CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
38


__ADS_3

Jing Xuan hendak masuk ke perpustakaan kerajaan, tapi pengawal di luar malah mencegahnya masuk dengan alasan Kaisar sedang melakukan urusan penting.


Jing Xuan kesal, Kaisar sendiri kok yang memanggilnya kemari, kenapa dia malah mencegahnya masuk?


Pertanyaannya terjawab dengan sendirinya saat Yi Huai keluar dengan membawa segulung dekrit kerajaan. Dengan senyum arogannya, Yi Huai menyinggung Jing Xuan yang berani bikin keributan di depan perpustakaan kerajaan.


"Kakak Pertama. Apa ayahanda kita memberimu dektrit kerajaan? Tolong beritahu aku juga."


"Aku tidak bisa memberitahukan ucapan kaisar. Aku punya urusan politik penting, maafkan aku karena tidak bisa berbincang denganmu sekarang."


Jing Xuan langsung melaporkan masalah itu ke Lian Cheng. Dia sudah mencoba bertanya-tanya, tapi bahkan ayahanda mereka tak mau memberitahu apapun. Jing Xuan kesal sekali melihat wajah sombongnya Yi Huai.


"Kakak Pertama selalu berhati-hati, mungkin kali ini dia menerima dekrit kerajaan yang penting. Kita tidak boleh diam saja. Sudah saatnya kita mengunjunginya."

__ADS_1


Yu Hao datang tak lama kemudian untuk melapor tentang Tan Er yang tadi pagi berusaha bunuh diri dan menangis terus. Lian Cheng tentu cemas mendengarnya. Tapi Yu Hao meyakinkan kalau sekarang Tan Er baik-baik saja, jadi Lian Cheng tidak usah cemas.


Jing Xuan penasaran apa alasan Tan Er ingin bunuh diri. Yu Hao tak begitu yakin, tapi sepertinya karena masalah yang terjadi semalam.


Jing Xuan geli mendengar Lian Cheng menghabiskan malam dengan istrinya semalam dan sekarang istrinya malah ingin bunuh diri.


"Sepertinya, sekarang saatnya mengunjungi Pangeran Yi Huai." Ujar Lian Cheng.


Malam harinya saat Xiao Tan kembali, Jing Xin memberikan surat dari Tan Er yang isinya mengancam Xiao Tan untuk tidak mengulangi kejadian semalam.


Xiao Tan menggerutu kesal, tak mengerti sama sekali dengan maksud Tan Er itu. Jing Xin langsung mengomelinya, Tan Er hampir mati karena menangis begitu keras tadi.


Semuanya gara-gara Xiao Tan yang bikin ulah. Para pelayan dan dayang sampai harus berlutut. Untung saja Jing Xin berhasil menyelamatkannya tepat waktu. Intinya, Tan Er menulis surat ini untuk melarang Xiao Tan tidur bersama Lian Cheng lagi.

__ADS_1


"Aiya! Itu kan bukan sesuatu yang bisa kukendalikan."


Tiba-tiba sesuatu terjatuh di belakang mereka dengan suara gedebum keras. Ternyata yang jatuh manusia berpakaian serba hitam. Xiao Tan sontak jejeritan panik, "Ada pembunuh! Cepat tangkap!!!"


Tapi Jing Xin buru-buru menutup mulutnya, "Xiao Tan, sepertinya itu Pangeran ke-8."


Xiao Tan membuka cadar orang itu dan ternyata dia memang Lian Cheng dan dia terluka.


Mereka pun bergegas membawa Lian Cheng ke kamarnya Xiao Tan. Jing Xin tanya apakah dia harus memanggil tabib istana?


Xiao Tan melarang, tidak ada yang boleh tahu kalau Lian Cheng terluka. Dia lalu menyuruh Jing Xin untuk membawakannya gunting, arak dan kain.


Jing Xin kembali tak lama kemudian dengan membawakan semua peralatan yang Xiao Tan minta. Xiao Tan pun bergerak cepat mengobati luka di lengan Lain Cheng itu.

__ADS_1


"Xiao Tan, kenapa Yu Hao tidak bersama Pangeran saat ini?"


"Mana kutahu. Eh, keluarlah untuk jaga pintu. Jangan biarkan siapapun masuk."


__ADS_2