
Tan Er sendiri yang mengucapkannya tadi. Tapi sekarang dia malah bilang tak tahu artinya, bahkan serius mengklaim kalau dia tak pernah mendengar ungkapan itu sebelumnya. Lian Cheng jelas heran mendengarnya
"Yang Mulia, apa artinya Niang Pao?" Tanya Tuan Qu.
"Jika saya tahu, saya tak mungkin bertanya."
Lian Cheng tak membahasnya lebih jauh lagi. Karena dia sudah melihat seperti apa penampilan Tan Er yang sebenarnya, dia pun pamit.
Dia memberitahu Tuan Qu kalau besok dia akan mengirim orang untuk menyiapkan acara pernikahan dan meminta Tuan Qu untuk memilihkan tanggal baik untuk pernikahan mereka. Bahkan dengan manisnya dia meminta Tuan Qu untuk menjaga calon istrinya dengan baik.
Di kediaman Lian Cheng, Pangeran ke-14, Mo Jing Xuan, menggerutu kesal setelah mendengar ada pembunuh yang menyerang Lian Cheng.
Dia yakin ini pasti karena Lian Cheng menyembunyikan kemampuannya yang sebenarnya hingga membuat para orang gila itu ingin menyerangnya.
__ADS_1
Banyak pejabat dan jenderal yang mendukung Lian Cheng tapi dia malah menolak mereka semua.
Jing Xuan merasa sekarang ini saatnya Lian Cheng mengumpulkan orang berbakat dan mengembangkan sayapnya.
"Mengembangkan sayap terlalu cepat hanya akan membuatnya mencapai batas terlalu cepat juga." Santai Lian Cheng. "Orang-orang di dunia ini tamak demi keuntungan mereka sendiri. Apa yang mereka inginkan, aku tidak mau memberikannya."
"Apa kau tidak takut kalau mereka akan mengubah kesetiaan mereka pada orang lain?"
"Dalam perebutan tahta, hal yang paling tabu adalah terlalu mudah beralih pihak. Jadi tak mungkin mereka lakukannya."
"Bagaimana bisa seseorang sepertiku tidak puas dengan siapapun? Siapa yang akan peduli tentang apa yang kupikirkan? Aku hanya rumput yang bergoyang seiring angin."
Nyonya Qu datang saat itu dan langsung kesal menghukum Tan Er karena sudah mempermalukan keluarga ini dengan memanjat tembok. Jing Xin panik berusaha menyelamatkan Tan Er dengan menyalahkan dirinya sendiri dan meminta Nyonya Qu untuk menghukumnya.
__ADS_1
Tapi Tan Er menyelanya, mengakui semua ini kesalahannya sendiri dan menyatakan bersedia menerima hukumannya. Nyonya Qu dengan senang hati melakukannya.
Seorang pelayan lalu menyiksanya dengan menusukkan jarum besar ke punggungnya berulang kali tanpa ampun.
Jing Xin sontak panik memeluk nonanya dan memohon pada Nyonya Qu untuk memaafkannya. Nyonya Qu sinis, dia ingin memaafkan Tan Er. Tapi Tan Er malah bikin ulah dengan memanjat tembok untuk kabur.
"Aku kau masih ingin bersama Pangeran Pertama? Qu Tan Er, kau bahkan tidak ingat statusmu dan berani berebut dengan Pan Er."
"Saya tidak pernah mencuri dari Kakak Pertama. Siapa yang mencuri dari siapa?"
Nyonya Qu tambah kesal mendengarnya dan langsung mengambil jarum dan menusukkannya sendiri ke tubuh Tan Er tanpa ampun. Nyonya Qu benar-benar marah karena Tan Er masih berani memikirkan Pangeran Pertama.
Kesakitan, Tan Er berusaha meyakinkan ibu tirinya itu kalau dia tak pernah memikirkan siapapun. Tanpa mereka sadari semua penyiksaan ini disaksikan oleh Yu Hao. Tapi dia langsung pergi tanpa menyaksikan kejadian selanjutnya.
__ADS_1
Nyonya Qu akhirnya menghentikan penyiksaannya dan mendorong Tan Er sampai dia pingsan. Kesal, Nyonya Qu menendangi kakinya sampai Tan Er akhirnya sadar. Tapi begitu dia bangun, mendadak sikap penakutnya berubah total.
Dia langsung mengerang begitu merasakan seluruh tubuhnya kesakitan dan melabrak Nyonya Qu dengan penuh keberanian. Dia sama sekali tidak ingat bagaimana tubuhnya bisa sakit dan menuduh Nyonya Qu menyiksanya saat dia sedang tidur.