
Keesokan harinya, Yi Huai pergi menemui Kaisar. Tapi saat Kaisar tanya untuk apa Yi Huai menemuinya, Yi Huai malah bilang kalau dia masih harus menunggu seseorang dulu.
Ibu Suri datang tak lama kemudian. Kaisar tanya ada apa Ibu Suri datang kemari. Ibu Suri malah heran, bukankah Raja yang memanggilnya kemari untuk mendiskusikan masalah penting?
Yi Huai mendadak berlutut dan minta dihukum dengan alasan kalau dia memalsukan titah kerajaan hari ini untuk membuat Ibu Suri datang kemari. Ibu Suri langsung ngomel-ngomel kesal dan Kaisar tanya kenapa Yi Huai membuat keributan hari ini.
Dengan dramatisnya Yi Huai beralasan kalau dia sengaja melakukannya karena Ibu Suri salah paham terhadapnya. Ibu Suri pasti mengira kalau dialah yang menyerang Lian Cheng.
Dia tidak peduli dengan omongan orang lain. Tapi dia tidak tahan dengan kesalahpahaman dalam keluarga.
Karena itulah, demi membersihkan namanya, demi melindungi hubungan persaudaraan dan anggota keluarga, Yi Huai meminta Kaisar untuk menurunkannya dari posisi Putera Mahkota dan memberikannya pada Lian Cheng.
__ADS_1
Semua orang jelas terkejut mendengarnya. Kaisar langsung membentaknya marah, bisa-bisanya dia mengatakan sesuatu yang tidak bertanggung jawab. Menobatkan Putera Mahkota itu sangat penting. Pergi dan renungkan kesalahannya.
Ibu Suri setuju-setuju saja dengan penurunan Yi Huai dari posisi Putera Mahkota dan menasehati Kaisar untuk menuruti kemauan Yi Huai saja. Kaisar menolak dan memperingatkan Ibu Suri untuk tidak mengungkit masalah ini lagi.
Yi Huai tiba-tiba mengambil pedang lalu menempelkannya ke lehernya sendiri dengan lebay, ngotot memaksa Kaisar untuk menurunkannya dari posisi Putera Mahkota. Jika Kaisar tidak mengizinkannya, maka dia tidak akan punya muka untuk terus hidup. Lebih baik dia mati saja.
Kaisar jadi galau, kenapa Yi Huai musti memaksanya? Ibu Suri lebih heran dengan sikap Kaisar, kenapa Kaisar ngotot menolak permintaan Yi Huai. Lebih baik dia menobatkan Lian Cheng, itu akan memuaskan semua orang.
Kaisar tetap menolak, "Cheng'er tidak akan bisa mengambil tahta!"
Yi Huai diam-diam tersenyum licik. Dia sudah tahu apa alasannya karena kemarin Raja Iblis memberitahunya sebuah rahasia.
__ADS_1
Lian Cheng adalah cucu kesayangan Kaisar terdahulu. Jadi Kaisar terdahulu pasti meninggalkan wasiat yang mengatakan kalau hidup Lian Cheng tidak akan lama. (What?! Itukah arti dari puisi yang ditinggalkannya?)
Kaisar mengaku pada Ibu Suri bahwa sebelum Kaisar terdahulu pergi, beliau memberitahunya sebuah rahasia. "Cheng'er tidak akan hidup lebih dari 25 tahun."
Shock, Ibu Suri langsung lemas dan berlinang air mata. Kaisar mengaku kalau awalnya dia berharap itu tidak benar. Tapi saat Ayahanda memberitahunya, beliau sangat serius.
Kaisar tidak tahu bagaimaa Ayahandanya bisa mengetahui hal itu. Tapi mereka berdua tahu kalau Kaisar terdahulu memang orang yang tak bisa diduga. Beliau tidak akan bicara sembarangan.
Kaisar lalu mengambil pedang itu dari tangan Yi Huai. "Aku tahu kau sangat menderita. Tapi pemerintahan Dong Yue tidak bisa mengubah penguasanya semudah itu. Demi tujuan jangka panjang, hanya kau yang bisa menanggung tanggung jawab besar ini."
Yi Huai berkata kalau dia menyesali kesalahannya hari ini dan berjanji akan bekerja lebih keras kedepannya demi Dong Yue dan Adik Ke-8.
__ADS_1
Kasim Li menuntun keluar Ibu Suri yang masih lemas. Tapi kemudian, Yi Huai menghentinknanya dengan alasan ada hal penting yang harus dia katakan.
Dia mengklaim kalau dia punya cara untuk menyelamatkan nyawa Lian Cheng. Tentu saja ucapannya itu sukses menarik perhatian Ibu Suri.