CINTA ATAU TAKDIR

CINTA ATAU TAKDIR
3


__ADS_3

Dia akhirnya berhasil mencapai ujung tembok. Tapi ujung-ujungnya malah nyangkut setengah badan di sana, bingung bagaimana turunnya karena temboknya tinggi banget.


Di tengah kebingungannya, Tan Er melihat seorang pria cakep (Lian Cheng) lewat dan tampak begitu menawan dengan diiringi kelopak-kelopak bunga sakura yang berjatuhan.


"Eh, Kakak! Tungguh, tunggu, tunggu! Kakak!" Panggilnya.


Lian Cheng akhirnya menoleh. Tan Er berbohong kalau dia memanjat untuk melihat pemandangan, tapi sekarang dia tidak bisa turun. Tolong bantu dia turun. Lian Cheng menolak dengan sopan, pria dan wanita harus menjaga jarak.


"Kakak, lihatlah sekelilingmu. Kau berpikir terlalu berlebihan."


"Hati nuraniku tidak mengizinkanku."

__ADS_1


Tepat saat itu juga, dua pengawal datang. Mengira Tan Er mau bunuh diri lagi, mereka langsung berusaha menarik kakinya. Tan Er sontak tambah panik dan berbohong lagi kalau dia sebenarnya diculik oleh keluarga ini dan mereka mau menjualnya ke rumah bordir.


"Bukankah tadi kau bilang kau naik untuk melihat pemandangan?"


"Dasar Niang Pao (banc*)! Kenapa kau cerewet banget?!"


Para pengawal terus berusaha menarik kakinya, tapi Tan Er terus melawan dan menendang mereka. Tak tahan lagi gelandotan di sana, Tan Er nekat mau melompat turun dan meminta Lian Cheng untuk menangkapnya.


Dia langsung terjun ke arah Lian Cheng, tapi Lian Cheng malah mundur menjauh. Wkwkwk. Jadilah Lian Cheng nyium tanah dan pingsan.


Jelas saja Lian Cheng heran sendiri melihat sikapnya yang sangat bertolak belakang sebelum dan sesudah terjatuh.

__ADS_1


Begitu mereka kembali ke kamar, Jing Xin santai saja memanggil Tan Er sebagai 'Xiao Tan' sesuai permintaannya tadi dan meminta Xiao Tan untuk jangan melakukan hal seperti itu lagi.


Tapi Tan Er benar-benar seperti hilang ingatan. Dia menegur Jing Xin yang memanggil namanya secara tidak sopan dan menuduh Jing Xin membiarkannya terjatuh dari tembok. (Hmm... dia hilang ingatan atau punya dua kepribadian?)


Seorang pelayan datang tak lama kemudian untuk memberitahukan perintah Tuan agar Tan Er ke ruang depan untuk menemui Pangeran ke-8 dan membahas masalah pernikahan mereka. Alih-alih marah-marah seperti tadi, Tan Er kali ini menerima perintah itu dengan sedih.


Tuan dan Nyonya Qu menyambut kedatangan Lian Cheng dengan senang hati. Tapi senyum di wajah mereka langsung menghilang saat Lian Cheng membahas kabar yang mengatakan bahwa Tan Er itu terlahir dari seorang selir.


Tuan Qu langsung melirik gugup ke belakang, pada seorang selir yang berdiri menundukkan kepalanya dengan gelisah.


Tuan Qu juga tak enak dan hampir saja mau bilang kalau dia akan menerima jika Lian Cheng keberatan dan membatalkan pernikahan ini. Tapi Nyonya Qu langsung menyikutnya sebelum dia sempat menyelesaikan ucapannya.

__ADS_1


Lian Cheng meyakinkan kalau dia tidak akan membatalkannya karena pernikahan ini sudah diatur oleh Baginda Raja. Tan Er datang tak lama kemudian, berjalan masuk dan duduk dengan anggunnya.


Karena dia dengar kalau Tan Er cukup terpelajar, Lian Cheng pun menanyakan suatu ungkapan baru yang baru pertama kali di dengarnya. "Apa artinya Niang Pao (banc*)?"


__ADS_2