CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
113


__ADS_3

Saat Tan Er tiba di sana, dia mendengar suara orang bicara, menanyakan apa rencana Putera Mahkota selanjutnya. Dia mengintip dan mendapati Yi Huai sedang bicara dengan kedua penyihir.


Yi Huai meyakinkan mereka berdua kalau dia pria yang kuat, jadi Raja Iblis tidak perlu cemas. Si wanita meyakinkan kalau Raja Iblis tidak meragukan kemampuan Yi Huai, hanya saja, apa Yi Huai benar-benar bisa melewati rintangan terbesarnya, yaitu Qu Tan Er?


"Jika kau masih memiliki perasaan terhadapnya..."


Yi Huai sinis. "Sejak dahulu kala, prestasi terbesar seorang jenderal dibangun di atas tulang yang membusuk. Qu Tan Er itu hanyalah bidak untuk mewujudkan ambisi besarku. Dipikir-pikir, mungkin aku tidak pernah memiliki perasaan tulus padanya. Dia hidup atau mati, apa hubungannya denganku?"


Patah hati, Tan Er pun bergegas pergi dari sana. Orang yang dulu begitu dia percayai, sekarang sudah berubah. Dia bukan lagi Yi Huai yang pernah dia kenal. "Sekarang, dia hanya adalah iblis."

__ADS_1


Saat Xiao Tan kembali, dia menangis membaca surat dari Tan Er. Dalam suratnya, Tan Er memberitahu Xiao Tan bahwa cintanya selama ini ternyata sebuah kebohongan sejak awal. Karena itulah, Tan Er memutuskan tak ingin hidup lagi.


"Jika itu bisa menyelamatkan Pangeran Ke-8. Aku, Qu Tan Er, bersedia mati bersamamu. Jangan ragu karena aku. Ingatlah. Apapun keputusan yang kau buat, kau tidak pernah berhutang apapun padaku. Xiao Tan. Pada akhirnya, aku ingin memberitahumu bahwa saat aku bersamamu, aku sangat senang."


"Ta Er, terima kasih." Ucap Xiao Tan seraya membayangkan Tan Er di sana dan tersenyum padanya.


Tanpa dia sadari, Lian Cheng ada di depan kamarnya. Menatap bayangannya dengan mata berkaca-kaca. Tanpa membuat suara apapun, dia mengulurkan tangan membelai bayangan Xiao Tan.


Lian Cheng memerintahkan Yu Hao untuk menyiapkan kuda. Dia akan membawa orang itu ke istana agar Kaisar juga ikut mendengarnya.

__ADS_1


Keesokan harinya, Xiao Tan pergi menemui Ibu Suri. Ibu Suri tanya apakah Xiao Tan tidak akan menyesalinya? Xiao Tan menjawab tegas, tidak akan. Ibu Suri jelas senang, tidak sia-sia Lian Cheng begitu mencintai Xiao Tan.


Xiao Tan sinis, selama ini Ibu Suri sama seperti kakaknya yang amat sangat membencinya. Sudah beberapa kali Ibu Suri berusaha membunuhnya. Sekarang, harapan Ibu Suri akhirnya terpenuhi, iya kan?


Dengan senyum manis, Ibu Suri berkata bahwa walaupun mereka selalu berkonflik, tapi dia janji kalau dia akan selalu mengingat keputusan yang Xiao Tan buat hari ini.


"Setelah aku pergi, kuharap Yang Mulia Ibu Suri akan menjaga Cheng Cheng dengan baik. Jangan biarkan dia jengkel karena aku dan jangan biarkan dia melakukan sesuatu yang bodoh."


"Jangan khawatir. Aku pasti akan menghibur Cheng'er sebisaku."

__ADS_1


Xiao Tan berterima kasih karena Ibu Suri mau memenuhi permintaannya. Ibu Suri pun langsung menyuruh pelayan membawakan arak beracun itu pada Xiao Tan.


Selama beberapa saat, Xiao Tan terdiam memegang cangkir itu dengan bimbang dan ketakutan. Ibu Suri yang tampaknya sudah tidak sabaran, meyakinkan Xiao Tan kalau arak itu dibuat oleh tabib istana dan efeknya akan bekerja dengan sangat cepat.


__ADS_2