CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
81


__ADS_3

Tak berapa lama kemudian, mereka tiba di sebuah rumah di tengah hutan bambu dan mendapati Kakek Liu sedang memasak. Jing Xin yakin kalau Kakek Liu itu adalah tukang kayu tua yang selama ini Xiao Tan cari.


Tapi melihat penampilan dan gayanya, Xiao Tan tak percaya kalau dia adalah tukang kayu tua. Dia itu cuma kakek tua aneh.


"Apa kabar, orang tua aneh!" Sapanya.


Kakek Liu langsung meringis lebar melihat mereka dan menyapa mereka dengan gaya nyentriknya. Dia lalu menanyakan bagaimana perkembangan penyembuhan Xiao Tan.


"Aku sudah membaik. Terima kasih. Pak tua aneh, dari mana kau berasal? Dari jaman modern?"


"Apa itu jaman modern? Tapi, kau pasti bisa menebaknya."


"Kurasa kau berasal dari tempat yang sama denganku."

__ADS_1


"Kau sudah menebaknya..." Kata Kakek Liu. Xiao Tan hampir saja senang, tapi Kakek Liu malah berkata. "Aku memang orang tua aneh. Bagaimana mungkin aku datang dari tempat yang sama denganmu?"


Lalu apa Kakek Liu tahu bagaimana caranya Xiao Tan bisa kembali ke dunia asalnya? Kakek Liu bingung dan akhirnya cuma menjawab ambigu.


"Hanya dengan tenang kau bisa melangkah dengan ringan dan santun. Jika hatimu bersih, maka segalanya akan bersih. Jika hatimu tidak murni, segalanya akan jadi gelap. Jika hatimu terobsesi, segalanya akan membingungkan. Jika hatimu terang, segalanya bisa dimediasi."


"Bicaralah bahasa manusia!"


Maksudnya, jika Xiao Tan mau kembali ke dunia asalnya maka dia harus memiliki Mutiara Penekan Jiwa. Xiao Tan penasaran, benda apa itu? Kakek Liu menjelaskan kalau itu adalah sebuah pusaka yang menghubungkan beberapa dunia. Kakek Liu memperhitungkan kalau Mutiara Penekan Jiwa itu seharusnya akan segera muncul.


Xiao Tan kurang paham maksudnya. Kakek Liu meyakinkan tidak masalah kalau dia tidak paham sekarang, mungkin dia akan mengerti nanti. Xiao Tan tak percaya. Berdasarkan semua cerita yang dia baca online, biasanya saat itu terjadi (saat dia sudah mengerti), segalanya sudah terlalu terlambat.


"Yang kau baca itu, biarpun aku tidak mengerti, tapi yakinlah kalau itu belum terlalu terlambat."

__ADS_1


Kakek Liu lalu memberikan sebuah seruling dan aransemen musiknya untuk Xiao Tan, ini namanya Seruling Pengembara Jiwa. Dia menekankan kalau ini bukan komposisi musik biasa.


"Saat kekuatan magismu meningkat, kekuatan seruling ini juga akan meningkat. Ambilah dan berlatihlah sepenuh hati. Kau mungkin bisa menggunakannya di masa depan nanti."


Apakah itu artinya, Xiao Tan bisa kembali ke dunia asalnya setelah pandai memainkan Seruling Pengembara Jiwa ini? Tapi lagi-lagi Kakek Liu cuma menjawab ambigu, mungkin saja, kurang lebih, 8-9 dari 10 kemungkinan.


Dalam perjalanan pulang, Jing Xin mengomentari Xiao Tan yang hari ini marah besar. Belum pernah sebelumnya Jing Xin melihatnya semarah ini.


"Iya. siapa sangka menyukai seseorang itu ternyata merepotkan."


"Jangan bilang begitu, kau kan masih punya aku."


Xiao Tan bertanya-tanya, jika dia pergi, apakah Jing Xin akan merindukannya?

__ADS_1


Cemas, Jing Xin berusaha meyakinkan kalau Lian Cheng masih sangat menyukai Xiao Tan, pernikahan keduanya itu bukan masalah besar. Jadi Xiao Tan jangan sedih.


Tetap saja Xiao Tan harus pergi, dia kan tidak bisa selamanya berbagi satu tubuh dengan Tan Er. Dia harus memikirkan cara untuk kembali ke dunianya.


__ADS_2