
Lian Cheng lalu menanyai Jing Xin masalah dua jiwa itu. Jing Xin pun bercerita mulai dari awal keanehan itu terjadi. Yaitu sejak Tan Er berusaha bunuh diri setelah Yi Huai menikah. Sejak saat itu kepribadiannya berubah total.
Bahkan demi membuat kedua nonanya senang, Jing Xin sampai harus menyiapkan segala sesuatunya dalam dua set. Dia membuktikannya dengan memperlihatkan dua set perlengkapan cuci mulut milik Xiao Tan dan Tan Er.
Bukan cuma kepribadian dua wanita itu saja yang berbeda. Selera makan mereka juga sangat berbeda. Tan Er suka makanan manis, sementara Xiao Tan lebih suka makanan pedas.
"Kali ini, karena Xiao Tan takut Nona (Tan Er) mengalami depresi selama tinggal di sini, dia ingin melampiaskan amarah demi Nona. Karena itulah dia nekat mau bertemu dengan Putera Mahkota. Tapi tak disangka, dia malah bertemu dengan Pangeran."
"Jadi, apakah dia mencari tempat tidur antik itu, ada hubungannya dengan ini?"
"Iya. Xiao Tan bilang kalau dia ingin kembali ke tempat asalnya."
__ADS_1
Lian Cheng sontak bangkit saking kagetnya dan d**anya terasa begitu sesak, "Dia ingin kembali?"
Jing Xin membenarkannya dan seketika itu pula Lian Cheng langsung batuk-batuk sampai membuat Yu Hao cemas. Yu Hao yakin kalau jatuhnya Tan Er ke kolam itu pasti ulah seseorang.
Setelah kejadian itu, Yu Hao sudah mengunci kediaman ini. Jadi bahkan sekalipun si pelaku punya komplotan, dia tidak akan bisa melarikan diri. Dia yakin pelakunya masih ada di dalam kediaman ini.
"Kau tidak boleh membiarkan orang itu kabur. Selama beberapa hari ke depan, aku tidak akan menerima tamu sampai kau berhasil menangkap pelakunya."
Suatu hari saat dia membawa Tan Er berjemur, Lian Cheng bertanya-tanya siapa sebenarnya dia dan dari mana dia berasal. "Cepatlah bangun dan katakan padaku. Haruskah aku mencintaimu atau tidak?"
Dia memohon setulus hati agar Tan Er bangun, dia janji takkan lagi memaksa Tan Er untuk bermain kecapi. Tapi tetap Tan Er belum sadarkan diri.
__ADS_1
Yu Hao datang tak lama kemudian untuk melapor bahwa dia sudah menemukan petunjuk. Semalam, dia memergoki seorang pelayan yang berusaha kabur. Sekarang, dia membawa orang itu kemari. Lian Cheng pun memerintahkan Yu Hao untuk membawa orang itu ke ruang belajarnya.
Tak lama kemudian, Selir Yi datang membawakan sup jahe ke ruang belajarnya Lian Cheng dan melihat si pelayan itu bersujud di hadapan Lian Cheng. Dia langsung merutuki si pelayan dengan kesal lalu berubah sok manis saat menghadapi Lian Cheng sambil menyodorkan sup jahenya.
Tapi Lian Cheng langsung menampik sup jahe itu dengan penuh amarah dan melabraknya, "Kenapa kau sejahat dan sekejam itu? Kau berani mencelakai Istri Pangeran Ke-8?!"
Selir Yi sontak berlutut ketakutan dan mengakui kalau dia hanya dibutakan oleh nafsu. Dia tidak tahan melihat Lian Cheng dan Xiao Tan yang begitu manis dan penuh cinta. Dia jadi benci dan cemburu. Karena itulah dia memilih jalan yang salah.
"Katakan. Siapa orang yang mendalangi semua ini? Kemarin, pelayan ini mencoba keluar dari kediaman ini. Siapa orang yang hendak dia hubungi?"
Selir Yi mohon agar Lian Cheng menyelidiki masalah ini dengan baik. Dia hanya dipaksa melakukannya. Dia mengklaim kalau dia disuruh Putera Mahkota untuk membunuh Tan Er karena Yi Huai berpikir kalau Tan Er sudah tidak berguna lagi dan takut kalau Tan Er akan jadi masalah baginya saat dia naik tahta.
__ADS_1