cheng sudah mau menc***i lehernya. Tapi Xiao Tan sontak jejeritan panik "Aku lagi datang bulan! Datang bulan! Datang bulan! Err... maksudku aku sedang pendarahan bulanan."

__ADS_1


__ADS_2