CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
70


__ADS_3

"Begitukah? Kurasa kau tidak tahu siapa dia yang sebenarnya. Dia sudah sangat menyesatkan hatimu."


Untuk membuktikan ucapannya, Ibu Suri memberikan lukisan itu pada Lian Cheng. Ibu Suri yakin kalau Lian Cheng cukup pintar untuk memahaminya tanpa perlu dia menjelaskan kalau lukisan ini digunakan Yi Huai untuk membuat rencana dengan Tan Er.


Lian Cheng memang langsung bisa memahaminya dan seketika itu pula wajahnya mengeras penuh emosi. Ibu Suri meyakinkan kalau Tan Er itu tidak pernah benar-benar mencintai Lian Cheng.


"Cheng'er, dengarkan aku. Sekarang, kau sudah kalah dalam putaran pertama perebutan tahta. Sekarang, cara yang terbaik adalah menceraikan Qu Tan Er dan menikahi Yun'er. Kekuatan Bangsawan Anle tidak bisa dianggap remeh, dia bisa membantumu."


Tapi biarpun tampak sedih, Lian Cheng tetap bersikeras menegaskan bahwa di kediamannya, hanya akan ada Istri Pangeran seorang. Dia lalu cepat-cepat undur diri.


Ibu Suri tidak mau menyerah begitu saja dan menawarkan taruhan dengan Lian Cheng. "Kita lihat saja apakah Qu Tan Er benar bersekongkol dengan Mo Yi Huai atau tidak."


Lian Cheng tak menjawab dan langsung pergi.

__ADS_1


Jing Xin berusaha membangunkan Xiao Tan, tapi Xiao Tan terlalu malas untuk bangun sampai Jing Xin harus membangunkannya secara paksa. Saat Jing Xin membuka pintu, dia malah melihat ada segulung lukisan di lantai, entah siapa yang menaruhnya di situ.


Begitu melihatnya, Jing Xin bergegas memperlihatkannya pada Xiao Tan. "Xiao Tan, jangan tidur terus. Pangeran Pertama mengirim pesan untuk nonaku!"


Xiao Tan mendadak bangun untuk melihat lukisan itu. Itu lukisan burung yang sama, hanya saja kali ini dalam tulisannya, Yi Huai ingin bertemu Tan Er siang ini di Mao'er Hutong.


Xiao Tan sontak ngomel-ngomel kesal merutuki Yi Huai. "Dasar bed*bah itu! Dia masih punya muka untuk datang? Dia pikir gampang apa membuli Qu Tan Er?"


"Apa yang harus kita lakukan sekarang? Apa kita harus memberitahu nonaku?"


Jing Xin tidak setuju, menurutnya itu tidak bagus. Xiao Tan masa bodoh, ayo pergi!


Sebelum keluar, Xiao Tan celingukan mengecek keadaan dulu. Tapi tiba-tiba saja Lian Cheng muncul di belakangnya dan tanya dia mau ke mana? Xiao Tan gugup beralasan kalau dia bosan, jadi dia mau jalan-jalan keluar.

__ADS_1


"Kau begitu ingin keluar rumah? Bagaimana kalau aku pergi bersamamu?" Tawar Lian Cheng, jelas-jelas dia sedang menguji Xiao Tan.


Xiao Tan panik menolaknya, dia cuma mau pergi untuk membeli beberapa kebutuhan wanita, jadi Lian Cheng tidak perlu ikut.


"Jika aku memintamu untuk tinggal bersamaku, kenapa kau bersikeras mau pergi?"


"Aku cuma akan pergi sebentr. Aku akan segera kembali dan tinggal bersamamu. Bagaimana?"


Xiao Tan langsung bergegas pergi saat itu juga. Lian Cheng mengulurkan tangan berusaha menghentikannya, tapi Xiao Tan pergi begitu cepat.


Begitu tiba di tempat tujuan, tak ada siapapun di sana. Xiao Tan langsung ngomel-ngomel kesal merutuki Yi Huai yang telat. Apa dia bahkan punya secuil ketulusan? Qu Tan Er pasti sudah buta dengan mencintai pria tak punya hati semacam itu!


Sebuah kereta akhirnya datang tak lama kemudian. Xiao Tan memanggil Yi Huai. Tapi yang keluar dari dalamnya ternyata Lian Cheng dan wajahnya tampak begitu marah. Xiao Tan terkejut melihatnya, kenapa dia ada di sini?

__ADS_1


"Pertanyaan bagus. Kau bertemu diam-diam dengan Pangeran Pertama, seharusnya aku tidak datang!"


__ADS_2