CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
55


__ADS_3

Dia juga menyampaikan permintaan maaf Xiao Tan. Xiao Tan sungguh meyesali kekeraskepalaannya dan pertengkaran mereka. Tan Er tersenyum mendengarnya, dia juga sudah tidak marah lagi kok.


Tan Er menyadari kalau dia sendiri juga salah. Dia yakin semua ini juga pasti sangat berat bagi Xiao Tan, tapi Xiao Tan menerima segalanya dengan lapang dada.


Awalnya, Tan Er pikir kalau Xiao Tan itu nakal. Tapi sekarang dia menyadari kalau dirinya sendiri juga picik. Karena itulah dia juga meminta Jing Xin untuk memberitahu Xiao Tan kalau dia sudah tidak marah lagi.


Suasana hatinya sedang baik, Tan Er berniat mau jalan-jalan. Tapi tentu saja Jing Xin langsung melarangnya keluar, tapi dia ragu untuk mengatakannya alasannya. Tan Er jadi semakin curiga, apa terjadi sesuatu pada Xiao Tan?


Jing Xin akhirnya memberitahunya tentang beberapa pembunuh yang berusaha membunuh Lian Cheng dan Xiao Tan saat mereka keluar dan mereka hampir mati karenanya. Lalu saat mereka pulang, Lian Cheng menyuruh Xiao Tan untuk pura-pura sakit.


Makanya dia tidak boleh keluar kamar. Lian Cheng bilang kalau ini adalah cara agar pembunuhnya bisa ditangkap.


Tan Er jelas bingung, "Bagaimana caranya pura-pura sakit, bisa menangkap pembunuh?"

__ADS_1


Jing Xin juga tidak tahu. Pokoknya Xiao Tan bilang kalau Tan Er harus terus pura-pura sakit. Kalau Tan Er tidak tahu bagaimana berakting sakit, Jing Xin bersedia memperagakannya.


Dia pun meminta Tan Er untuk bangkit lalu dia sendiri tiduran di ranjang sambil memperagakan akting kejang-kejangnya Xiao Tan. Tan Er sampai malu sendiri melihat akting alay-nya dan cepat-cepat menegur Jing Xin untuk bangun.


Malu, Jing Xin langsung berlutut dan memohon maaf atas perbuatan memalukannya barusan.


Tan Er tak mempermasalahkannya. Tapi apa mereka sudah menemukan pembunuhnya dan mengapa?


Jing Xin ragu. Lagipula Xiao Tan melarangnya memberitahu Tan Er.


"Tidak. Jing Xin tidak berani."


"Kalau begitu, cepat beritahu aku."

__ADS_1


"Kudengar, Pangeran ke-8 dan Xiao Tan mencurigai Pangeran Pertama."


Jing Xin juga memberitahunya kalau para pembunuh itu mendorong Xiao Tan dan Lian Cheng dari tebing. Dan Xiao Tan juga beberapa kali hampir terkena panah.


Tan Er sontak berkaca-kaca mendengarnya. Tapi dia menolak mempercayainya. Tidak mungkin Yi Huai berniat membunuhnya. Itu pasti cuma dugaan Lian Cheng dan Xiao Tan.


Jing Xin meyakinkannya untuk tetap tenang. Lagipula sekarang belum ada kepastian menyangkut perkara ini. Xiao Tan yakin kalau Yi Huai tak mungkin sekejam itu terhadapnya.


Jika dia tidak jatuh ke dalam perangkap Lian Cheng, maka pasti ada seseorang yang menyesatkannya. Xiao Tan yakin kalau Yi Huai tak punya pilihan lain karena masalah perebutan tahta yang sangat kejam ini.


Jing Xin meyakinkannya untuk tidak terlalu bersedih. Kaisar sedag menyelidiki masalah ini dan pelakunya masih belum ditetapkan.


"Aku hanya berharap dia aman. Aku sudah terbiasa bersedih, jadi tidak masalah."

__ADS_1


Yi Huai menemui kedua penyihir untuk menyerahkan mutiara yang didapatkannya dari Lian Cheng. Tapi si penyihir pria bisa meremukkan benda itu dengan mudah. Jelas itu mutiara palsu. Mereka tidak menyangka kalau Yi Huai akan terpedaya oleh Lian Cheng semudah itu.


Yi Huai kesal mendengarnya, dia belum pernah melihat Mutiara Penekan Jiwa itu seperti apa sebelumnya. Jadi mana dia tahu mana yang asli dan palsu.


__ADS_2