
"Setelah kau meminumnya, kau tidak akan merasakan sakit apapun."
Xiao Tan sinis mendengarnya. Tidak akan merasakan sakit apapun? Sepertinya racun ini sudah diuji sendiri oleh si tabib istana.
"Cheng Cheng, jika ada kehidupan selanjutnya, aku tidak akan melepaskanmu dengan mudah. Aku akan jadi pria dan kau akan menjadi wanitaku. Pada saat itu, kau akan tersiksa."
Xiao Tan sudah mau meminumnya, saat tiba-tiba saja terdengar suara Lian Cheng menegurnya. Lian Cheng berjalan cepat ke arahnya lalu menampik arak beracun itu dari tangannya.
"Cheng'er, apa yang kau lakukan?"
"Itu tergantung dari apa yang Nenek lakukan."
Kaisar juga datang saat itu juga dan mengkonfrontasi perbuatan tercela Ibu Suri barusan. Apa Ibu Suri mau meracuni Istri Pangeran Ke-8 dan tidak menganggap hukum kerajaannya?
Ibu Suri mengklaim kalau dia melakukannya karena tak punya pilihan lain. Hanya ini satu-satunya cara untuk menyelamatkan nyawa Lian Cheng.
__ADS_1
Kaisar mengaku kalau dia sudah diberitahu Kaisar terdahulu bahwa Mutiara Penekan Jiwa hanya akan mengakui satu tuan, dan itu tidak akan bisa dipindahkan.
Sebelum beliau meninggal, beliau diam-diam memberikan Mutiara Penekan Jiwa itu ke keluarga Qu dan menyuruh mereka untuk menganggapnya sebagai pusaka keluarga. Kaisar terdahulu sudah meramalkan bahwa tuan mutiara itu akan muncul di keluarga Qu.
"Tapi, Putera Mahkota bilang padaku kalau Mutiara Penekan Jiwa bisa memperpanjang hidup seseorang."
"Putera Mahkota hanya memanfaatkan Ibu Suri untuk membantunya membunuh."
Merasa tertipu, Ibu Suri langsung merutuki Yi Huai dengan kesal. Dia tidak menyangka kalau Yi Huai bisa sekejam ini.
Ibu Suri tak mengerti apa maksudnya. Kaisar pun memerintahkan para pengawal untuk membawa orang itu masuk dan orang itu ternyata Kasim Li. Ibu Suri terkejut, tapi dia berusaha tetap tenang, pura-pura tak mengerti apa maksud semua ini.
"Omong kosong! Pelayan ini sudah mengakui segalanya! Dari percobaan pembunuhan Cheng'er dan Istrinya waktu itu hingga hari ini, aku sudah tahu dengan jelas keterlibatan Ibu di dalamnya."
Ibu Suri tak bisa lagi berkutik. Kaisar memerintahkan para pengawal untuk menyeret Kasim Li keluar lalu menitahkan Ibu Suri akan diasingkan di Istana Terpisah dan tidak ada seorangpun yang boleh mengunjunginya tanpa seizin Kaisar.
__ADS_1
Ibu Suri pun dituntun pergi. Dia sempat melirik Lian Cheng, tapi Lian Cheng hanya diam menatapnya dengan penuh kekecewaan dan amarah.
Kaisar menyuruh Lian Cheng untuk membawa Xiao Tan pulang lalu menyuruh pengawal untuk memanggil Yi Huai.
Yi Huai dipanggil menghadap Kaisar yang langsung memerintahkannya untuk berlutut. Yi Huai menolak, memangnya dia salah apa? Kaisar sontak kesal dan mengkonfrontasinya, apakah Ibu Suri mencoba meracuni Tan Er itu karena Yi Huai?
"Apa kau yang merencanakan semuanya?"
Yi Huai santai, Kaisar pintar juga. Iya, memang dia yang melakukannya. Kaisar tidak pernah marah, Kaisar sendiri yang memaksanya melakukan ini, jadi Kaisar jangan menyalahkannya.
"Kurasa lebih baik Ayahanda menyerahkan tahta padaku lebih awal. Mungkin saja aku masih bisa mempertahankan hubungan kasih sayang orang tua dan anak di antara kita."
Kaisar kontan murka dan langsung memerintahkan para prajuritnya untuk menangkap Yi Huai. Tapi anehnya, tak ada satupun para prajurit yang bergerak menuruti perintah Kaisar.
Kaisar langsung mengerti segalanya. Yi Huai bahkan berani melakukan ini saat dia sedang ada di villa? Yi Huai dengan sombongnya mengklaim kalau orang-orangnya sudah mengendalikan seluruh istana.
__ADS_1